Judul : BECAUSE YOU , IAM HERE....
Tipe : Fanfiction
Ganre : Romantic
Pemain :
Kim HeeChul super Junior : Kim
Heechul
Park HyeRa: HyeRa (artis asal indonesia, fans kim
heechul)
Park SooHyo : SooHyo (adik
sepupu hyera, yang tinggal diseoul bersama hyera)
Kim JaeHa : jaeHa (anak dari
hyera dan heechul)
(dan beberapa nama artis yang
terlibat didalamnya, seperti member SJ (donghae, ryewook (wookie), kangin,
etc), beberapa artis JYP (suzzy miss-A, jiyeon T-ara), dan artis lainnya (lee
seug gi, jaejong, etc)).
NP : semua nama yang tertera di
dalam cerita tidak bermaksud merubah karater sebenarnya, ini hanya untuk
kepentingan bacaan, dan tidak ada unsur mengejek, dan mencelah, jika terdapat
kesalahn menulis dalam tulisan dan kesalahan penyebutan tempat dan nama maka
penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya, cerita ini hanya fiktif belaka,
tidak ada unsur kesengajaan berbuat kejahatn didalamnya.
“meski semua
hanyalah mimpi tapi ku mohon jadikan semua ini nyata, heechul-ssi tetaplah
seperti ini, tetaplah disisiku hingga aku tertidur”
aku
duduk tepat di depan namja yang baru saja duduk didepanku. Mata kami saling
bertatapan, kali ini air mata keluar tanpa aku sadar satu persatu membasahi
pipiku terasa sekali cairan itu turun begitu saja ingin ku tahan tapi aku tidak
bisa mereka terlalu kuat untuk hadir di antara kami, tapi secepat mungkin aku
menyembunyikan muka ku di balik poni yang ku biarkan terurai kedepan.
“mianheyo oppa, mianheyo”.
Ucapku bergetar, aku tidak kuat lagi. Hatiku begitu sakit.
“kajjima, jebbal kajjima”. Ku
dengar suaranya juga bergetar, ku lihat kedua tangannya telah mengenggam
tanganku, aku tidak bisa merasakan apa-apa lagi, aku benar-benar merasa sakit.
“andwae, aku harus pergi . ku
mohon jangan tahan aku”. Aku melepaskan genggaman tangannya, biar saja seperti
ini, namun semua terasa seperti nyata, air mata yang ku keluarkan tidak dengan
susah payah aku keluarkan.
(*adegan
dalam film*) and.
CUT!!!!!!!!!!
Suara
nyaring sutradara mengakhiri proses syuting hari ini, barusan adalah adegan ku
di film baru yang aku bintangi, lawan main ku adalah senior ku sendiri, KIM
HEECHUL, artis SM entertainment yang baru menyelesaikan wajib militernya 7
bulan yang lalu dan langsung di mintai membintangi film ini bersama denganku,
aku HyeRa artis asal indonesia yang berhijrah ke seoul dan baru saja pindah ke
rumah produksi yang juga sama dengan Lee Seung Gi , HOOX Entertainment.
Esok
hari aku harus kembali ke tempat syuting seperti biasa, selama ini aku sangat
menyukai dunia keartisan ku di seoul, sudah hampir satu tahun aku disini dan
ini adalah Film pertama ku dan langsung di pasangkan dengan artis setenar Kim
Heechul Super Junior. Aku akui aku juga sangat menyukai Super Junior, Boyband
asal korea ini sudah banyak menyita perhatian wanita-wanita yang ada di dunia,
ya termasuk aku tapi setelah meniti karir dan sibuk didalam duniaku sendiri aku
tidak terlalu punya kesempatan untuk melihat konser mereka, aku hanya bisa
melihat video dan mendengar mp3 mereka jika ada waktu selang, akhir-akhir ini
aku sangat sibuk, lagi pula ini film pertama ku, aku harus menampilkan acting
terbaik di depan camera.
“Hyera-ssi, terimakasih untuk
hari ini. Mohon kerjasamanya”. Heechul menyapaku dari tempat duduknya yang tidak
terlalu jauh dariku. Ia berdiri dan sedikit membungkuk kepadaku.
“ne, heechul-ssi. Nado
gumawoyo”. Ucapku dan membalas membungkuk padanya.
Aku
segera pulang ke apartemen yang berada di daerah gangnam, kawasan elite yang di
huni oleh orang-orang kaya korea selatan, aku memilih salah satu apartemen yang
cukup besar di daerah ini, meski terbilang mahal tapi aku sangat nyaman tinggal
di daerah gangnam.
Gangnam-gu,
Seoul, Apartement 12, no 442
“eonni, apa kau sudah pulang?”.
Sohyo berteriak dari dalam kamarnya, mungkin ia mendengar aku membuka pintu
masuk.
“ne, aku membawakan mu makanan
yang tadi ku beli!”. Teriakku. Sohyo langsung keluar dari tempat
persemediannya.
“hmm waaaah masidda”. Ucapnya
sambil mencicipi makanan yang baru saja ku masukkan kedalam mangkuk.
“ya! Cuci dulu tanganmu.
Langsung pegang saja”. Sohyo mendengus dan langsung mencuci tanganya ke dapur,
lalu kami berdua menghabiskan makan malam kami dengan sangat lahap.
“sohyoo-ya”. Panggilku.
“hmm ne, waeyo eonni?”.
Jawabnya sambil menekan tombol-tombol remot televisi.
“apa kau senang tinggal di
sini? Kapan kita bisa pulang ke indonesia?”. Tanyaku sambil menyisir rambut
adik sepupu ku ini.
“molla, tapi aku belum mau
pulang. Lagian kita baru saja 1tahun di seoul, dan aku juga harus kuliah, eonni
lakukan saja yang terbaik, dan cari uang banyak-banyak untuk keluarga kita dan
untuk makanan enak buatku. Kekekeke~”. Aku langsung menarik rambutnya, “eonni!!
Kajjimaa!!”.
“hahahah habisnya kau fikir aku
ini budakmu, aku artis. Aku sedang melakukan syuting film pertamaku di seoul.
Kau harus tau itu, punya eonni yang terkenal sepertiku”. Ucapku pada sohyo yang
direspon cibiran oleh dongsaeng ku ini.
“cihh! Apa nya yang terkenal,
kemarin lusa saat kau mengantarku ke kampus, teman-teman ku tidak mengenali mu
sebagai artis, berarti kau belum terkenal”. Ia tertawa terbahak-bahak melihat
mukaku yang semakin masam.
“ya! Aku baru sedang syuting,
setelah film ku selesai, aku akan jadi terkenal dimana-mana, arratchi?”. Ucapku
pada sohyo.
“ne eonni yepuda, naneun jeongmal
arraseo”. Sohyo menggodaku, dengan kata-kata mautnya.
“cih!! Uang jajanmu dipotong,
eomma mu bilang nilai mu jelek”. Aku langsung masuk kekamar dan meninggalkan
sohyo berteriak-teriak padaku dari luar kamar.
“eonni!!!!!! Apa yang kau
kataka pada eommaku!!!!!!???? Ya!! Keluar dari persembunyianmu, atau aku akan
bilang pada eomma mu kalau film mu itu yadong!! Kau akan berciuman dengan
heechul!! ya!!”. Sohyo terus berteriak-teriak histeris dari luar kamar ku.
“ya!! Bocah! Katakan saja pada
eommaku, aku sudah dewasa , apasalahnya aku berciuman dengan heechul!!”.
teriakku membalas, dan malam itu kami menghabiskannya dengan saling berteriak
hingga kami teridur karena kelelahan.
**************
HEECHUL POV
Udara
pagi ini membuatku enggan untuk terbangun, namun hari ini aku harus
menyelesaikan proses syuting disatu tempat., ini adalah film pertamaku setelah
aku keluar dari wajib militerku beberapa bulan yang lalu. Kegiatan di super
junior tidak terlalu banyak mengingat para member yang satu persatu sudah harus
mengikuti wajib militer sama seperti ku kemarin. Aku segera duduk namun tetap
di atas kasur dengan berbalukan selimut, ku lihat Heebum masih tidur di dalam
keranjang tidurnya bersama bangsin. “Kucing pemalas, sama seperti yang punya”.
Ucapku dalam hati dan langsung mandi segera bersiap-siap ke lokasi syuting.
Aku
tiba agak telat dari biasanya, ada beberapa kendala dijalan yang membuatku
sedikit terlambat dari waktu yang ditentukan. Ku lihat Hyera sudah duduk di
antara krew yang bekerja , ia sudah mengganti pakaiannya dan bermake-up. Aku
baru ingat, ternyata adegan yang akan ku lakukan nanti adalah adegan romantis,
ahh kali ini mood ku benar-benar tidak bagus, darah AB ku mulai bereaksi lagi.
Tapi aku harus berusaha tenang. Aku bermaksud menyapa terlebih dulu Hyera lawan
mainku.
******
HYERA POV
“annyeonghaseyo”.
Ucapku pada para krew film yang bekerja dilapangan untuk film perdanaku. Aku
datang kebih awal agar aku bisa mengenali tempat syuting ku kali ini, scane
kali ini di ambil di tempat yang berbeda dari kemarin. Hari ini aku melakukan
adegan romantis dengan heechul di tepi danau yang tidak terlalu jauh dari kota,
danau ini hanya danau buatan.
“waahh , Hyera-ssi. Kau datang
lebih awal kali ini, pemain yang lain belum datang. Beristirahatlah sejenak,
dan situ ada beberapa makanan, sarapanlah dahulu”. Ucap sang sutradara yang
menangani filmku, dia sangat ramah terbilang pula aku hanya artis baru memulai
karir disini. Dan di pasangkan dengan lawan-lawan main yang sudah senior yang
sudah lama terjun ke dunia peran.
Aku
duduk dan mulai membaca naskah yang sebelumnya sudah ku baca dirumah. Ini
adegan yang cukup menantang karena sebelumnya diindonesia aku hanya melakukan
adegan ciuman tanpa real melakukannya, karena ada efek camera yang tidak
memfokuskan pada adegan itu, lain sekali dengan di negara korea selatan, ciuman
didalam adegan adalah hal yang sudah biasa, dan ini harus memang dilakukan
real didepan camera. Ya aku harus bisa,
lakukan saja ini sebagai personalitas, lagian aku dan heechul tidak punya
perasaan apa-apa, tidak akan jadi treanding topic nantinya.
“hyera-ssi, sudah lama
datang?”. Heechul menyapaku dan duduk persis disampingku.
“ohh ne, tidak terlalu lama.
Hmm apa kau sudah sarapan heechul-ssi?”. Aku menyodorkan beberapa roti yang ku
ambil dari kotak makanan yang diberikan oleh sutradara.
“ne, gumawo”. Heechul mengambil
roti dan memakannya lahap, mungkin namja ini memang belum makan, lagi pula aku
dengar dia tinggal hanya berdua dengan temannya sesama member SJ, mungkin dia
tidak sempat memasak atau membeli beberapa makanan. Melihat dia makan dengan
baik, dia sangat tampan. Banyak sekali yojja yang tertarik dengan Heechul,
karena dia sopan pada yojja, dan tentunya dia sangat tampan. Perlu di catat,
aku adalah fans fanaticnya dulu , sekarang juga. Hihi
“hmm, apakah kau sudah membaca
skrip adegan?”. Heechul bertanya padaku.
“hmm ne, hmm ku lihat nanti
kita harus beradegan mesra, mohon bantuannya. Aku tidak terlalu pandai
bermesraan, lagi pula sudah lama sekali aku tidak melakukannya”. Ucapku ragu,
namun aku sedikit tertawa agar pernyataanku di anggap lelucon oleh heechul.
“haha gweancana, aku akan
melakukan yang terbaik, dan mohon bantuannya juga. Karena sudah lama sekal aku
tidak beracting, setelah vakum”. Ucap heechul dan tersenyum ramah padaku,
akupun menyambutnya dengan senyum yang tidak kalah ramah.
“oke, semua camera sudah stan
by, heechul-ssi lakukan yang terbaik, dan ini semua real , jangan sampai adegan
ini diulang berkali-kali karena akan membuat kalian berdua merasa tidak akan
nyaman, hahahha”. Ucap sutradara pada heechul dan tertawa melihat muka aku dan
heechul semakin memerah.
Aku
segera duduk di tempat adegan kami melakukan adegan mesra itu, sebelum
melakukan adegan heechul sempat berpesan, “tatap mataku, aku akan menciummu
lalu jangan lepas sebelum aku melepasnya”. Ucap heechul serius, dan itu
membuatku semakin gugup.
ROLL!!!
CAMERA!!! ACTION!!!!!!
*adegan
dalam film*
“oppa,
gumawo. Aku bahagia kau bisa menemani ku hari ini”. Aku melihat kerah danau
yang tenang, beberapa burung terbang dianatara pepohonan di sekitar danau.
