HeeHye

HeeHye
kim heechul my idol ^^

Senin, 03 Desember 2012

I NEED YOU, girl.... (FANFICTION)


JUDUL : I NEED YOU, girl.....
Tipe : Fanfiction
Ganre : Romantic
AUTHOR : Annisa Safitri
Cast :
Kim Hee Chul : Kim Hee Chul Super Junior
Eun Hae Na : Ghina Azaria Angela
Siwon : Choi Siwon Super Junior
Eun Hye Mi : Arwulan Jerry
( dan beberapa nama member super junior yang disebutkan : Kyu Hyun, etc)
NP : ini hanya cerita fiktif belaka, nama pemain, tempat dan karakter pemain adalah hak penulis. Kesalahan bahasa atau pengetikan adalah tanggung jawab penulis, karya tulis ini semata-mata hanya sebagai bahan baca yang dapat menghibur dan tidak ada unsur kriminal didalamnya. Trims ^^



I NEED YOU, girl.....


Aku memeluk kesunyianku sendiri, ku rasakan mataku memenas, aku melihat kearah jam yang terus berputar, tidak ada yang berubah setelah aku kembali, memang aku baik-baik saja tetapi tidak dengan hatiku... kenapa rasanya perih sekali, kenapa rasa ini tidak pernah hilang bahkan yang ada rasa itu semakin terasa, semakin menyiksaku....


Aku berjalan dalam keheningan , tanpa aku tau apa yang harus ku lakukan, begitu jauh bahkan kini jarak itu membentang sangat luas, tidak ada yang bisa ku lakukan selain menangis, menangisi segalanya, menangisi kepingan hatiku yang sudah tidak lagi utuh....


Ku kira setelah ini aku akan merelakanmu, tapi kenapa ingin rasanya aku berlari kearahmu dan memelukmu erat, aku ingin kau menjadi milikku! Bukan milik dia, milik mereka, atau milik semua orang! Kenapa semua terasa perih, kenapa hatiku sangat perih? Ku mohon datanglah padaku, ku mohon cari dimana keberadaanku, bukankah kau merindukanku! Bukankah kau kehilangan aku! Atau..... tidak sama sekali.


AUTHOR POV


Gadis itu berjalan di tepi aliran sungai dipinggir kota jepang, sudah satu bulan ia menetap di jepang hatinya kini begitu perih harus merasakan perpisahan dengan kekasih yang sangat ia sayangi, karena satu hal. satu hal yang mereka rasa tidak terselesaikan. Eun Hae Na, nama gadis itu gadis berumur 20 tahun. Berdarah Indonesia - Korea. Kulitnya putih, matanya normal seperti orang indonesia tapi cantiknya sungguh seperti gadis Korea. Ia memilih menenangkan diri di jepang lagi pula ada beberapa saudaranya yang tinggal dijepang, tidak salah jika dia memilih untuk tinggal beberapa bulan dijepang menghilangkan semua beban fikirannya karena seseorang, menghilangkan orang itu dari fikirannya, meski dia sendiri tidak tahu apakah ia bisa melupakan namja Korea Selatan itu?


**********


“apa kau akan terus begini Hae Na-ya?”. Kali ini Hye Mi muncul, Hye Mi adalah sepupu Hae Na, mereka hanya berjarak beberapa bulan. Hye Mi adalah kekasih Cho Kyu Hyun yang bekerja sebagai krew disalah satu perusahaan siaran televisi swasta di korea, tapi melihat Hae Na begitu menderita ia meninggalkan KyuHyun beberapa bulan dan mengambil cuti pada pekerjaannya.

“entahlah Hye Mi-ya... aku sendiri masih bingung harus bagaimana”. Jawab Hae Na melemah.

“sudah ku katakan, jangan membuat keputusan menjadi serumit ini. Bukan perkara yang mudah berpisah dari dia , tapi kenapa kau masih melakukannya”.

“karena aku, aku tidak baik untuknya. Aku terlalu berbeda”. Kini Hae Na menangis, entah tangisan yang keberapa kali, tapi kini air matanya kembali jatuh, mengingat kenangan yang pernah ia jalani dengan pria itu. pria yang ia rasa sudah menderita karenanya, pria yang ia rasa sudah terlalu banyak sakit olehnya, tapi dia tidak tau bagaimana keadaan pria itu setelah ia tinggal dan memutuskan pergi ke jepang.

“seharusnya kau tidak begini Hae Na-ya, kau tida tau bukan bagaiaman dia sekarang. Tadi aku menelfon KyuHyun-ssi, dia bilang Hee Chul sedang sakit”. Kini Hae Na menatap Hye Mi, Hae Na sejadi-jadinya menangis, ia mulai berfikir, apakah ia hanya menambah deratan luka bagi Hee Chul?


******************



Pria itu melepas setelan jas nya, merobohkan tubuhnya di ranjang tidak banyak yang bisa ia lakukan hanya memikir kan gadis yang sudah memenuhi semua isi kepalanya. Masih terbanyang dibenak pria itu kejadian satu bulan yang lalu saat kekasihnya harus berpelukan dengan dongsaeng nya di Super Junior, bukan tidak beralasan gadis nya memeluk siwon hanya saja Hee Chul tidak bisa menerima alasan Hae Na, Hee Chul terlalu lelah namun tidak sedikitpun kekecewaan Hee Chul mengurangi rasa cintanya terhadap Hae na. Karena setelah Hae Na memilih pergi ke jepang Hee Chul masih saja memikirkan gadis itu, merindukannya setiap hari.


Sudah dua hari badan Hee Chul panas, Hee Chul hanya bisa berbaring di kamarnya, karena begitu lelah bekerja, meski masa wajib militernya tinggal beberapa bulan lagi tetap saja pria itu merasakan lelah, lelah ditubuhnya dan kini sudah menjalar bahkan ke otaknya, yang Hee Chul inginkan hanya sosok Hae Na disisinya, sosok yang selalu ada di sampingnya saat Hee Chul sakit seperti ini.


****************


hyung, jangan menyiksa dirimu seperti ini. Kau harus memeriksanya kedokter”. Ucap magnae itu pada hyungnya yang sedang terbaring lemah di ranjang.

“aku tidak apa-apa, aku hanya merasakan sedikit panas. Esok hari aku juga akan sembuh”. Delik Hee Chul menolak ajakan KyuHyun untuk memeriksa sakitnya kedokter. Tidak salah lagi Hee Chul memang membenci hal-hal yang berbau pengobatan.

“aku sudah memberi tahu Hye Mi-ya , ia juga sudah memberi tahu Hae Na. Jika gadis itu mencintaimu dia pasti datang kemari”.

“aku sedang tidak ingin membicarakan gadis itu, dia sudah cukup bahagia bukan melihat  aku menderita melihat kepergiaannya”.

hyung.....”. sapa Kyu kali ini menyadarkan Hyung nya karena hyung nya terlalu memikirkan masalah yang tengah ia hadapi.

“ku mohon, jangan katakan apapun tentang dia. Dia tidak akan menemuiku, kau lihat bukan saat itu ia memeluk siwon, memeluk pria itu dengan erat. Aku tidak membenci siwon, atau pun gadis itu, aku hanya membenci diriku yang terus saja mencintainya padahal kau tau dia sudah menyakitiku”. Jelas Hee Chul panjang lebar, dan membuat Kyu menarik nafasnya dalam.

“aku hanya ingin kau baik-baik saja hyung, jangan buat hidup mu menderita, Hae Na bukan satu-satunya wanita di dunia”. Ucap kyu lalu berlalu keluar dari kamar hyungnya.


*************


“aku terus memikirkan keadaanmu, apakau begitu merasakan sakit? Tapi aku sudah pergi bukan tapi kenapa kau tetap seperti ini, ku mohon jangan buat aku terus merasa berdosa seperti ini. Aku sangat mencintaimu Hee Chul-ssi”. Eun Hae Na



Hae Na mendongak melihat ke arah langit malam kota tokyo, meski kota ini sangat indah tapi kenapa hatinya tetap merasakan kegelisahan setelah jauh dari Hee Chul, kini Hae Na sangat merindukan pria itu, pria yang menuduhnya berselingkih dengan siwon, dan tidak dipungkiri oleh Hae Na siwon adalah sosok yang sangat dikagumi Hae Na, tapi tetap saja tidak ada yang bisa menggantikan Hee Chul di hati Hae  Na, karena Hee Chul adalah segalanya bagi Hae Na.