“aku akan terus memenanimu,
asal kau jangan pergi dariku, itu akan membuatku semakin sakit”. Ucap heechul
tenang, lalu ia meraih tanganku aku segera menghadap padanya dan menatap mata
indah heechul. “berjanjilah, jebbal”. Kata-kata yang keluar dari mulut heechul
memberikan kekuatan dan energi padaku.
“oppa, aku tidak akan pergi.
Saranghaeyo oppa”. Ucapku membalas kata-kata heechul dan menatapnya dalam.
“nado, saranghae”. Aku terus
menatap heechul, wajah heechul semakin mendekati ku dan kini tinggal beberapa
centi, dan akhirnya ia mendaratkan ciumannya tepat dibibirku, spontan aku
terbawa dalam adegan ini mataku tertutup dan aku menikmatinya, heechul
melepaskan ciuman kami aku kembali melihat matanya, ia juga terus menatapku.
end
CUT!!!!!!!
“WAAAAH!!! Jhua jhuaa!! Kalian
sangat bagus, ya terus pertahankan seperti itu, adegan ini tidak perlu diulang,
sepertinya kalian menghayatinya dengan baik, hahaha”. Sutradara tertawa pada
kami berdua, aku dan heechul ikut tertawa meski sebenarnya aku sangat malu.
Kami
menyelesaikan semua adegan di lokasi syuting kali ini hingga selesai, aku dan
heechul tidak terlalu banyak melakukan adegan ulang, karena sebelumnya kami
mendiskusikan adegan itu secara bersama sehingga tidak terlalu sulit
melakukannya dengan heechul, lagi pula sudah banyak film yang ia bintangi namun
aku hanya baru satu film ini yang ku bintangi di korea selatan.
Saat
prosese syuting selesai ku lihat heechul sudah dikerumuni para fans nya, yang
biasa dipanggil PETALS, mereka sepertinya merindukan sosok heechul kembali
kelayar kaca, aku pun juga ikut bahagia melihat mereka bersama-sama dengan
heechul. aku segera ke halte bis dan membereskan barang-barang yang ku bawa ke
lokasi syuting, karena aku belum punya banyak uang untuk membeli mobil aku
memilih menaiki bis, lagi pula aku tidak setenar heechul tidak akan ada fans
yang akan mengkerubuniku.
“Hyera-ssi, ikut lkah
denganku”. Heechul tiba-tiba menyapa ku dari belakang, saat aku menuju halte
bis.
“ehh ne, mianheyo heechul-ssi,
aku naik bis saja, akan merepotkanmu nanti”. Ucapku menolak tawaran heechjul
lembut.
“yaah, anio. Baru kali ini ada
yojja yang menolakku, lagi pula selama syuting film ini kita tidak pernah berbicara
secara pribadi, kajja hyera-ssi anggap saja ini ucapan terimakasih ku karena
sudah mau bekerja sama”. Ucap heechul yang membuatku menuruti kemauannya.
Aku
segera naik ke dalam mobil mewah kepunyaan heechul, mungkin harganya tidak
sebanding dengan mobil kepunyaan appa di indonesia, heechul membukakan pintu
mobilnya untukku, aku tersenyum malu padanya, baru kali ini aku diperlakukan
istimewa oleh artis korea yang terkenal sepertinya.
“hmm kau tinggal dimana
hyera-ssi? Apa kau bisa sedikit bercerita tentang kehidupanmu?”. Heechul
membukai pembicaraan di antara kami.
“hmm aku tinggal di salah satu
apartemen di daerah gangnam, aku tingal dengan adik sepupuku disana, kami hanya
berdua, aku asli indonesia, tentunya semua orang tau itu aku tidak punya mata
sipit seperti yojja korea lainnya, haha”. Aku tertawa dengan pernyataanku
sendiri dan heechul ikut tertawa mendengarnya.
“hmm... lalu, kenapa kau
memilih seoul untuk karirmu?”. Heechul memintaku menceritakan lebih banyak
tentang diriku.
“haha, karena seseorang dimasa
lalu. Karena dia, karena dia selalu meberiku semangat untuk menjadi seperti
ini, karena dia aku bersusah payah mendapatkan kertisan ku di indonesia, karena
dia jugalah aku akhirnya sampai disini, dan karena orang itu aku merasakan
kebahagiaan, seseorang yang aku puja-puja dimasa lalu, hmm mungkin hingga
sekarang”. Aku menceritakan semuanya pada heechul, dan sepertinya ia
mendengarkan cerita ku dengan serius.
“dia? Nuguya?”. Tanyanya
penasaran.
“hahaha hanna saramayeon, oppa.
Hahahha”. Aku memanggil oppa pada heechul, seperti yang ku lakukan di dalam
adegan film, dan heechul pun kaget mendengarku.
“oppa? Hahah tidak buruk. Hmm
sebenarnya berapa umurmu, jika ku lihat kau tidak lebih tua dariku”. Ucap
heechul mengolog-ologku dan tertawa manis.
“hmm menurut hitungan korea
umurku sudah 22 tahun, namun karena aku orang indonesia sebaiknya pakai umur
indonesiaku saja. Aku baru berumur 21 tahun, ya memang sangat jauh lebih muda
dari mu heechul-ssi “. Ucapku dan membuatnya tertawa lagi.
“hahah kau pandai bergurau juga
rupanya hyera-ssi”. Ucap heechul lalu kembal tertawa.
“hehe, ya aku sering belajar
dari seseorang. Dia juga suka bercanda. Aku banyak belajar darinya memperlakuka
orang agar orang itu senang, ya meskipun dia itu tidak memiliki mood yang tidak
bagus”. Heechul kembali penasaran dengan kata-kata ku tentang seseorang itu.
“apakah dia pacarmu dimasa
lalu? Aku rasa dia sangat menyayangimu”. Ucap heechul tersenyum padaku.
“ia dia seperti pacar bagiku,
tapi jika dia sayang atau tidak terhadapku , aku belum tau karena aku tidak
pernah menanyakannya”. Jawabku santai.
“ya seharusnya kau menanyakan
pada orang itu, sebelum dia menjadi milik orang lain”. Heechul menasehatiku,
kali ini aku yang tertawa mendengarnya.
“haha sudahlah, akan aku
fikirakan esok”. Ucapku, dan heechul tersenyum manis. “hmm heechul-ssi
bagaimana dengan mu? Apa kau tidak mempunyai kekasih, setelah aku sibuk dengan
dunia actingku aku tidak pernah lagi membaca berita tentangmu”. Heechul
langsung melihatku heran, aku langsung menutup mulutku menyadari bahwa aku
sudah menceritakan suatu hal yang seharusnya tidak aku ceritakan. “hmm anio,
maksudku bagaimana dengan kehidupanmu, tentu saja yang tidak ada diberita. Ne
maksudku begitu”. Ucapku pada heechul dan meralat kata-kataku yang baru saja
membuat heechul heran.
“haha arraseo, aku pernah
menjalin hubungan khusus dengan banyak yojja secara bergantian, ya tapi aku ini
orang nya tidak terlalu serius, lagipula mereka tidak mencintaiku , mereka
hanya mencintai popuralitasku”. Ucap heechul santai.
“hmm ya aku rasa juga begitu,
tapi mungkin tidak akan semua wanita seperti itu heechul-ssi. Hmm bagaimana
dengan, hmmm ahn sohee?”. Ucapku ragu, dan memuat heechul kembali menatapku
heran.
“ne? Sohee?”. Tanya heechul
heran.
“hmm anio, maksudku perasaanmu,
seperti yang ku lihat di televisi dan majalah, apa kalian tidak punya hubungan
yang serius?”. Ucapku hati-hati, takut menyinggung pria bermood kurang bagus
ini.
“hahaha molla, tidak ada yang
spesial di antara kami, sohee tidak begitu menyukaiku. Lagi pula dia menyukai
orang lain, dan itu tidak menjadi masalah bagiku”. Ucap heechul santai,
menggambarkan dari wajahnya bahwa ia tidak begitu baik.
“heechul-ssi, aku hidup sangat
lama dengan perasaanku sendiri, aku hidup dalam perasaan yang tidak pernah
terjawab, aku tau cinta tidak begitu baik untuk difikirkan, tapi percayalah
jika kita sabar, cinta yang sesungguhnya datang begitu saja tanpa kita cari,
percayalah padaku”. ucapku pada heechul mencoba memberikan sedikit motivasi, ya
meski aku tau kata-kataku bukan apa-apa.
“ya aku percaya padamu, kau
cukup baik dalam memberi saran”. Ucap heechul lalu tersenyum padaku.
“ya disini saja”. Ucapku pada
heechul ketika kami sampai didepan apartemenku. “ apa kau mau mampir dulu?”.
Tawarku pada heechul.
“haha tidak perlu, aku juga
harus kembali menyelesaikan beberapa pekerjaanku, lain kali aku akan bertanya
banyak padamu”. Ucap heechul tersenyum dari dalam mobil.
“haha arraseo, hati-hati
dijalan heechul-ssi, gumayo, annyeong”. Heechul berlalu dan entah kenapa ada
sedikit kelegaan dihatiku setelah aku banyak bercerita dengannya, setelah
selama 4 tahun tersembunyi dalam hatiku. Banyak yang tidak ku ceritakan, banyak
yang tidak pernah tau.
***********
HEECHUL POV
“heechul-ssi, aku hidup sangat
lama dengan perasaanku sendiri, aku hidup dalam perasaan yang tidak pernah
terjawab, aku tau cinta tidak begitu baik untuk difikirkan, tapi percayalah
jika kita sabar, cinta yang sesungguhnya datang begitu saja tanpa kita cari,
percayalah padaku”.
Kata-kata
yojja itu terus saja terpintas dalam fikiranku, benar yang dia ucapkan dan aku
percaya pada ucapannya. Tapi aku penasaran dengan yan ia katakan tentang
seseorang itu, aku saja tidak pernah menjadikan orang lain sebagai alasan kesuksesanku,
tapi sepertinya dia begitu mencintai orang itu hingga dia menjadi seperti
sekarang ini.
Resto, Gwangjin-gu , seoul
“hyung! Sudah menunggu lama.
Hehe mianheyo”. Junior ku Hongki baru saja datang dan duduk di depanku.
“ya, kau terlambat 15menit, kau
tau bukan aku hanya bisa menunggu seseorang tidak lebih dari 10 menit, ini
karena darah AB ku tidak sedang bereaksi”. Ucapku pada hongki dan membutanya
tertawa.
“hyung, sejak kapan kau
terlihat lebih kurus, apa kau sedang jatuh cinta dengan lawan main mu? Hahaha”.
Hongki menertawakan berat badanku yang mulai turun sejak kembali beracting
setelah pulang militer.
“ya! Aku tetap tampan. Tolong
catat itu”. ucapku.
“jika aku benar-benar
mencatatnya, mungkin kalimat mu yang seperti itu sudan memenuhi satu rak lemari
buku. Hahahaha”. Hongki kembali tertawa. “hyung , sudah memesankan makanan
untukku bukan?”.
“tentu saja”. Jawabku singkat
dan sibuk dengan iphone ku membalas beberapa pesan yang masuk.
“hyung siapa nama gadis itu? ku
lihat iklan film kalian sudah muncul ditelevisi, dia cantik dan aku rasa dia
bukan orang korea bukan?”. Hongki penasaran dengan hyera lawan main dalam
filmku.
“hmm ne, dia cantik. Tentu saja
dia bukan orang korea, dia berasal dari indonesia baru beberapa bulan yang lalu
masuk kerumah produksi HOOX entertainment”. Jelasku pada hongki, hongki sepertinya
masih penasaran.
“hmm ne, keure... lalu kapan
proses syuting film mu akan selesai hyung? Aku ingin sekali melihat acting
aktris pendatang baru itu, kalau bisa ya aku ingin juga dipasangkan dengannya,
hahah”. Aku langsung saja memukul kepala hongki pelan.
“urungkan niatmu untuk
mendekati gadis itu, sepertinya dia sudah menutup hatinya untuk pria lain, dari
cerita-ceritanya yang ku dengar dia sudah lama menyukai seorang namja, tapi dia
tidak mau memberi tau siapa namja itu, lagi pula aku tidak terlalu ingin tau
masalah pribadinya”. Jelasku pada hongki.
“waaah berarti kalian sudah
cukup dekat sehingga bertukar cerita hidup seperti itu? hahaha”. Hongki
menertwaiku dan membuatku semakin jengkel.
“ya! Kami hanya bercerita saat
aku mengantarnya pulang, lagi pula aku mengantarnya karena dia tidak punya
kendaraan, aku tidak tega melihatnya setiap hari menunggu di hatle bis”. Hongki
tetap tertawa melihatku terus berceloteh kepadanya.
“hyung, apa kau tidak mengerti
ucapan gadis itu?”. ucap hongki membuatku penasaran.
“ani, waeyo?”. Tanyaku.
“aku rasa yang dia maksud itu
kau, mungkin saja dia fans mu , lagi pula seperti yang kau ceritakan kemarin
gadis itu tau tentang perasaanmu terhadap sohee bukan?”. Ucap hongki santai.
“ya babbo!! Seluruh isi seoul
juga tau kalau aku menyukai sohee, dasar bocah babbo!”. Aku memukul kepala
hongki dan membuatnya tertawa masam.
“hehe hyung, berhentilah memukuli
kepalaku”. Ucapnya meringis.
**************
HYERA POV
Setiap
hari aku banyak menghabiskan waktu dilokasi syuting, scane di malam hari juga
harus disesaikan, karena kami hanya menyelesaikan scane di siang hari, lokasi
syuting tidak terlalu jauh dari kota seoul, jadi memungkinkanku untuk tetap
kembali ke apartement, sudah beberapa kali heechul mengantarku pulang. Hari ini
aku harus melakukan adegan ciuman lagi dengan heechul namun kali ini kami
melakukan scane malam hari di tempat yang berbeda dari lokasi saat kali
melakukan adegan ciuman yang pertama kali.
“tidak usah tegang, lakukanlah
dengan perasaan”. Heechul menyapaku saat
aku membalik-balik scripe yang aku fikir sangat membuatku hampir stres, harus
berapa kali kah heechul menciumku? Dan itu membuatku semakin tidak karuan.
“hahaha. Anio heechul-ssi”. Aku
memaksa terlihat santai dan tertawa didepan heechul.
“ayoo lakukan sekali lagi,
setelah adegan ini kita akan menyelesaikan scane esok untung ending film ini,
nanti setelah itu kita akan lihat hasil kerja keras kalian di Televisi”. Ucap
sutradara memberi semangat pada aku heechul dan pemain yang lain.
“kajja hyera-ssi. Fighting!!”.
Heechul mengelus-elus puncak kepalaku dan tertawa.
“hehe ne heechul-ssi fighting!”.
Balasku lagi.
ROLL!!! CAMERA!!! ACTION!!!!!
*adegan dalam film*
“BAIKLAH!! APA MAU MU!!”.
Heechul membentakku, satu-persatu cairan bening jeluar dari mataku.
“berhenti membentakku, Jebbal!”.
Ucapku paa heechul dengan nada bergetar.
“tapi kenapa kau begini? Apa
yang kau sembunyikan! Katakan padaku!!!”. heechul kembali membentakku da
membuat ku semakin menangis.
“apa kau tidak pernah sadar
oppa! Kenapa kau menyakitiku ! kenapa kau pergi dengan wanita itu, kau tau aku
menunggu sekian lama disini aku tidak tahan melihat kalian, aku membencimu”.
Aku terus menangis, air mataku keluar begitu saja tanpa aku paksa. “cukup , aku
harus pergi, jangan temui aku lagi”.
Heechul
menarik tanganku dan meletakkan kedua telapak tangannya dipipiku, lalu mencium
bibirku spontan aku pun kaget, meski itu memang ada di dalam scripe tapi aku
benar-benar kaget ketika heechul mencium bibirku, seharusnya aku segera
melepasnya, tapi aku terlalu terbawa adegan itu.
End.
CUT!!!!
“Hyera-ssi,
tidak beberapa lama setelah heechul-ssi menciummu, lepaskan secara kasar.
Perhatikan scripe jangan melamun , arratchi?”. Sutradara memintaku agar tidak
melakukan terlalu lama, karena tadi aku begitu terbawa ke dalam acting ku dan
heechul, akhirnya adegan ini harus di ulang kembali, ya aku tidak boleh begini,
aku sudah berjanji.
*********
HEECHUL POV
Aku
merasakan hal yang sama dengannya, tiba-tiba saja aku melakukan semua ini
seakan-akan dengan orang yang aku sayangi, padahal aku tau hyera hanyalah lawan
mainku, dan aku juga bingung entah kenapa hyera juga tidak melakukan adegan
yang sesuai dengan scripe yang ada.
Hari
ini proses syuting sudah selesai tinggal esok hari dan film ini akan siap
tayang, tapi kenapa rasanya ada yang belum tersampaikan, kata-kata hongki masih
terbayang di otakku, sebenarnya siapa pria yang membuat hyera datang kemari. Tapi
tidak mungkin aku bertanya langsung pada hyera, sama saja aku ikut campur dalam
kehidupannya.
aku
melihat hyera membereskan barang-barangnya, tidak salah jika aku mencoba
menyapanya, meski merasa agak gugup berbicara dengan hyera karena kejadian
tadi.
“hyera-ssi..”. hyera langsung
menyembunyikan sebuah kertas yang langsung ia masukan kedalam tasnya dengan
sedikit kaget.
“eh, ne . heechul-ssi”. Hyera
tampak gugup.
“hmm anio, hmm apa kau mau aku
antar pulang? Ya esok hari kita harus menyelesaikan adegan yang ada di scripe,
mungkin saja kita tidak bisa bertemu karena kesibukan masing-masing...”.
“anio!!”. Spontan hyera
mengatakan tidak padaku. “hmm maksudku, ya tidak jangan seperti itu, aku akan
menyempatkan waktu bertemu dengan mu heechul-ssi karena kau baik denganku”.
Tambah hyera, yang membuat ku curiga satu hal.
“hmm arraseo, kajja kita
pergi”. Ucapku pada hyera, dan disambut senyum manis gadis ini.
*************
Saat
di perjalanan aku menyepatkan bertanya beberapa hal pada hyera, ku harap kali
ini hyera lenih banyak bercerita tentang kehidupannya mungkin dari situ aku
dapat menyimpulkansiapa namja yang membuat hyera berani ke seoul.
“hyera-ssi. Bagaimana dengan
indonesia, apakah disana banyak fansku? Haha”. Aku membuka pembicaraan , dan
membuat hyera tertawa geli.
“haha ne, banyak sekali. Setiap
supershow mereka selalu sibuk mengantri tiket, dan mungkin lebih malang jika
mereka tidak menonton konser super junior, ada yang menangis dan mengurung
dirinya dikamar dan tidak mau makan, sangat banyak penggemar super junior, dan
penggemar heechul-ssi tentunya”. Ucap hyera padaku, dan pernyataan hyera tidak
menguatkan kecurigaanku.
“apa kau juga fansku?”. Ucapku
sambil tertawa pada hyera, namun ku lihat hyera tidak tertawa sama sekali, dia
hanya terdiam menatapku. “hmm waeyo? Apa aku salah hyera-ssi?”. Tanyaku ragu,
“anio heechul-ssi, kau tidak
salah. Aku... hmm .. iya siapa yang tidak mau menjadi fansmu kau sangat tampan
bukan”. Jawab hyera, namun aku rasa hyera menyembunyikan satu hal. tidak
lama kemudian ponsel hyera bergetar.
“hmm heechul-ssi, aku angkat telfon sebentar saja, mianheyo”.
“ne, gweancanayo”. Ucapku
membiarkan hyera mengangkat telfonnya.
“ne, eomma?”.
“..........”
“anio eomma, naneun
gweancanayo. Eomma bogoshiposo”.
“.........”
“ne, aku akan pulang ke rumah
setelah syuting film ini selesai dan promosinya juga selesai”.
“........”
“ne eomma, annyeong”.
Hyera menutup telfonnya dan
sedikit mendengus, ia melihat kearah jendela mobil.
“hmm waeyo? Ada masalah? Apa
itu eomma mu?”. Aku beranikan bertanya pada hyera.
“hm gweancana heechul-ssi,
eomma hanya merindukanku, dia menanyakan kapan aku kembali ke indonesia”. Ucap
hyera sambil tersenyum padaku.
“hmm , aku kira terjadi
seseuatu dengan keluargamu disana”. Aku kembali tersenyum pada hyera.
***********
HYERA POV
Hari
ini akan ku selesaikan dengan baik. Hari ini terakhirnya aku syuting dengan
semua krew yang bekerja dalam pembuatan film ini, dengan semua pemain-pemain
yang juga ikut dalam adegan dalam film ini. Dan tentunya apa yang aku impikan
selama ini sudah terwujud, bertemu dengannya, sekaligus menjadi lawan main ku,
meski rasa bahagia itu tidak dapat aku sembunyikan tapi aku harus menjaga
perasaanku, seperti janjiku dulu, aku tidak boleh membiarkan perasaanku
menginginkannya disisiku, apa lagi sampai dia tau bahwa dialah alasan kenapa
aku bisa sampai ke seoul dan terkenal seperti ini. KIM HEECHUL,pernah menjadi
kekasih impianku, ingin bertemu dengannya, menjadi seseorang yang ada
diduniannya, dan itu sudah berhasil aku wujudkan.
Aku
membuka kembali kertas putih yang 2 tahun lalu ku tulis, kertas yang selalu ku
lihat ketika aku berusaha mengikuti semua audisi hingga aku menjadi terkenal
seperti ini, surat yang ku tulis ketika ia sedang menjalani wajib militernya,
surat yang ku tulis ketika aku sangat merindukannya.
“sudah
lama datang?”. Suara sutradara mengagetkan ku segera saja aku masukan kertas itu
kedalam tas ku sembarangan dan segera membungkuk ke arah sutradara.
“ne, tidak terlalu lama.”. pak
sutradara menepuk-nepuk pundakku.
“tolong berikan yang terbaik di
proses syutin kita yang terakhir ini, setelah film ni selesai kita akan
mempromosikan film ini, dan mengenalkan mu pada publik korea, sebagai artis
pendatang baru tentunya”. Ucap sutradara sambil tersenyum padaku.
“haha ne, aku akan melakukan
yang terbaik untuk film pertamaku di negara ini”. Ucapku kembali tersenyum pada
sang sutradara. Lalu ia kembali ke bangku kerjanya.
Ku
lihat heechul sudah datang seperti biasa dia menyapaku ramah, ia duduk
disampingku. Kami juga sempat bercerita beberapa hal yang membuatku tertawa,
heechul sangat lucu , ia sering mengolok-olog para pemain lain dan para krew
yang bekerja, alhasil aku tertawa melihat tingkahnya.
Hari
itu proses syuting selesai, sutrada mengajak kami minum-minum di salah satu
restoran di seoul, karena aku tidak pernah minum alkohol dan apapun itu namanya
aku tidak berniat ikut, hanya mengucapkan salam dan rasa terimakasih saja pada
krew dan artis-artis lain terutama pada sutradara, Aku tidak melihat heechul,
mungkin dia juga tidak bisa ikut dengan para krew, ya tentu saja mereka
mengerti. heechul adalah artis super sibuk, mungkin saja ada jadwal lain yang
menantinya.
Aku
menunggu bis di halte terdekat dari lokasi syuting, jalanan sudah sunyi sekali,
hanya beberapa orang yang kut menunggu bis sepertiku, dari pada aku bosan aku
menghidupkan mp3, lagu yang selalu ku dengar adalah lagu first star yang
dinyanyikan oleh heechul sendiri, lagu soundtrack filmnya tahun 2007, aku ingat
sekali heechul waktu itu, sungguh tampan, masih sama dengan sekarang. Aku menggumamkan lagu itu menyanyikannya
dengan nada kecil, di indonesia aku juga sudah mengeluarkan beberapa album,
namun tidak begitu diminati dan hingga akhirnya aku hijrah ke seoul.
Ku
rasakan kehadiran seseorang duduk disampingku, wangi tubuhnya seperti aku
kenal, namun aku tidak begitu peduli dan tetap menggumamkan lagu yang ku
dengarkan, namun ku lihat wanita-wanita yang berdiri di arah berlawanan dengan
datangnya seseorang yang duduk disampingku melihat histeris ke arahku, aku rasa
mungkin mereka sudah mengenalku sebagai artis, ya mungkin mereka berranggapan
begitu, tapi ada suara laki-laki yang mengikuti nyanyianku, nyanyian dari mp3
yang ku dengar lewat headsed, aku langsung saja melepas headsed yang terpasang
di telingaku dan mendengar suara itu, ternyata itu suara heechul yang ikut
bernyanyi disampingku, ia tersenyum kearahku, dengan mata melotot aku terus
menatapnya tidak percaya.
“omoo!! Heechul-ssi, yogiyo”.
Teriakku kaget.
“hehe mianheyo sudah
mengagetkanmu, tapi kau tidak sadar dari tadi bahwa aku disini, ya jadinya aku
ikut bernyanyi denganmu, lagi pula itu laguku”. Ucap heechul sambil duduk
dengan kedua tangan memasuki kantong celananya.
“ne, mianheyo heechul-ssi.
Keunde, bagaimana kau bisa disini?”. Tanyaku heran.
“menjemputmu, aku dengar kau
tidak ikut dalam acar perpisahan dengan para krew dilokasi syuting, makannya
aku mencari mu disini”. Ucap heechul.