FLASHBACK


“Hee Chul-ssi, percayalah padaku aku tidak punya hubungan apa-apa dengan siwon. Waktu itu aku hanya...”.

“hanya apa? Hanya ingin mengingkari cintaku? Ayolah Hae Na, jangan berbohong padaku, kau tau sakit melihat tubuh mu harus dipeluk oleh pria lain, meskipun Siwon adalah dongsaeng ku tapi tetap saja kau adalah punya ku!”. Terika  Hee Chul memotong kalimat Hae Na, gadis itu hanya bisa menangis saat Hee Chul menghakiminya.

“Hee Chul-ssi, aku tidak tau lagi harus bagaimana. Yang jelas semua yang kau lihat tadi aku dan siwon-ssi bukan seperti yang kau duga, sungguh aku hanya mencintaimu Hee Chul-ssi, jebbal percayalah padaku”. kali ini Hae Na memohon pada kekasihnya, memohon agar pria itu mempercayainya, namun hati Hee Chul sedang tidak ingin mempercayai siapapun, termasuk gadis yang di cintainya ini.

“Hae Na, aku tidak bisa mempercayaimu. Mungkin hatiku terlalu sakit, sekarang kau boleh pergi”. Hae Na tekejut mendengar ucapan kekasihnya itu, kali ini apakah Hee Chul benar-benar tidak bisa menerima keadaan, memang Hae Na bersalah, namun dugaan Hee Chul pada Hae Na tidak sepenuhnya benar.

“Hee Chul-ssi mianheyo, jeongmal mianhe. Naneun saranghaeyo”.

Gadis itu lalu pergi keluar dari kamar Hee Chul, ia hanya menangis meninggalkan Hee Chul yang sama sekali tidak menatapnya, Hae Na sangat merasa bersalah dia tidak tau lagi harus bagaimana pria itu sepertinya tidak menginginkannya , akhirnya Hae Na sadar satu-satunya yang membuat Hee Chul bahagia adalah dengan perginya Hae Na dari hidup Hee Chul dan pada akhirnya gadis itu memilih jepang untuk menenangkan dirinya meski ia tidak tau sampai kapan dia bersembunyi dari perasaannya yang sangat merindukan sosok Hee Chul, dan begitu juga dengan pria itu sampai kapan ia terus menahan ego nya, sedangkan ia begitu membutuhkan sosok Hae Na yang selalu menjaga dan mencintainya selama ini meski pada akhirnya Hae Na menyakiti hatinya.

FLASBACK AND


***********


Hae Na tersadar dari lamunannya setelah mendengar ponselnya yang sudah berkali-kali berdering namun baru disadari beberapa detik yang lalu, Hae Na langsung menjawab telefon itu,


“yeobseyo? “

“...................”

“jinjjaya? Bagaiaman keadaannya? Haruskah aku kesana?”.

“...................”

“tapi aku tidak tau seberapa penting kehadiranku disana, tapi....”.

“...................”

“arraseo, besok aku akan ke seoul. Aku akan melihat keadaannya”.


Baru saja telefon dari sepupunya Hye Mi, gadis itu sudah kembali ke seoul beberapa hari yang lalu karena harus bekerja seperti biasa dan benar dugaan Hae Na, sakit Hee Chul semakin parah dan ia tidak ingin dirawat dirumah sakit. “aish, pria itu! kenapa membuat ku sangat khawatir”. Gumam Hae Na dalam hati.


************


Muka Hee Chul begitu pucat, sudah hampir empat hari dia sakit tapi tetap saja pria berdarah AB itu tidak akan mau kerumah sakit, dan selama ini yang berhasil membujuknya hanya Hae Na tapi gadis itu tidak dengannya sekarang dan itu membuat Hee Chul semakin memelihara sakitnya.

oppa, kenapa tidak kerumah sakit saja! Sudah ku katakan jangan seperti ini”. Ucap Hye Mi yang baru datang dari jepang langsung melihat keadaan Hee Chul yang lemah.

“hmm.... gweancanyo Hye Mi-ya. Bagaimana kabar mu? Apakah liburan mu di jepang menyenangkan?”. Tanya Hee Chul dengan suara nya yang lemah dan sedikit serak.