“ohh, bukannya kau sudah pulang
heechul-ssi?”. Tanyaku lagi.
“anio, aku tadi mencari
ponselku yang tertinggal di lokasi syuting bersama dengan seorang krew, dan
kembali ke dalam rombongan, tapi ketika aku sampai kau sudah tidak ada hyera-ssi,
makannya aku tidak jadi ikut, karena kau pasti pulang sendirian”. Jelasnya
panjang lembar.
“hahahaha, gumawoyo, aku sudah
banyak merepotkanmu, padahal aku bukan siapa-siapa”. Ucapku tersenyum padanya.
“haha , suatu hari nanti aku
akan membuat kau jadi siapa-siapaku hyera-ssi, kajja masuk kemobilku . aku akan
mengantarmu pulang, sebelum kita dikerumuni para fans”. Ucap heechul menarik
tanganku, dan mengajak ku kemobil, aku merasa ada blits lampu camera wartawan
sudah mengambil foto kami, ahh para paparazi sepertinya akan membuat berita
heboh.
*********
“urinenun, odisoyo
heechul-ssi?”. Ucap ku pada heechul, dan memperhatikan jalan yang bukan arah
menuju rumahku.
“haha, gweancana. Karena kau
tidak suka minum , kajja somogcha. Aku akan membelikanmu daging sapi kualitas
terbaik korea”. Ucap heechul sambil tersenyum dan mengangkat jempolnya
kearahku.
“hahah oke, no problome, hmm
keunde.. hmm dongsaeng-ii sudah menunggu dirumah, soohyo benci kelaparan”.
Ucapku pada heechul.
“soohyo? Dongsaengmu?”. Tanya
heechul penasaran.
“ne, park soohyo. Dia 4 tahun
lebih muda dariku, dia sedang kuliah disalah satu universitas diseoul”. Ucapku
menjelaskan pada heechul.
“hmm apa dia secantikmu juga?
Hahaha bolehkah untukku?”. Heechul tertawa mendengar pernyataannya sendiri.
“haha, ne . dia sangat cantik.
Soohyo lebih cantik dariku. Hmm tapi dia tidak mencintaimu heechul-ssi, dia
sangat mengagumi Sungmin-ssi”. Ucapku menjelaskan pada heechul.
“waw jinjja? Sungmin-aa? hahaha
akan aku sampaikan pada sungmin nanti”. Ucap heechul tertawa. “lalu, jika
adikmu menyukai sungmin, lalu siapa yang kau sukai di antara member SJ?”. Aku
terkejut mendengar pertanyaan heechul, apa yang harus ku katakan padanya.
“hmm.. aku.. aku menyukai
semuanya, ne, ya semuanya, kalian sangat tampan, ne ... hehe”. Ucapku,
berbohong lagi pada heechul.
“waah berarti kau adalah ELF,
nanti aku akan mendaftarkanmu disalah satu fancafe kami, hihi”. Ucap heechul
cengengesan melihat ku.
“haha tidak usah heechul-ssi,
merepotkan mu saja”. Balasku tsambil tersenyum padanya.
“haha arraseo hyera-ssi, aku
hanya bercanda”. Ucap heechul padaku, dan kami tertawa bersama, malam itu kami
menghabiskan waktu makan malam, aku banyak bercerita tentang keluargaku, dan
heechul juga banyak bercerita tentang masa kecilnya dan keluarganya, tapi
tentunya aku tidak akan menceritakan tentang satu hal. ku harap heechul tidak
pernah tau.
***********************
HEECHUL POV
Aku
membuka selembar kertas putih yang ku temukan di lokasi syuting tepat di tempat
hyera duduk saat proses syuting tadi, ada yang ganjal dengan kertas putih ini,
pasti ini sudah lama sekali. Namun setelah aku fikir-fikir salah rasanya jika
aku membuka kertas itu, aku mengurungkan niat untuk tau apa isi kertas itu, aku
harus mengembalikan pada hyera saat kami melakukan presscon untuk film itu, aku
akan memberikan padanya, hyera pasti sangat membutuhkan ini.
Aku
mengajak heebum menonton televisi dan bermain, aku berniat melihat iklan film
ku yang akan tayang beberapa hari lagi di salah satu stasiun televisi, heebum
terus bermain di hadapanku, saat aku meletakkan remote TV di lantai heebum
menginjak salah satu tombol dan aku melihat salah satu acara TV, mataku
terbelalak ketika melihat foto ku dan hyera di salah satu berita, “Member Super
Junior KIM HEECHUL, dengan aktris pendatang baru asal Indonesia Park HyeRa,
lawan mainnya di film terbaru Kim Heechul menjalin Hubungan spesial cinta
lokasi? Cinta lokasi?!! Mwo!!!!!”. Aku membaca judul berita ini, dan foto ku
malam itu dengan hyera di halte bis, “aishh jinjja!!!”. Aku terus melotot ke
arah TV, dan profil Hyera di bacakan.
“Park Hyera artis pendatang
baru asal indonesia yang baru saja bergabung dalam rumah produksi HOOX
entertainment, menjalin hubungan serius dengan Kim Heechul member super junior
yang sudah selesai melangsungkan wajib militernya beberapa bulan yang lalu,
tidak disangka dari para awak media di indonesia ternyata hyera adalah fans
berat super junior dan tentunya kim heechul dan kabar yang mengejutkan lagi
ternyata membuatnya datang ke seoul adalah kim heechul dan mengikuti audisi di
salah satu rumah produksi, hal itu di ungkapkan hyera saat ia melakukan
presscrom di negaranya sebelum ia memilih seoul untuk meniti karier, belum
banyak yang tau tentang artis pendatang baru ini, dan lebih mengejutkannya
lagi, gadis ini sungguh beruntung bisa bermain dalam film terbaru kim heechul
dan menjadi lawan mainnya, kita tunggu saja klarifikasi dari keduanya”.
Tentunya
aku kaget dengan pemberitaan ini, benar atau tidak nya berita tentang hyera dan
aku, tapi aku sangat kaget dengan pemberitaan hyera yang ternyata meninggalkan
negaranya demi ke seoul hanya karena aku, aku tidak menyangka seseorang yang
dimaksud hyera adalah aku. Dan dari gerak gerik hyera ia tidak pernah
memperlihatkan ketertarikannya padaku, apa yang sebenarnya terjadi.
Aku
segera kekemar dan melihat langsung kertas yang ku temukan di tempat lokasi
syuting kepunyaan hyera, aku yakin semua akan terjawab disana, aku meletakkan
heebum di lantai dan segera ke kemar melihat kertas itu. ku buka pelan-pelan
kertas itu, aku melihat banyak tulisan, dan ini ... ini pasti bahasa negara
hyera , aku tidak mengerti, langsung saja aku membuka laptop dan mengetik satu
persatu kata-kata yang ada di dalam kertas itu , dan langsung saja ku
terjemahkan melalui aplikasi translate bahasa. Dan aku mendapatkan
jawabannya.....
TO : KIM HEECHUL
SUPER JUNIOR
Kau tau, hari ini aku
merindukanmu lagi. Kau tau ingin rasanya aku menangis dan berteriak mengatakan
bahwa aku sangat merindukanmu. Ingin sekali rasanya aku mengehentikan perasaan ini,
tapi rasanya hatiku begitu kaku, hatiku begitu beku. Aku hanya dapat mencintai
satu orang saja, satu orang yang selalu membuatku bertahan, seseorang yang
selalu membuatku tersenyum, sseseorang yang selalu ku rindukan, seseorang yang
tidak pernahku tau dimana ia sekarang, SESEORANG YANG SELALU KU CINTAI.
Taukah berapa banyak air mata
yang telah ku jatuhkan untukmu, taukah bagaimana setiap harinya aku memutar
otak untuk mencari bagaimana caranya dapat bertemu denganmu, meski setiap kali
aku memikirkannya hatiku sangat nyeri tapi apapun itu aku ingin keajaiban dari
Tuhan datang untukku, aku ingin suatu saat nanti kita bertemu.
Orang yang ku rindukan hingga
aku gila, orang yang selalu ku fikirkan hingga hatiku nyeri, orang yang telah
mengisi hatiku hingga aku berniat menunggunya datang padaku. orang yang selalu
ku cintai tanpa aku tau dia nyata atau tidak.
Bebera bulan lagi, aku berniat
ke seoul. Aku akan menetap disana, aku akan mencarimu, aku akan berhasil.
Terimakasih sudah menjadi penyemangat hidupku, karenamu akau bertahan hingga
sekarang, tidak mudah. Tidak mudah mendapatkan popularitas agar aku bisa
seperti ini, aku akan terus memikirkan bagaimana caranya agar bisa bertemu
denganmu.
Setiap kali aku terpuruk dan
terjatuh orang yang pertama kali ku ingat adalah dirimu. Karena itu aku bertahan hingga akhirnya nanti aku
bertemu denganmu.. sekali lagi terimakasih, terimaksih untuk semuanya, sampai
bertemu.....
By: Park Hyera.
HYERA POV
Aku
mencari kertas itu disetiap ruangan di apartement ku, aku sudah menanyakan pada
soohyo juga tadi ia tidak menemukan kertas itu. dimana aku meninggalkannya? Apa
seseorang sudah membacanya, ya Tuhan jangan sampai kertas itu jatuh ketangan
orang yang salah apa lagi jika heechul tau tentang kertas itu.
“eonni, odisoyo? Palliwaa!!
Lihat berita ini?! Mereka menyebutkan namamu!”. Ucap soohyo dari ruang TV, aku
segera berlari kearah soohyo dan mengabaikan dulu tentang kertas itu. betapa
terkejutnya aku ketika ku lihat pemberitaan di TV tentang aku dan heechul,
kenapa bisa begini. Dan kenapa mereka menyebutkan alasan itu kepada publik,
jika heechul tau bagaimana? Jika dia membenciku? Apa yang harus aku lakukan?
Apakah pihak produksi rumah film baruku akan rugi tentang ini. Aish jinjja!!.
Tidak
lama setelah itu ponselku berdering, tertulis nama pemilik HOOX entertainment,
rumah produksi tempat ku bernaung saat ini dikorea. Dengan sedkit takut aku
mengangkat telefonnya, tapi aku harus mampu, inilah resiko jadi artis pendatang
baru, apapun itu aku akan menjelaskan dengan baik.
“yeobseyo
songnim”. Jawabku sopan.
“.............”.
“ne,
besok hari?”.
“.........”
“ne,
aku akan datang ke kantor besok, aku akan mengklarifikasi ini”
“............”
“ne,
ghamsamnida”.
Esok
hari aku harus melakukan klarifikasi tentang hubungan ku dengan heechul, pihak
HOOX memintaku untuk meluruskan semua permasalahan ini, bapak direktur HOOX
tidak begitu marah padaku, ia hanya takut namaku tercemar hanya gara-gara gosip
murahan yang tidak jelas ini.
********************
Home production HOOX entertainment
tower, seoul
Aku
sudah duduk di antara para wartawan didepanku yang hadir dalam klarifikasi
tentang masalah gosip yang tersebar dikalangan masyarakat korea selatan, dan
pihak HOOX juga memperkenalkan ku sebagai salah satu artis mereka. Aku duduk
disamping bapak direktur yang baru saja mengenalkan ku pada publik korea
selatan, bahwa aku sudah masuk kedalam menagementnya dari beberapa waktu yang
lalu, dan sesi tanya jawabpun dibuka. aku langsung saja memulai dan meluruskan
tentang gosip itu.
“annyeonghaseyo, naneun Park
Hyera Imnida, aku berasal dari indonesia, aku mengucapkan banyak terimakasih
pada awak media yang belakangan ini memperhatikan ku, tapi dengan adanya
kesempatan ini aku ingin meluruskan pemberitaan yang ada, aku park hyera tidak
punya hubungan apa-apa dengan kim heechul super junior, kami hanya sebatas
lawan main dalam serial drama terbaru kami”. Ucapku mantap pada wartawan yang
sudah mulai bersuara mengajukan banyak pertanyaan yang mendominan maksud dari
pertanyaan itu sama.
“lalu bagaimana dengan foto
anda pada malam itu hyera-ssi? Apakah kalian pergi berkencan?”. Tanya salah
satu waratawan padaku, aku langsung tersenyum mendengarnya.
“tentu saja malam itu kami
pulang bersama, tapi kami tidak pergi berkencan, berhubung aku hanya
menggunakan bis saat pulang dari lokasi syuting, maka heechul mengantarku
pulang”. Jelasku lagi.
“lalu apakah benar heechul yang
membuat anda kemari dan meniti karier di seoul?”. Salah satu wartawanita yang
bertanya padaku. dan aku berusaha sejujur mungkin.
“tidak semuanya benar, tapi
yang jelas, aku sangat mengagumi pribadi kim heechul”. ucapku singkat, dan itu
cukup mewakili semuanya.