“aku baik-baik saja, oppa. Tapi kau bagaiaman bisa seperti ini. Ayolah aku akan mengantarmu kerumah sakit? Ne?”. Bujuk Hye Mi lagi, semua para member membujuk Hye Mi agar mau merayu Hee Chul, agar Hee Chul mau dirawat dirumah sakit tapi bagaimana bisa, Hye Mi hanya sepupu Hae Na, dan hanya Hae Na lah yang bisa membujuk Hee Chul, bukan Hye Mi.

“jangan membuat ku menelan bantak ini Hya Mi-ssi aku sedang tidak ingin berdebat denganmu, arratjhi?”. Kini Hee Chul memalingkan tubuhnya berlawanan dari Hye Mi, sepertinya Hye Mi kehabisan akal kali ini ia harus memberi tahu Hae Na, hanya gadis itu senjata ampuh dan hanya gadis itu yang dapat mengobati beban Hee Chul. Ia segera keluar dari kamar Hee Chul dan langsung menelfon Hae Na.


***********


Gadis itu berjalan gugup menaiki tangga dan kini tepat didepan pintu kamar kekasihnya, semua member sudah memberi semangat pada Hae Na yang baru saja tiba di seoul siang ini karena mengambil jam penerbangan pagi sekali, karena begitu mengkhawatirkan Hee Chul.

“Hae Na-ssi, jika Hyung tidak percaya aku akan membantu mu”. Ucap siwon khawatir jika Hee Chul tidak menerima kedatangan Hae Na. “lagi pula ini salahku”.

anio, ini salahku seharusnya kemarin aku tidak menangis dan memelukmu, aku hanya butuh tempat bercerita ketika aku begitu merindukan eommaku setelah menelfonnya, dan waktu itu hanya ada kau saat aku selesai menelfon. Seharusnya aku menahan diri siwon-ssi”. Ucap Hae Na menyesal karena hari itu ia memeluk siwon setelah menelfon eommanya di Indonesia. Karena bagitu merindukan eommanya ia menangis dan meminjam tubuh pria itu untuk melupakan kesedihannya, dan alasan itu yang tidak pernah bisa diterima oleh Hee Chul.

“Hae Na-ssi,  percayalah padaku. aku yang selalu menjaga Hyung, dia sangat merindukanmu”. Ucap Kyu Hyun memberi semangat pada Hae Na dan gadis itu hanya melempar senyum ke arah Kyu Hyun.


************


“kenapa aku begitu merindukanmu Hae Na, sehingga tubuhku begitu sakit menahannya. Seharusnya kau tidak pergi begitu saja Hae Na karena ini hanya menambah luka ku” Hee Chul


Ia membuka pelan pintu kamar Hee Chul, ia melihat pria itu sudah terbaring lemas di ranjangnya. Matanya tertutup bibirnya begitu pucat dan sepertinya Hee Chul sedang tertidur. Hae Na mendekat kearah kekasihnya itu, pria yang sagat ia rindukan, pria yang membuat beberapa bulan ini kehidupanyya dijepang terasa seperti sembilu, pria yang ia sakiti dan kini pria itu tergolek lemah diranjangnya. Hae Na menangis, ia duduk disisi kanan Hee Chul, mengenggam tangan pria itu, mengelus kepalanya lembut dan mengecup tangan Hee Chul dengan air mata yang sudah memenuhi pipinya.

Mata Hee Chul mulai terbuka, ia menyadari ada seseorang yang sedang berada didekatnya, Hee Chul melihat Hae Na samar-samar dan pada akhirnya ia melihat jelas wajah gadis itu yang sedang mengenggam tangannya menangis sendu.

“Hae Na-ya........”.

Hae Na langsung melihat ke arah Hee Chul setelah ia mendengar suara pria itu. “ne, Hee Chul-ssi, kau baik-baik saja? Bagaimana keadaanmu? Hee Chul-ssi, mianheyo aku..”.

gweancana, jeongmal gweancana Hae Na-ya, na... bogoshiposso”. Ucap Hee Chul memotong kalimat gadis itu, Hae Na kembali menangis, kali ini suara tangisnya keluar begitu saja mendengar kalimat yang keluar dari mulut Hee Chul.

“Hee Chul-ssi, Na deo. Aku tidak tahan melihatmu seperti ini, kau sudah banyak terluka karena aku. Maafkan aku yang selalu saja membuat mu menderita aku minta....”.

“tidak ada yang perlu di beri maaf Hae Na, aku hanya ingin kau terus disisiku. Jangan pergi lagi, kajjima Hae Na-ya”. Kini Hee Chul yang menggenggam tangan Hae Na, ia berusah duduk namun tubuhnya tidak begitu bertenaga. Hae Na yang menyadari langsung membantu Hee Chul untuk mengganti posisi tidurnya menjadi dalam posisi duduk.

“hmm begini saja”. Ucap  Hee Chul tersenyum pada Hae Na, kini ia begitu bahagia mendapatkan kekasih yang ia Cintai berada didekatnya.

Hae Na memeluk tubuh pria itu, kali ini ia benar-benar tidak tahan ia sangat merindukan Hee Chul. “saranghae Hee Chul-ssi, ku mohon jangan sakit seperti ini”. Rengek gadis itu dalam tangisnya.

“aku tidak akan sakit jika kau menjaga ku , aku tidak akan sakit jika kau bersama ku”. Ucap Hee Chul, kali ini ia melepas pelukan Hae Na, menyuruh gadis itu menatap matanya, Hae Na mengikuti gerak Hee Chul ia menatap mata pria itu keduanya sama-sama merindukan tatapan orang yang dicintai. “Hae Na-ya, jangan pergi lagi karena yang membuatku bahagia adalah kau, bukan kepergianmu”. Hee Chul mendekatkan wajahnya ke wajah Hae Na, kini hanya tinggal bebera Centi jarak diantara keduanya, hembusan nafas Hae Na begitu terasa.

“aku tidak akan pergi Hee Chul-ssi, aku tidak akan meninggalkanmu jika akhirnya kau seperti ini”. Hee Chul mencium lembut bibir gadis itu, menarik tubuh Hae Na kedalam pelukannya. Hae Na mengikuti segala yang Hee Chul lakukan terhadapnya karena tanpa di pungkiri keduanya sama-sama membutuhkan. “Hee Chul-ssi, jangan, nanti aku bisa tertular”. Ucapan Hae Na membuat Hee Chul semakin liar menciumnya.

“YA JANGAN KATAKAN ‘JANGAN’”. Teriak Hee Chul dalam hatinya.


**********


“seharusnya kau tidak pergi dariku maka aku tidak akan merasakan sakitnya kehilanganmu, tapi karena ini semua aku belajar satu hal ternyata tanpa mu itu tidak menyenangkan Hae Na” Hee Chul


“aku belajar satu hal ketika aku berada di jepang, meski kota itu begitu megah tapi tetap saja ada yang membuatku tidak betah, karena seoul lebih megah apa lagi ada dirimu tinggal didalamnya Hee Chul-ssi” Hae Na


Beberapa hari kemudian........



“ya! Apa yang kau lakukan ketika di jepang? Apakah kau bersenang-senang di tokyo?”.

“tentu saja, aku pergi berjalan-jalan mencari sesuatu”.

nugu? Apa kau berencana mencari penggantiku?”.

“hmm anio...”.

“lalu?”.

“Aku mencari obat penawar rindu”.

“hahahahaha kau ini, pasti merindukanku bukan?”. Kini tawa Hee Chul terpecah, ditambah muka Hae Na yang berubah merah menahan malu. “katakan saja , benar bukan?”. Hee Chul terus mengolog-olog Hae Na, dan berhasil membuat gadis itu menyembunyikan mukanya dengan syal yang melekat di leher.

anio.....”. teriak Hae Na, Hee Chul mendekap Hae Na kedalam pelukannya, kini posisi mereka sama-sama melihat kearah langit, Hae Na menyandarkan kepalanya dipundak kiri Hee Chul, mereka sama-sama mengamati langit malam itu.

“jangan suka membuat ku tidak karuan nona Eun, karena kau pintar sekali membuatku kalang kabut”. Ucap Hee Chul sambil melirik ke arah Hae Na.