“lalu apa anda mencintai kim
heechul-ssi?”. Tanya seorang wartawan lagi. Dan itu membuatku semakin bingung.
“tidak ada cinta diantara
kami”. Ucapku lalu menutup klarifikasi dan tanya jawab hari itu, sungguh
melelahkan berbohong pada diriku sendiri dan semua orang termasuk kim heechul
“mianhamnida heechul-ssi, tapi ini demi kebahagiaanmu”. Gumamku dalam hati. Dan
klarifikasi pada wartawan hari itu selesai dengan baik, ku harap setelah ini
tidak ada pemberitaan apa-apa tentang aku dan heechul.
*************
HEECHUL POV
Hari
ini aku melihat dia di televisi, hyera mengklarifikasi semuanya. Beberapa
wartawan juga banyak menunggu ku di luar gedung apartement, tapi aku sedang
benar-benar tidak ingin berkata apa-apa, pihak SM tidak terlalu khawatir
tentang pemberitaan ini, aku dan SM sudah sering mendengar pemberitaan yang
tidak bermutu seperti ini, seperti setahun yang lalu saat eunhyuk di beritakan berkencan
dengan IU, padahal semua itu hanyalah rekayasa para paparazi.
“hyung,
apa kau sudah makan?”. Ucap ryeowook dari dapur. Sejak film ku selesai aku
kembali ke dorm bersama member SJ yang lain.
“hmm aku sedang tidak ingin
makan. Mana leeteuk hyung?”. Ucapku pada ryeowook.
“hyung , leeteuk hyung sedang
wajib militer, apa kau lupa?”. Jawab wookie sambil menelan buah pirnya.
“hahahha ya aku hampir lupa,
wookiya. hyung!!! Cepatlah pulang, aku butuh nasehatmu!!”. Teriakku hingga
membuat satu dorm melihat kearahku heran.
“hyung berhentilah berteriak,
jika kau berteriak aku bisa gameover”. Ucap kyuhyun sambil memainkan game
terbarunya.
“ya maknae, aku membencimu”.
Ucapku lalu membawa heebum ke kamar.
“HYUNG SARANGHAE!!”. Teriak
semua dongsaeng-dongsaeng ku dari lantai bawah.
“SARANGHAEDO!!”. Balasku,
sambil tertawa.
Aku
harus beristirahat, esok hari aku harus melakukan promo film ku, bersama hyera
dan yang lainnya. Aku tidak akan menannyakan apapun terhadap hyera, apa lagi
soal kertas itu, aku ingin hyera mengatakannya sendiri padaku.
*************
Aku
sudah melihat hyera sudah hadir dalam acara promo film terbaru kami, ku lihat
para awak media juga sudah memenuhi ruangan. Aku juga melihat pak sutradara dan
beberapa krew yang ikut membuat film ini menjadi sukses, aku segera masuk
keruangan melalui pintu belakang dengan beberapa pengawal, karena di pintu
depan sudah banyak wartawa yan menungguku tentunya menanyakan gosip murahan
yang sudah menjadi pembicaraan akhir-akhir ini.
Aku
segera masuk keruangan dan duduk berdampingan dengan hyera, mungkin hyera tidak
menyadari kehadiranku karena ia sibuk berbicara dengan salah satu pemain yang
ikut dalam serial drama kami ini.
“ehh heechul-ssi, mianhamnida,
aku tidak tau kau sudah datang. Apakah kau sudah lama datang heechul-ssi?”.
Ucap hyera setelah ia sadar bahwa aku sudah duduk disampingnya, namun ekspresi
hyera seperti biasa, tidak menampakan sedikitpun rasa ganjalnya terhadapku.
“ne, gweancanayo hyera-ssi. Aku
baru saja datang, aku fikir kau sudah tidak mengenaliku setelah film ini
selesai”. Ucapku pada hyera, dan membuat gadis itu tertawa sangat manis.
“haha, anio heechul-ssi, aku
masih sangat mengenalimu”. Ucap hyera sambil tersenyum padaku.
Dan
promo film inipun dimulai, satu persatu wartawan menanyakan tentang film baru
ini. Aku , hyera, sutradara , dan pemain lainnya secara bergantian menjawab
pertanyaan wartawan, film ini bercerita tentang gadis yang miskin menjalin
hubungan dengan pemuda kaya raya yang sudah dijodohkan dengan gadis kaya, tentu
saja bintang utamanya aku dan hyera sendiri, ada beberapa pemain lainnya
seperti JiYeon T-ara yang berperan sebagai antagonis, suzzy mis-A, sahabatku jaejong JYJ, dan beberpa pemain
senior lainnya.
Tanpa
disangka ada salah satu wartawan yang menanyakan tentang gosip yang baru
beredar belakangan ini tentang aku dan hyera, aku langsung saja menjawab sesuai
yang dikatakan hyera dalam klarifikasinya beberap hari lalu.
“tentang gosip itu, itu semua
hanya gosip murahan, aku dan hyera adalah teman baik, usia hyera terpaut jauh
dibawahku, dan malam itu kami tidak pergi berkencan, aku hanya sekedar
mengantar hyera pulang”. Ucapku pada awak media sambil tersenyum dan sesantai
mungkin.
“lalu, apa respon anda tentang
pemberitaan bahwa hyera keseoul demi anda?”. Tanya salah satu wartawan lagi.
Dan itu membuat ku memaksakan tawa.
“masalah itu aku tidak pernah
tau, tapi yang jelas hyera kemari tentu demi kariernya bukan demi aku”. Aku
menjawab sambil menatap muka hyera yang kelihatan pucat, aku tau apa yang
dirasakan hyera saat ini, ia takut aku mengetahui kebenarannya.
**********
Setelah
promo film itu aku tidak pernah lagi bertemu hyera, kadang ia menelfonku
menanyakan kabar, atau kadang mengirimi pesan padaku, sama seperti saat proses
syuting film kemarin, hyera tidak sedikitpun berubah, hanya saja kami tidak
lagi pernah bertemu, aku juga sibuk dengan jadwal ku bersama SuperJunior, dan
beberapa pekerjaan lainnya.
HYERA POV
Tidak
sedikitpun aku berubah pada kim heechul, aku selalu baik atau menyempatkan diri
menelfonnya, aku rasa heechul tidak percaya pada pemberitaan media, dan aku
harap heechul tidak tau apa-apa tentang perasaanku padanya, aku sudah berjanji,
aku tidak boleh begini pada heechul. bukankah aku pernah katakan heechul adalah
idola ku sejak 4 tahun lalu hingga esok, ia punya kehidupannya, aku bukanlah
yang terbaik.
Hari
ini aku ngin mengurus keberangkatan ku ke indonesia, aku sudah berjanji pada
eomma akan pulang setelah film selesai. Soohyo adik sepupuku memilih tetap
diseoul, karena ia pun sibuk kuliah. Dan tidak ada waktu untuk kembali ke
indonesia, aku mungkin pulang beberapa hari saja, melepaskan rindu pada eomma,
appa dan semua keluargaku.
“aku berangkat besok, jaga
dirimu disini, jangan bawa teman laki-laki, jangan kotorkan apartement, jangan
keluyuran malam, jangan suka menelfon orang yang tidak jelas, jangan datang ke
acara apapun, dan ingat berhemat, jika kau langgar, aku akan menyruh eommamu
memulangkanmu ke indonesia, arratchi?”. Ucapku pada soohyo yang
mengangguk-angguk sambil melahap beberapa potongan mangga.
“ne, eonni. Eonni sampai kan
salam ku pada eommaku, dan eommamu ne, sampaikan pada semua nya, katakan aku
merindukan mereka”. Ucap soohyo sambil cemberut.
“ne, saat libur nanti kau bisa
pulang, aku hanya pergi beberapa hari saja. Hmm yasudah tidur sana, aku ingin
mengepak barangku”. Ucapku pada soohyo yang langsung masuk ke kamarnya.
“EONNI!! JANGAN LUPA BAWAKAN
AKU MAKANAN YANG ENAK BUATAN EOMMA!!”. Teriak soohyo dari dalam kamarnya
sebelum ia tidur.
“NE, AKU AKAN MEMBAWAKAN
MAKANAN UNTUKMU!!”. Jawabku, sambil tersenyum, “bocah itu, selalu saja manja”.
**********
HEECHUL POV
Sudah
2 hari ponsel hyera tidak aktif, ia juga tidak lagi menelfon ku atau mengirim
pesan padaku seperti biasanya, aku bermaksud mengecek ke apartemennya, ya mungkin
terjadi sesuatu pada hyera, mungkin saja gadis itu sakit.
Aku
segera meluncur apartement hyera yang berada didaerah elite gangnam, di
perjalanan aku sengaja mempir ke satu super market dan membeli beberapa makanan
untuk hyera. Sesampai di apartemennya aku bertanya pada pusat pelayanan di
apartement itu, ternyata no ruangan apartemennya di lantai 12 no 422. Aku
segera menaiki lift. Sesampai di depan pintunya aku memencet beberapa kali bel.
“ne, nuguya??”. Ucap seorang
gadis dari balik pintu.
“kim heechul imnida”. Ucapku.
“kim heechul? nugu? Mwo!!!!!
Kim heechul super junior!!! Ne arraseo oppa, changkaman ne!!” teriak gadis itu
dan membuat ku sedikit kaget.
“igomwoya?”. Gumamku pelan.
Dan gadis itu segera membukakan
pintu. “annyeonghaseyo oppa, naneun soohyo imnida”. Ucapnya sambil membungkuk
dan mepersilakanku masuk kedalam, aku segera membalas sedikit membungkuk dan
masuk kedalam ruang apartement hyera, aku rasa ini adalah adik sepupu hyera
yang ia ceritakan padaku.
“hmm apakah oppa mencari
eonniku?”. Tanya soohyo padaku.
“hmm ne, apakah dia ada di
sini?”. Tanyaku lagi.
“hmm eopso oppa, eonni pulang
ke indonesia dua hari yang lewat, dan mungkin akan kembali lusa, hmm apakah dia
tidak memberi tahu oppa?”. Tanya soohyo padaku, tentu saja aku tidak tau jika
hyera kembali ke indonesia, namun cukup melegakan karena ia kembali hanya untuk
sementara.
“hmm eopso, hyera-ssi tidak
memberitahuku”. Ucapku pada soohyo dengan nada sedikit kecewa.
“hmm gweancana oppa, aku masih
ada, hahahah”. Ucap soohyo sambil tertawa padaku, dan aku pun ikut tertawa
mendengar soohyo.
“hmm soohyo-ya, apa kau bisa
sedkit bercerita tentang eonnimu, dia orangnya bagaimana?”. Tanyaku pada
soohyo, ku harap aku banyak mendapat informasu tentang hyera dari dongsaengnya
ini.
“hmm eonni itu orangnya sangat
cerewet oppa, dia sangat aktif, dia tidak bisa diam. Eonni itu yojja
satu-satunya milik eommanya, eonni punya satu orang oppa, dan satu orang
dongseng namja. Hmm apa eonni tidak pernah bercerita padamu oppa?”. Tanya
soohyo heran.
“hmm ne, dia sering bercerita
padaku, dan memang dia orang yang selalu berbicara tanpa lelah, kadang bahasa
koreanya di campur bahasa inggris, kadang aku juga tertawa mendengar bahasa
koreanya yang tidak begitu bagus”. Ucapku pada soohyo, dan kami tertawa.
“haha ne, eonni ku memang
seperti itu, kadang dia sendiri tidak menyadari apa yang di ucapkannya, hmm apa
kau tau suatu hal tentang eonni?”. Tanya soohyo padaku, dan aku tidak mengerti
dengan pertanyaan soohyo padaku.
“hmm maksudmu?”. Tanyaku
penasaran.
“hmm akan aku tunjukan suatu
rahasia padamu, tapi kau harus berjanji tidak memberi tahu pada media, apa lagi
eonni, aku bisa-bisa dipulangkan ke indonesia”. Ucap soohyoo, dan aku mengikuti
soohyo dari belakang, sepertinya ia membawaku kesebuah ruangan.
“kajja masuk, ini kamar eonni,
oppa. Kau bisa lihat sendiri bukan, disini banyak foto-foto dan gambar-gambar
mu”. Soohyo menunjuk satu dindin yang dipenuhi dengan bingkai foto dan disana
banyak terdapat fotoku. Aku terkejut sekali melihat ini kamar hyera, bantal,
gelas, semuanya ada namaku, ada nama Super Junior, dan yang paling membuat ku
kaget saat aku melihat fotoku dalam ukuran skala yang cukup besar terpampang di
salah satu sisi dinding.
“igo... sejak kapan?”. tanyaku
pada soohyo.
“hmm sejak 4 tahun yang lalu,
eonni selalu menyimpan semua nya dengan baik, hingga akhirnya kami memutuskan
ke seoul, eonni tetap menempel semua ini di kamarnya, mari aku tunjukan lagi”.