“hm...”. gumam gadis itu mengiyakan. Hee Chul mengajak Hae Na berdiri di balkon apartemen, kali ini Hee Chul melingakari tangannya dipinggang Hae Na mereka saling berhadapan, gadis itu tidak berani menatap Hee Chul, ia hanya menunduk, dan membuat Hee Chul semakin geli melihat kelakuan kekasihnya itu.

“apa kau malu?”. Tanya Hee Chul, dan Hae Na langsung melihat kearah Hee Chul sedikit kaget dengan perkataan pria itu, tapi ternayata Hee Chul punya rencana lain sebelum gadis itu menjawab pertanyaannya dengan jawaban aneh lebih dulu ia menyekap bibir gadis itu dengan bibirnya, malam itu mereka saling melepaskan kerinduan, Redup cahaya malam memantulkan bayangan mereka yang berpaut indah mengahabiskan malam itu dengan kebahagiaan, karena nyatanya keduanya saling membutuhkan.




#@%^%&@Q#% TAMAT !#@^%*%$^@#^

Sabtu, 24 November 2012

BECAUSE YOU , IAM HERE.... (fanfiction)


Judul : BECAUSE YOU , IAM HERE....
Tipe : Fanfiction
Ganre : Romantic
Pemain :
Kim HeeChul super Junior : Kim Heechul
Park HyeRa:  HyeRa (artis asal indonesia, fans kim heechul)
Park SooHyo : SooHyo (adik sepupu hyera, yang tinggal diseoul bersama hyera)
Kim JaeHa : jaeHa (anak dari hyera dan heechul)
(dan beberapa nama artis yang terlibat didalamnya, seperti member SJ (donghae, ryewook (wookie), kangin, etc), beberapa artis JYP (suzzy miss-A, jiyeon T-ara), dan artis lainnya (lee seug gi, jaejong, etc)).

NP : semua nama yang tertera di dalam cerita tidak bermaksud merubah karater sebenarnya, ini hanya untuk kepentingan bacaan, dan tidak ada unsur mengejek, dan mencelah, jika terdapat kesalahn menulis dalam tulisan dan kesalahan penyebutan tempat dan nama maka penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya, cerita ini hanya fiktif belaka, tidak ada unsur kesengajaan berbuat kejahatn didalamnya.



“meski semua hanyalah mimpi tapi ku mohon jadikan semua ini nyata, heechul-ssi tetaplah seperti ini, tetaplah disisiku hingga aku tertidur”

aku duduk tepat di depan namja yang baru saja duduk didepanku. Mata kami saling bertatapan, kali ini air mata keluar tanpa aku sadar satu persatu membasahi pipiku terasa sekali cairan itu turun begitu saja ingin ku tahan tapi aku tidak bisa mereka terlalu kuat untuk hadir di antara kami, tapi secepat mungkin aku menyembunyikan muka ku di balik poni yang ku biarkan terurai kedepan.
“mianheyo oppa, mianheyo”. Ucapku bergetar, aku tidak kuat lagi. Hatiku begitu sakit.
“kajjima, jebbal kajjima”. Ku dengar suaranya juga bergetar, ku lihat kedua tangannya telah mengenggam tanganku, aku tidak bisa merasakan apa-apa lagi, aku benar-benar merasa sakit.
“andwae, aku harus pergi . ku mohon jangan tahan aku”. Aku melepaskan genggaman tangannya, biar saja seperti ini, namun semua terasa seperti nyata, air mata yang ku keluarkan tidak dengan susah payah aku keluarkan.
(*adegan dalam film*) and.
CUT!!!!!!!!!!
Suara nyaring sutradara mengakhiri proses syuting hari ini, barusan adalah adegan ku di film baru yang aku bintangi, lawan main ku adalah senior ku sendiri, KIM HEECHUL, artis SM entertainment yang baru menyelesaikan wajib militernya 7 bulan yang lalu dan langsung di mintai membintangi film ini bersama denganku, aku HyeRa artis asal indonesia yang berhijrah ke seoul dan baru saja pindah ke rumah produksi yang juga sama dengan Lee Seung Gi , HOOX Entertainment.
Esok hari aku harus kembali ke tempat syuting seperti biasa, selama ini aku sangat menyukai dunia keartisan ku di seoul, sudah hampir satu tahun aku disini dan ini adalah Film pertama ku dan langsung di pasangkan dengan artis setenar Kim Heechul Super Junior. Aku akui aku juga sangat menyukai Super Junior, Boyband asal korea ini sudah banyak menyita perhatian wanita-wanita yang ada di dunia, ya termasuk aku tapi setelah meniti karir dan sibuk didalam duniaku sendiri aku tidak terlalu punya kesempatan untuk melihat konser mereka, aku hanya bisa melihat video dan mendengar mp3 mereka jika ada waktu selang, akhir-akhir ini aku sangat sibuk, lagi pula ini film pertama ku, aku harus menampilkan acting terbaik di depan camera.
“Hyera-ssi, terimakasih untuk hari ini. Mohon kerjasamanya”. Heechul menyapaku dari tempat duduknya yang tidak terlalu jauh dariku. Ia berdiri dan sedikit membungkuk kepadaku.
“ne, heechul-ssi. Nado gumawoyo”. Ucapku dan membalas membungkuk padanya.
Aku segera pulang ke apartemen yang berada di daerah gangnam, kawasan elite yang di huni oleh orang-orang kaya korea selatan, aku memilih salah satu apartemen yang cukup besar di daerah ini, meski terbilang mahal tapi aku sangat nyaman tinggal di daerah gangnam.