Soohyo mengajak ku ke ruang kerja hyera, disana ia membuka komputer kepunyaan
hyera, ia membuka bebera file.
“igo, mwoya?”. Tanyaku lagi
pada soohyo.
“coba baca semua ini, lihat
ini, coba lihat semua ini?”. Soohyo menunjuk document-document milik hyera,
semua isi hati hyera terhadapku, semua video-video tentangku yang ia punya,
lagu-lagu superjunior, dan banyak lagi. Aku hanya bisa terdiam menatap semua
kenyataan tentang hyera, aku tidak menyangka, gadis yang biasa-biasa saja
dihadapanku tapi menyimpan begitu dalam perasaan.
“oppa, aku tau kau tidak
terlalu kaget, karena aku tau kau yang menemukan kertas kepunyaan eonni, oppa
jangan salah sangka jika aku menunjukan semua hal tentang eonni, dia sangat
mencintaimu, dan aku tidak ingin eonni ku memendam perasaannya selama
bertahun-tahun, benar yang diberitakan para wartawan, eonni kemari karena
dirimu, eonni sangat mengagumimu, ia sangat mencintaimu, tapi dulu sebelum ia
ke korea eonni berjanji dihadapanku, bahwa ia tidak akan memberi tahu siapapun
tentang perasaannya, aku tidak tau persis alasannya karena apa, tapi yang jelas
eonni sangat menginginkanmu bahagia dengan gadis pilihanmu, dulu eonni sangat
membenci ahn sohee karena ia tau bahwa kau sangat mencintainya, tapi lama
kelamaan eonni sadar bahwa kebahagiaanmu adalah segalanya, dan ia sadar ia
hanyalah seorang fans yang mendapatkan kekuatan luar biasa dari idolanya,
eonniku memang begitu oppa, jika ia sering menyusahkanmu aku sebagai
dongsaengnya meminta maaf padamu”. Soohyo menceritakan semuanya, aku hanya
terdiam dan terus tertegun, aku tidak menyangka hyera sejauh ini menggunakanku
didalam kehidupannya.
“hmm gumawo soohyo-ya sudah
memberiku banyak informasu tentang hyera, aku kira hyera tidak punya perasaan
apa-apa terhadapku, karena selama ini dia tidak meberiku tanda-tanda yang bisa
ku baca”. Ucapku pada soohyo, dan ia tersenyum padaku.
“hehehe oppa ini tidak gratis”.
Ucap soohyo dan membuat ku heran.
“maksudmu?”. Tanyaku lagi.
“karena aku sudah membantumu,
maka jebbal bantu aku untuk mendapatkan tanda tangan sungmin oppa, atau
foto-fotonya? Ayolah ajak aku bertemu dengan sungmin oppa, aku sangat
menyukainya, neomu jhua!!”. Ucap soohyo bersemangat, dasar bocah ini, ternyata
informasi yang ku dapat darinya tidak gratis.
“ya, jadi kau menjual perasaan
kakak mu demi mendapatkan tanda tangan lee sungmin?”. Tanyaku melotot
kearahnya.
“haha keure!! Aku memang begitu
haha, keunde jebbal oppa tolong aku”. Ucapnya sambil memohon padaku.
“arraseo, arraseo. Aku akan
membantumu, tapi hmm haruskah ku beritahu pada hyera bahwa kau membocorkan
rahasianya?”. Tanyaku sambil mengangkat kedua alisku.
“mwo!!! Andwae, anio oppa, nanti
hyera akan mencincangku, hyera itu kalau marah sangat menakutkan, aku saja
pernah di lempar dari jendela”. Ucap soohyo sambil memainkan kuku-kukunya.
“omoo!! Jinjjaya?”. Tanyaku.
“haha anio, hyera tidak sekejam
itu”. jawab soohyo dan membuatku tertawa melihat dongsaeng hyera yang tidak
kalah menyebalkan dari eonninya.
************
HYERA POV
Aku
tiba di aiport jam 9.00 pagi waktu seoul. Aku segera menuju ke apartement,
soohyo mungkin sudah gila karena tidak kemana-mana selama aku pulang ke
indonesia, selain pulang pergi ke kampusnya.
“soohyo-ya!!! Odisoo?!!”.
Teriakku saat baru masuk.
“ne!! Naneun yogiyo
eonni-yaa!!!!! Apa kau sudah pulang!!???”. Teriaknya dari dalam kamar mandi.
“ne, palliwa. Apa yang kau
lakukan di sana?!”. Teriakku dari ruang TV.
“hehe ne eonni, aku disini.
Odiso makananku?”. Tanya soohyo yang baru saja keluar dari tempat persemediannya
di dalam kamar mandi.
“igo, hmm igodo. Ya makan lah
semuanya, anymogo!”. Ucapku pada soohyo yang langsung memakan satu persatu
oleh-oleh yang dititipkan eommanya padaku
“hmm apakah ada seseorang yang
mencariku?”. Tanyaku pada soohyo.
“ne, hana saramyeon. Kim
heechul oppa”. Jawabnya sambil mengunyah makanan yang memenuhi mulutnya.
“hmm heechul? apa dia kemari?
Apa yang dia katakan? Apakah dia marah karena aku tidak meberi tahunya bahwa
aku pulang ke indonesia?”. Tanyaku penasaran.
“hmm aku rasa begitu, sebaiknya
kau menemuinya, jika kau menelfonnya dia tidak akan mengangkat telfonmu lagi,
bayangkan saja jika idola membenci fansnya, aigoo. Aku tidak ingin itu terjadi
padaku”. ucap soohyo mulai menakutiku.
“jinjja? Eottokae?? Aku harus
bagaimana?”. Tanyaku lagi pada soohyo.
“hmm heechul hanya memberiku
kertas ini, sepertinya ini sebuah alamat, ia memintaku memberikannya padamu
setelah kau pulang ke seoul”. Ucap soohyo sambil menyodorkan selembar kertas
yang berisi alamat seseorang. “hmm aku sarankan
eonni cepat kesana, sebelum heechul membencimu, aigoo”.
********
HEECHUL POV
Aku
membuat rencana cemerlang dengan soohyo, gadis itu cukup lihai mengelabui eonni
nya, aku berharap soohyo menjalankan tugasnya dengan baik, setelah aku mengemis
pada sungmin untuk memeberikan tanda tangannya, padahal hari itu sungmin sedang
kuliah, sungmin melanjutkan lagi pendidikannya untuk mendapatkan gelar master,
dan aku rela saja mengemis pada sungmin demi rencana ku dan soohyo, agar ia mau
bekerja sama denganku. Ponselku berdering, aku menerima satu pesan, ternyata
dari soohyo.
“oppa,
eonni sudah tiba di seoul. Dia sedang bersiap-sipa menuju alamat yang kau
berikan , rencana berhasil . oppa... fighting!!”
Aku
segera bersiap-siap menuju alamat yang ku berikan pada hyera, alamat itu tidak
terlalu jauh dari dorm, aku segera meluncur ketempat itu. kulihat di kursi yang
aku pesan untuk hyera ia sudah duduk manis menungguku, aku amati dia dari jauh
sepertinya wajah gadis itu tetap santai dan baik-baik saja. “apa-apaan dia?”.
Gumamku.
“sudah lama menunggu
hyera-ssi?”. Sapaku saat aku menghampirinya, ia langsung membungkuk dan memberi
salam padaku. “silahkan duduk”. Ucapku padanya.
“ne, gumawoyo heechul-ssi,
mianhamnida”. Ucap hyera padaku.
“hmm mianhe?? Waeyo?”. Tanyaku padanya
, pura-pura tidak tau.
“hmm mianhamnida, tidak memberi
tahumu bahwa aku kembali ke indonesia beberapa hari, aku rasa aku akan
merepotkan mu nantinya”. Ucap hyera nadanya seperti menyesal.
“hmm apa kau menyesal?”.
Tanyaku lagi.
“ne, jeasonghamnida heechul-ssi”.
Jawabnya.
“hmm apa aku boleh bertanya
satu hal?”. ucapku pada hyera, dan sepertinya ia semakin takut.
“n.. ne.. ne”. Ucap hyera
kalut.
“apa kau menyukaiku?”. Tanyaku
pelan.
“ANIO!!!! ANI!! EOPSO!!”.
Jawabnya spontan dan sedikit berteriak dan membuatku kaget, “miaheyo, maksudku
aku tidak mungkin menyukaimu, aku maksudku, aku tidak, aku...”.
“jadi benar kau tidak
mencintaiku , seperti yang dikatakan para wartawan?”. Tanyaku lagi pada hyera.
“ne, ya seperti yang ku ucapkan
pada wartawan aku, tidak mencintaimu, aku akan menikah dengan lee seung gi,
atau hyun bin, atau siwon”. Ucap hyera mengelak dariku.
“jinjja?”. Tanyaku lagi
padanya.
“ne, jinjja”. Ucapnya sambil
mengalihkan pandangannya kekiri.
“hahaha arraseo, kajja mogo!!
Aku memesankan banyak makanan untukmu, apa kau pernah minum?”. Tanyaku pada
hyera.
“hmm kajja, aku akan
mencobanya, lagi pula aku tidak pernah minum jadi aku ingin mencobanya”. Jawab
hyera semangat dan membuatku kaget, aku tertawa dan dia pun ikut tertawa.
Aku
dan hyera malam itu cukup mabuk, gadis itu cukup banyak minum, dia terus
meminta, padahal aku sudah melarangnya, aku juga tidak kalah pusing, aku
menggedong hyera keluar club itu. sudah sangat larut malam, tidak mungkin aku
mengantarkan gadis mabuk seperti ini ke apartement nya, sebaiknya aku
membawanya menginap di apartemen pribadiku, mustahil juga jika aku membawa
hyera ke Dorm, bisa-bisa aku ditendang keluar oleh para dongsaengku.
******
AUTHOR POV
Heechul
memapah hyera menuju kamarnya, mereka sama-sama mabuk, hyera baru sekali ini
merasakan mabuk yang sangat membuat dirinya sempoyongan, heechul juga tidak
kalah mabuk dari hyera, heechul segera keluar dari mobil setelah sampai didepan
apartement miliknya. Setibanya didalam,
“heechul-ssi, uri odiso?”. Ucap
hyera, melihat sekitar ruangan yang gelap.
“apartementku, aku tidak berani
mengantarmu pulang ke apartement mu, ini sudah sangat larut malam”. Ucap
heechul, dan...
BRUK!!
“ahh!!”. Teriak Hyera yang
terjatuh di samping ranjang, karena heechul tidak berhasil menempatka hyera
disana, dan heechul pun ikut terjatuh disamping hyera.
“gweancana??”. Ucap heechul
pada hyera.
“ne gweancana, hmm apa aku
sedang mabuk?”. Tanya hyera polos pada heechul.
“hmm aku dan kau sedang mabuk,
apa kau tidak pernah mabuk sebelumnya?”. Tanya heechul, memandangi gadis itu.
“ne, aku tidak pernah merasakan
pusing seperti ini, hmm “. Gumam hyera sambil memegang kepalanya.
“kajja gunakan pundakku”. Ucap
heechul sambil menepuk pundaknya.
“anio, aku akan menggunakan
pundak suami ku suatu saat nanti”. Ucap hyera dalam keadaan mabuk.
“haha. Ya apa kau benar-benar
tidak menyukaiku?”. Ucap heechul mendekkan mukanya ke hadapan hyera.
“anio, aku tidak bisa
menahannya cintaku, aku...”. ucap hyera memandangi mata heechul yang hanya
berjarak beberapa centi darinya.
“apa kau benar-benar tidak
menginginkanku?”. Ucap heechul semakin mendekati mukanya ke muka hyera.
“jika kau meminta akan aku
lakukan”. Ucap hyera, dan heechul mencium bibir gadis itu lembut, hyera
membiarkan heechul menciumnya, meraba punggungnya, melekatkan tubuh gadis itu
dipelukannya. Hyera membiarkan heechul menguasainya malam itu, dalam keadaan
mabuk hyera hanya bisa menikmati apapun yang ia rasakan, tanpa ia pungkiri ia
juga menginginkan saat-saat bersama dengan heechul.
HYERA POV
Aku
merasakan tiupan angin pagi, tubuhku begitu terasa ringan, namun kepalaku
terasa berat sekali, aku membuka mata pelan-pelan, ku lihat langit-langit kamar
yang tidak sama dengan langit-langit di apartement ku, mungkin aku sedang
bermimpi, namun mata ku kembali terbuka, memaksaku untuk sadar dan terjaga,
ternyata aku tidak sedang bermimpi, tetapi ada yang aneh dengan tubuhku.