   Gangnam-gu, Seoul, Apartement 12, no 442

“eonni, apa kau sudah pulang?”. Sohyo berteriak dari dalam kamarnya, mungkin ia mendengar aku membuka pintu masuk.
“ne, aku membawakan mu makanan yang tadi ku beli!”. Teriakku. Sohyo langsung keluar dari tempat persemediannya.
“hmm waaaah masidda”. Ucapnya sambil mencicipi makanan yang baru saja ku masukkan kedalam mangkuk.
“ya! Cuci dulu tanganmu. Langsung pegang saja”. Sohyo mendengus dan langsung mencuci tanganya ke dapur, lalu kami berdua menghabiskan makan malam kami dengan sangat lahap.
“sohyoo-ya”. Panggilku.
“hmm ne, waeyo eonni?”. Jawabnya sambil menekan tombol-tombol remot televisi.
“apa kau senang tinggal di sini? Kapan kita bisa pulang ke indonesia?”. Tanyaku sambil menyisir rambut adik sepupu ku ini.
“molla, tapi aku belum mau pulang. Lagian kita baru saja 1tahun di seoul, dan aku juga harus kuliah, eonni lakukan saja yang terbaik, dan cari uang banyak-banyak untuk keluarga kita dan untuk makanan enak buatku. Kekekeke~”. Aku langsung menarik rambutnya, “eonni!! Kajjimaa!!”.
“hahahah habisnya kau fikir aku ini budakmu, aku artis. Aku sedang melakukan syuting film pertamaku di seoul. Kau harus tau itu, punya eonni yang terkenal sepertiku”. Ucapku pada sohyo yang direspon cibiran oleh dongsaeng ku ini.
“cihh! Apa nya yang terkenal, kemarin lusa saat kau mengantarku ke kampus, teman-teman ku tidak mengenali mu sebagai artis, berarti kau belum terkenal”. Ia tertawa terbahak-bahak melihat mukaku yang semakin masam.
“ya! Aku baru sedang syuting, setelah film ku selesai, aku akan jadi terkenal dimana-mana, arratchi?”. Ucapku pada sohyo.
“ne eonni yepuda, naneun jeongmal arraseo”. Sohyo menggodaku, dengan kata-kata mautnya.
“cih!! Uang jajanmu dipotong, eomma mu bilang nilai mu jelek”. Aku langsung masuk kekamar dan meninggalkan sohyo berteriak-teriak padaku dari luar kamar.
“eonni!!!!!! Apa yang kau kataka pada eommaku!!!!!!???? Ya!! Keluar dari persembunyianmu, atau aku akan bilang pada eomma mu kalau film mu itu yadong!! Kau akan berciuman dengan heechul!! ya!!”. Sohyo terus berteriak-teriak histeris dari luar kamar ku.
“ya!! Bocah! Katakan saja pada eommaku, aku sudah dewasa , apasalahnya aku berciuman dengan heechul!!”. teriakku membalas, dan malam itu kami menghabiskannya dengan saling berteriak hingga kami teridur karena kelelahan.
**************