Aku
melihat kebawah dan benar saja, aku tidak memakai satu helai pun baju, termasuk
pakaian dalam, aku terkejut, sempat ingin berteriak, namun gagal setelah aku
melihat wajah heechul yang tertidur polos disampingku, dengan berbalut selimut
tanpa baju tentunya, aku berfikir suatu hal telah terjadi pada kami berdua, aku
terus mengingat kejadian tadi malam, dan aku berhasil mengingatknya, ternyata
aku dan heechul mabuk.
Aku
terus memandangi wajah heechul yang tertidur nyenyak, aku mencium keningnya
lembut, aku segera turun dari ranjang dan mengenakan pakaian ku yang sudah
berserakan di atas lantai, apapun yang ku lakukan berasama heechul tadi malam
lebih baik aku memikirkannya dirumah saja, aku segera keluar dari apartement
heechul dan pulang ke apartementku.
********
Gangnam-gu, Seoul, Apartement 12,
no 442
“eonni!!!! Kenapa kau baru
pulang pagi begini?!!”. Ucap soohyo saat melihat ku baru masuk.
“ya! Aku sedang tidak enak
badan, tolong buatkan aku teh hangat”. Ucap ku pada soohyo yang tampak
kebingungan. Dan ia segera kedapur membuatkan ku teh hangat.
“eonni, apakah heechul
memukulimu?”. Tanya soohyo penasaran.
“anio, heechul baik padaku,
kami makan malam bersama”. Ucapku pada soohyo tanpa menceritakan yang
sebenarnya padanya.
“hmm lalu kenapa kau pulang
pagi-pagi seperti ini?”. Tanya nya lagi.
“aku menginap dirumah jiyeon”.
Ucapku pada soohyo berbohong. Memang setelah mengenal jiyeon dalam film yang
sama, aku dan dia menjadi teman akrab dan dekat, jiyeon memang mempunyai wajah
yang sedikit ketus, tapi jiyeon adalan artis JYP yang baik, dia juga sangat
ramah.
“ohh jiyeon eonni, hmm arraseo.
Istirahatlah, aku ingin bersiap-siap kuliah”. Ucap soohyo dan meninggalkan ku
terbaring di sofa didepan TV. Tidak lama setelah soohyo pergi ponselku
berdering, satu pesan masuk, dari kim heechul?
“hyera-ssi,
maafkan aku atas kejadian ini. Aku tidak bermaksud melukaimu, apakah kau
baik-baik saja?”
Replay:
“ne,
gweancana. Aku juga tidak ingat apa-apa,lupakan saja heechul –ssi ^^”.
Replay:
“aku
akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa”.
Pesan
terakhir heechul membuat ku bertanya, benarkah aku telah melakukannya, sungguh
memalukan, seharusnya ini tidak boleh terjadi.
***********
Sudah
hampir dua bulan kejadian itu berlalu, aku dan heechul juga tidak pernah lagi
berkomunukasi, ku dengar heechul sedang melakukan world tournya ke berbagai
negara di dunia, aku juga sibuk dengan iklan dan sibuk mengatur jadwal film
baru ku. Beberapa sutradara memintaku membintangi film lagi, karena itu aku
juga ekstra kerja keras, memang belakangan ini aku tidak pernah istirahat yang
cukup, kadang terasa mual yang sangat luar biasa, dan rasa pusing yang cukup membuatku
kalang kabut, tapi aku terus bekerja keras demi karier ku di seoul.
Siang
ini aku melakukan empat adegan dalam film ku yang baru, kali ini aku tidak
sebagai bintang utama, namun sebagai peran pendamping, pemain kali ini
kebanyakn dari artis HOOX, lee seung gi oppa membintangi nya, dipasangkan
dengan member girlband yang sangat cantik YoonAh SNSD. Aku beristirahat
sejenak, namun sutradara menyuruhku istirahat full dirumah hari ini, ia
khawatir melihat wajahku yang semakin pucat, beberapa minggu lalu aku sudah
membeli sabuah mobil dari bayaran ku dalam film lalu dan cukup berhasil film
itu mendapat rating yang sangat baik.
Aku
melaju menuju apartement perutku semakin sakit, aku yakin ini karena aku tidak
teratur makan, dan mungkin karena datang bulan, sampai di kamar aku menjerit
kesakitan, hingga akhirnya aku tidak sadarkan diri.
************
HEECHUL POV
Seoul Asing Medical Center,
SEOUL
Aku
segera berlari menelusuri lorong rumah sakit, aku baru saja mendarat di seoul
dan aku menerima telfon dari soohyo bahwa hyera baru saja masuk rumah sakit. Soohyo
tidak sedang berada di seoul, ia harus melakukan study tour nya ke luar kota,
segera saja aku menuju kamar rawat inap tempat hyera.
Aku
duduk di luar kamar, karena dokter sedang memeriksa keadaan hyera, aku takut
terjadi apa-apa dengan gadis itu, tidak lama dokterpun keluar dan memanggil
keluarga pasien.
“apakah tuan keluarga
hyera-ssi?”. Ucap dokter itu padaku.
“bukan, aku temannya, dia hanya
tinggal bersama adik sepepupunya di negara ini, dan adiknya sedang berada
diluar kota baru kembali empat hari lagi”. Ucapku menjelaskan pada dokter itu.
“baiklah, ikutlah denganku”.
Ucap dokter itu, dan aku mengikutinya menuju salah satu ruangan mungkin saja
itu ruangan kerjanya.
“maafkan kami, kami tidak bisa
menolong nyawanya”. Ucap dokter itu dan membuat jantungku berdetak sangat
kencang.
“maksud dokter?”. Ucapku lagi,
memastikan.
“bayi hyera tidak dapat
tertolong, umur janinnya sudah hampir 1 bulan lebih, keadaan hyera akhir-akhir
ini sangat lemah hingga akhirnya janinnya tidak dapat bertahan lama”. Ucap
dokter itu dan membuat tenggorokan ku terasa tersekat, rasanya aku tidak
percaya akan hal ini, tapi janin? Dan aku mengingat satu hal.
******
Aku
menatap tubuh hyera yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit, aku duduk
disampingnya, aku menyadari hal ini dan air mataku satu persatu jatuh, hyera
tidak pernah memberi tahuku akan hal ini, saat ia membutuhkan kasih sayang aku
malah jauh darinya, kini hyera harus kehilangan janinnya bukankah hyera bilang
ia akan baik-baik saja padaku, aku sudah mengabaikan hyera aku sudah banyak
membuatnya menderita, kali ini ia harus kehilangan bayinya.
“naneun odiso?”. Ucap hyera,
sadar dari pingsannya, aku segera menghapus air mataku sebelum hyera
melihatnya. “heechul-ssi, kenapa kau bisa disini?”. Tanya hyera padaku dengan
suara lemahnya.
“hmm ani, kau tadi pingsan
dirumah dan petugas apartement membawamu kemari, soohyo menelfonku dan
menyuruhku menjagamu dirumah sakit”. Ucapku pada hyera.
“apa yang terjadi denganku
heechul-ssi? Dan kenapa kau seperti baru menangis”. Tanya hyera
memperhatikanku.
“hyera-ssi, apa kah terasa
sakit? Kenapa kau tidak memberi tahuku? Apakah sakit sekali hingga kau tidak bisa
menahannya?”. Ucapku pada hyera, dan aku tidak bisa menahan air mataku.
“heechul-ssi? Waeyo? Apa yang
terjadi? Aku hanya sakit perut datang bulan, dan akhir-akhir ini aku sering
telat makan, tapi kenapa kau seperti ini? Ada yang salah kah dengan perutku?
Apa aku menderita usus buntu?”. Tanya hyera, dan membuatku kaget, apa benar
hyera tidak mengetahui bahwa ia baru saja hamil.
“apa kau benar-benar tidak
tau?”. Tanyaku pada hyera, dan dia menggeleng lemah, air mataku tidak
terbendung lagi, aku menggenggam tangan hyera dan menangis.
“heechul-ssi, apa aku ha...
mil?”. Tanya hyera padaku.
“ne, kau hamil dan kau baru
saja kehilangan janinmu, kau keguguran hyera-ya, kau .... kau ... mianhe”.
Ucapku pada hyera dan aku menangis. “hyera-ya, mianheyo. Aku sudah mengahancurkan
mu seperti ini, aku sudah menodaimu, dan disaat kau membutuhkan kasih sayang
aku tidak ada disampingmu, mianhe, jeongmal mianhe”. Ucapku pada hyera, dan
hyera tersenyum padaku dengan kedua pipinya yang sudah dipenuhi air mata.
“oppa... gweancanayo.. aku
baik-baik saja, aku juga tidak menyadari bahwa aku mengandung anakmu,
seharusnya aku yang minta maaf karena sudah mengabaikan pemberian tuhan,
tubuhku terlalu lamban untuk menyadari hal ini, aku juga tidak tau... akuu
jugaa,.. “. Hyera menangis dan aku segera memeluknya, aku tidak ingin hyera
sakit seperti ini, sudah banyak air mata yang ia keluarkan demi aku.
********
Sore
itu hyera boleh keluar dari rumah sakit, kondisi hyera sudah membaik, aku
menemani hyera, dan mengantarnya ke apartement, seperti biasa hyera sudah
kembali pulih dan sehat. Kami berencana menyembunyikan ini dari semua orang
termasuk soohyo sepepu hyera, ia tidak akan menerima eonni kesayangannya harus
kehilangan bayinya di usia muda seperti ini.
“heechul-ssi , aku sudah baikan,
hmm apakah kau tidak berniat kembali beraktifitas?”. Ucap hyera sambil
tersenyum padaku dan membereskan rumahnya yang berantakan di tinggal sehari
olehnya.
“ya hyera-aa, kemarin kau
memanggilku oppa, kenapa sekarang kau berubah memanggilku heechul-ssi?”.
Tanyaku pada hyera.
“hmm jinjja? Hahha arraseo
op... oppa.. haha”. Ucapnya sambil tertawa. Aku pun ikut tertawa.
“hmm ya sudah aku akan kembali
bekerja, jaga dirimu baik-baik, dan tolong jangan bekerja terlalu keras”.
Ucapku pada hyera dan ia mengangguk sambil tersenyum kearahku, dan aku segera
mengucapkan salam pada hyera dan segera pergi .
********
HYERA POV
Hari
ini para pemain di film terbaru ku datang menjenguk ke apartement ku, barusan
sutradara menelfonku dan berencana datang kemari setelah proses syuting
selesai. Tidak beberapa lama bel pun berbunyi aku segera membukakan pintu untuk
mereka.
“annyeonghaseyo hyera-ssi!!!”.
Ucap beberapa pemain yang datang beserta pak sutradara.
“annyeonghaseyo, silahkan
masuk. Mianhe apartement ku tidak terlalu besar, karena hanya ada dua orang
penghuninya”. Ucapku tersenyum pada teman-teman ku dalam drama terbaru ku.
“hyera-ya, bagaimana keadaanmu?
Apakah sudah membaik?”. Tanya Seung Gi, seung gi adalah artis HOOX
entertainment, Seung Gi sudah lebih lama masuk dalam menegament HOOX, seung gi
adalah hallyu yang sangat bersinar, namanya sudah sangat terkenal di asia. Saat
aku masih kuliah, aku juga sangat mengagumi seung gi karena actingnya yang
sempurna.
“hmm gweancanayo oppa, aku
sudah baik sekarang , aku hanya keletihan dan tidak makan dengan teratur”. Ucap
ku pada seung gi dan ia mengelus-elus kepalaku, seung gi memang sudah
menganggapku seperti adiknya, terlebih lagi aku adalan juniornya di HOOX
menegament.
“cepat sembuh nak, masih banyak
adegan yang harus kau selesaikan,
hahaha”. Ucap sutradara padaku sambil bercanda, aku ikut tertawa
mendengarnya.
Hari
itu mereka cukup lama di apartement ku, walau aku terbilang artis pendatang
baru, tapi para seniorku sudah sangat akrab denganku, aku sangat bahagia bisa
dikelilingi orang-orang yang menyayangiku, meski tanpa heechul disini, tapi aku
yakin heechul akan baik-baik saja.
********
HEECHUL POV
“hyung, kau harus semangat!
Kami akan mendukungmu, tapi apa kalian memang sudah melakukannya?”. Tanya
wookie padaku, setelah aku menceritakan semuanya pada semua member SJ.
“ne, aku melakukannya dalam
keadaan mabuk. Aku tidak menyangka akan seperti ini, gadis itu sudah banyak
sakit karena ku”. Ucapku pada mereka.
“hyung, mungkin sangat
menyakitkan baginya, apa lagi ia harus kehilangan janinnya, hmm aku rasa kau
perlu menikahinya”. Donghae memberiku saran.
“ya babo!! Kau fikir semudah
itu menikah apa!”. Plak! Kangin memukul kepala donghae, dan donghae hanya
meringis kesakitan.
“aku akan menikahinya”. Ucapku
mantap, dan semua dongsaeng ku terbelalak kearahku.
“MENIKAH???”. Semua dongsaeng
ku berseru kompak.
“ne, waeyo? Apa aku salah? Aku
sudah menikmati tubuhnya, membiarkan ia menahan sakit sendiri, apakah aku
salah?”. Tanyaku pada mereka.
“hyung, itu adalah yang
terbaik. Aku mempercayaimu”. Ucap donghae sambil menepuk-nepuk pundakku.
“aku ingin tidur, aku akan
memikirkannya lagi besok”. Ucapku, lalu meninggalkan dongsaeng ku yang juga
ikut pusing karena masalahku.
********
“apa kau serius heenim?”. Ucap
eomma padaku, hari ini aku memutuskan kerumah eomma, dan meminta pendapatnya.
Sebenarnya aku tidak ingin menceritakan kejadian sebenarnya tapi aku harus
jujur, eomma harus tau ini.
“eomma
sebenarnya..............................”.
Aku
menceritakan semua kejadian itu dari awal hingga akhir, aku juga sangat
menyayangi hyera, dia wanita yang sudah banyak berkorban demiku, hyera juga
tidak pernah menuntutku bertanggung jawab atas kegugurannya, aku menceritakan
semuanya meskipun eomma sedikit kecewa denganku.
“hmmm bawalah dia kerumah,
kenalkan gadis itu pada ku, heenim aku tau kau anak yang baik”. Ucap eomma
padaku dan aku memeluk eomma, heejin nunna ku hanya bisa menatapku, heejin
sudah lebih tau hal ini, karena saat kejadian itu aku langsung menceritakan
pada nunna ku ini.
*************
Beberapa
hari setalah aku meminta izin pada eomma aku memutuskan bertemu dengan hyera
dan membicarakan hal ini dengan hyera, Aku menjemput hyera di apartemennya ,
aku sudah menghubunginya dan menyuruhnya menunggu di luar gedung.
“kajja, masuklah”. Aku
mempersilahkan hyera masuk kemobilku dan membukakaknya pintu.
“ne, palliwa heechul-ssi ,
sebelum banyak orang yang melihat”. Ucap hyera padaku. aku segera menahan dan
mengenggam lengannya.
“semua orang akan tau, karena
aku akan bertanggung jawab hyera”. Ucapku pada hyera, dan aku segera naik dan
melaju menuju apartement pribadiku.
Kami
sampai beberapa menit setelah itu, didalam perjalanan hyera hanya diam tidak
seperti biasanya, aku lihat mukanya juga kelihatan pucat.
“ayo turun”. Aku memegang
tangan hyera, dan membawanya kedalam apartement. Aku sadar beberap camera
paparazi sudah mengambil gambar kami.
Aku
menyuruh hyera duduk disofa dan aku segera kedapur membuatkan hyera teh hangat,
aku tau badan hyera sedang tidak sehat.
“minumlah ini”. Ucapku pada
hyera, sambil menyodorkan segelas teh hangat.
“hmm ne heechul-ssi, gumawoyo”.
Ia segera meminum teh itu. “hmm heechul-ssi, sebenarnya ada apa?”. Tanya hyera
menatapku dan tersenyum manis.
“aku ingin meberikan ini”. Aku
mengeluarkan kertas kepunyaan hyera yang ku temukan beberapa bulan yang lalu di
lokasi tempat kami syuting. Mata hyera
langsung membulat, dan sepertinya ia terkejut dengan kertas itu, aku yakin dia
sudah lama mencari kertas ini, dan ia segera mengambil kertas itu dari
tanganku.
“heechul-ssi, apa kau sudah
melihat isinya?”. Tanya hyera gemetar.
“sudah, sudah sejak lama.
Bahkan sebelum kita melakukan hal itu”. ucapku menatap hyera, hyera tidak kalah
terus menatapku , namun tatapannya penuh ketakutan, aku segera memeluk hyera,
kurasakan pundakku sudah dibasahi air matanya.
“oppa! Mianhamnida, aku tidak
bermaksud membohongi semua orang, aku juga tidak ingin seperti ini, mianheyo
oppa, mianheyo”. Tangis hyera terpecah didalam pelukanku, aku terus memeluknya
erat, aku tidak ingin ia merasakan sakit yang selalu kuhadiahkan kepadanya.
“gweancana hyera-ya gweancana”.
Aku mengecup kening hyera lembut, air mataku ikut terjatuh.
“oppa, seharusnya ia ada
didalam perutku. Tapi tubuhku begitu lemah menyadari kehadirannya, hingga
akhirnya ia tidak tahan dan melepaskan nyawanya dari tubuhku, oppa aku sudah
membunuh janinku, aku sudah membunuh anakmu”. Ucap hyera sambil terisak dalam
tangisnya.
“kau tidak membunuh siapapun,
termasuk janin yang ada dirahimmu, aku yang sudah membuat mu merasakan sakit
yang luar biasa, hyera jeongmal mianhe”. Aku
membiarkan hyera tertidur dalam pelukanku, aku tau hyera lelah sekali,
lelah karena tidak ada waktu istirahat demi mengejar mimpinya. Aku menidurkan
hyera di ranjangku, ranjang yang pernah ku gunakan bersama hyera malam itu, aku
terus menatap wajah hyera yang lelah dan tertidur pulas, ku raba pipi, mata dan
bibirnya yang mengingatkan ku saat pertama kali aku mecium nya saat adegan di
film itu.
Aku
terus memperhatikan hyera, sesekali mulutnya menggumamkan sesuatu. Mugkin saja
ia sedang bermimpi. hampir satu jam hyera tertidur dan akhirnya ia terbangun.
“apa kau sudah bangun?”.
Tanyaku padanya.
“hmm ne, apa aku tertidur?
Mianhamnida, aku sangat lelah sekali”. Ucap hyera sambil memaksakan senyum
dibibirnya. Aku segera mencium bibirnya lembut, hyera membalas ciumanku, kali
ini aku memeluk tubuh hyera, ia membiarkanku mencium lembut bibirnya, lalu aku
melepasnya tidak ingin sesuatu terjadi lagi pada kami berdua.
aku
mengajak hyera ke meja makan, tadi pagi aku sudah menyipakan beberapa makanan,
yang dimasak oleh wookie, lalu aku sengaja membawanya ke apartement pribadiku.
“waah, apa kau memasak semua
ini untukku heechul-ssi?”. Tanya hyera kagum.
“haha anio, aku menyuruh wookie
memasakkanya untuk kita berdua, dan aku
membawanya kemari”. Ucapku pada hyera, dan membuat gadis itu tersenyum.
“kajja , anymoggo”. Ucapku dan hyera langsung makan dengan lahap.
***********
HYERA POV
Heechul
mengajakku ke beranda luar apartemennya, udara seoul sore ini cukup sejuk, aku
melihat dengan jelas kota seoul dari atas sini, rasanya angin meniup leher ku
semilir, tubuh ini lebih baik dari sebelumnya.
“apa kau suka?”. Tanya heechul
, dan memelukku dari belakang.
“hm ne, jhuayo”. Ucapku dengan
nada malu.
“hyera-ssi”. Panggil heechul.
“ne”. Jawabku, kali ini ia
menghadap kerahku, dan berlutut didepanku. “oppa, waeyo?”. Tanyaku heran.
“mianheyo sudah membuatmu
susah, aku ingin kau bahagia bersama ku hyera-ssi, aku akan membahagiakan
hidupmu, aku akan mengganti janin yang mati itu, aku akan menjadi appa yang
baik baginya nanti, izinkan aku melamarmu hyera-ssi, terimalah rasa tulusku”.
Ucap heechul sambil mengeluarkan cicin dari saku celanannya. Sontak saja aku
kaget sekaligus bahagia, heechul yang selama ini ku dambakan melamarku.
Hari
itu aku menerima lamaran dari heechul, beberapa hari setelah itu aku di ajak
kerumah orang tua heechul, aku disambut baik oleh keluarga kim, eomma heechul
juga sudah menginginkan heechul cepat menikah, dan akhirnya ditetapkan tanggal
pernikahan kami di ulang tahun ku yang ke 23 menurut hitungan korea. Aku sangat bahagia, aku juga memberi tau orang
tua ku di indonesia, tentunya mereka akan datang.
***********
AUTHOR POV
Acara
pernikan sudah dilangsungkan, hyera dan heechul memilih langsung melakukan
bulan madu ke pulau jeju, mereka memutuskan untuk segera bulan madu mengingat
heechul yang akan sibuk mempersiapkan album nya bersama SJ, dan hyera yang akan
sibuk dengan iklan dan tawaran lainnya.
JEJU Island, south korea.
“oppa, aku baru pertama kali
kemari, dulu saat masih menjadi fansmu aku sangat menginginkan ketempat ini
bersamamu”. Ucap hyera sambil tersenyum pada heechul, dan heechul juga
tersenyum pada istrinya. Heechul mengangkat istrinya hyera masuk ke kamar dan
mendudukannya di atas ranjang.
“hmm, apa kau bahagia?”. Ucap
heechul pada hyera, hyera segera mengangguk.
“aku ingin minum?”. Ucap hyera
dan membuat heechul kaget.
“jinjja?”. Tanya heechul,
memastikan pada istrinya yang cantik itu.
“hmm ne, aku ingin minum, agar
aku bisa melakukannya lagi denganmu”. Ucap hyera polos.
“hahaha arraseo”. Jawab heechul
lalu memberikan sebotol alkohol pada istrinya, dan mereka minum berdua di
lantai disamping ranjangnya. Sama seperti saat pertama kali mereka melakukan
hal itu di apartement heechul.
“apa aku sudah terlihat mabuk?”.
Tanya hyera pada heechul yang tidak begitu merasakan mabuknya , beda dengan
hyera yang setengah sadar.
“haha, kau sangat lucu saat
mabuk”. Ucap heechul menatap istrinya. “apakah kau tidak jadi menikahi lee
seung gi?”. Ucap heechul mendekati wajah istrinya.
“anio...”. ucap hyera menatap
suaminya.
“hyunbin?”. Tanya heechul lagi,
semakin mendekati wajah hyera.
“anio...”. ucap hyera lagi.
“siwon?”. Tanya heechul dan
menghentikan gerakannya tepat beberapa centi dari wajah istrinya, hyera
merasakan nafas heechul di mulutnya,
“anio... aku sudah mendapatkan
lebih dari mereka”. Ucap hyera lalu heechul mencium lembut bibir hyera, hyera
membalas mencium heechul, heechul menarik istrinya dalam pelukannya, meraba
punggung istrinya, lalu heechul menggendong hyera ke atas ranjang hyera
membiarkan heechul menguasai tubuhnya malam itu, mencium lembut tubuh hyera dan
membawa hyera jauh merasakan segalanya.
***********
4 TAHUN KEMUDIAN
“eomma!!”. Panggil seorang anak
kecil laki-laki berumur 3 tahun kearah
hyera.
“ne, jagiya.. eomma datang”.
Ucap hyera menggendong anak nya buah cintanya bersama heechul.
“eomma, appa odisoyo?”. Tanya
anak itu pada hyera. Sebelum hyera menjawab heechul sudah lebih dulu hadir di
antara mereka.
“ne, appa yogiyo jaeha-ya”.
Ucap heechul dan mengambil anaknya dari hyera, hyera tersenyum melihat heechul
dan jaeha.
“hmm kenapa kalian berdua
terlihat begitu tampan?”. Ucap hyera menggoda anak dan suaminya.
“haha kau juga cantik jagiya”.
Heechul mengecup kening hyera, lalu gantian mencium pipi jaeha. Jaeha mirip
dengan heechul, dan matanya mirip dengan eommanya hyera.
Setelah
menikah, hyera masih tetap bekerja didunia entetainment, dan heechul masih
dalam naungangn SJ dan SM entertainment. Mereka memilih tinggal di apartement
milik heechul, soohyo sudah lulus dari universitasnya dan sekarang mengikuti
jejak hyera menjadi artis, ia juga sedang menjalin hubungan dengan Lee Sungmin,
meski tidak begitu serius namun mereka sedang dekat sekarang. Hyera sudah
mengajak heechul dan jaeha pulang ke indonesia, dan mengenalkan pada keluarga
hyera disana, dan mereka hidup bahagia di seoul, kim jae ha adalah anak pertama
heechul dan hyera.
“eomma, appa? Buatkan aku
adik”. Ucap jaeha polos, heechul dan hyera saling berpandangan.
“mwo??!!”. Ucap heechul dan
hyera serentak, lalu ia memandangi kyuhyun, eunhyuk, donghae, kangin, shindong
dan siwon yang sudah berdiri pura-pura tidak mendengar.
“YA!!! APA YANG KALIAN AJARKAN
KEPADA ANAKKU!!”. Teriak heechul sambil mengejar para dongsaengnya yang sudah lebih dulu kabur.
THE END