HEECHUL POV
Udara pagi ini membuatku enggan untuk terbangun, namun hari ini aku harus menyelesaikan proses syuting disatu tempat., ini adalah film pertamaku setelah aku keluar dari wajib militerku beberapa bulan yang lalu. Kegiatan di super junior tidak terlalu banyak mengingat para member yang satu persatu sudah harus mengikuti wajib militer sama seperti ku kemarin. Aku segera duduk namun tetap di atas kasur dengan berbalukan selimut, ku lihat Heebum masih tidur di dalam keranjang tidurnya bersama bangsin. “Kucing pemalas, sama seperti yang punya”. Ucapku dalam hati dan langsung mandi segera bersiap-siap ke lokasi syuting.
Aku tiba agak telat dari biasanya, ada beberapa kendala dijalan yang membuatku sedikit terlambat dari waktu yang ditentukan. Ku lihat Hyera sudah duduk di antara krew yang bekerja , ia sudah mengganti pakaiannya dan bermake-up. Aku baru ingat, ternyata adegan yang akan ku lakukan nanti adalah adegan romantis, ahh kali ini mood ku benar-benar tidak bagus, darah AB ku mulai bereaksi lagi. Tapi aku harus berusaha tenang. Aku bermaksud menyapa terlebih dulu Hyera lawan mainku.

******

HYERA POV

“annyeonghaseyo”. Ucapku pada para krew film yang bekerja dilapangan untuk film perdanaku. Aku datang kebih awal agar aku bisa mengenali tempat syuting ku kali ini, scane kali ini di ambil di tempat yang berbeda dari kemarin. Hari ini aku melakukan adegan romantis dengan heechul di tepi danau yang tidak terlalu jauh dari kota, danau ini hanya danau buatan.
“waahh , Hyera-ssi. Kau datang lebih awal kali ini, pemain yang lain belum datang. Beristirahatlah sejenak, dan situ ada beberapa makanan, sarapanlah dahulu”. Ucap sang sutradara yang menangani filmku, dia sangat ramah terbilang pula aku hanya artis baru memulai karir disini. Dan di pasangkan dengan lawan-lawan main yang sudah senior yang sudah lama terjun ke dunia peran.
Aku duduk dan mulai membaca naskah yang sebelumnya sudah ku baca dirumah. Ini adegan yang cukup menantang karena sebelumnya diindonesia aku hanya melakukan adegan ciuman tanpa real melakukannya, karena ada efek camera yang tidak memfokuskan pada adegan itu, lain sekali dengan di negara korea selatan, ciuman didalam adegan adalah hal yang sudah biasa, dan ini harus memang dilakukan real  didepan camera. Ya aku harus bisa, lakukan saja ini sebagai personalitas, lagian aku dan heechul tidak punya perasaan apa-apa, tidak akan jadi treanding topic nantinya.
“hyera-ssi, sudah lama datang?”. Heechul menyapaku dan duduk persis disampingku.
“ohh ne, tidak terlalu lama. Hmm apa kau sudah sarapan heechul-ssi?”. Aku menyodorkan beberapa roti yang ku ambil dari kotak makanan yang diberikan oleh sutradara.
“ne, gumawo”. Heechul mengambil roti dan memakannya lahap, mungkin namja ini memang belum makan, lagi pula aku dengar dia tinggal hanya berdua dengan temannya sesama member SJ, mungkin dia tidak sempat memasak atau membeli beberapa makanan. Melihat dia makan dengan baik, dia sangat tampan. Banyak sekali yojja yang tertarik dengan Heechul, karena dia sopan pada yojja, dan tentunya dia sangat tampan. Perlu di catat, aku adalah fans fanaticnya dulu , sekarang juga. Hihi
“hmm, apakah kau sudah membaca skrip adegan?”. Heechul bertanya padaku.
“hmm ne, hmm ku lihat nanti kita harus beradegan mesra, mohon bantuannya. Aku tidak terlalu pandai bermesraan, lagi pula sudah lama sekali aku tidak melakukannya”. Ucapku ragu, namun aku sedikit tertawa agar pernyataanku di anggap lelucon oleh heechul.
“haha gweancana, aku akan melakukan yang terbaik, dan mohon bantuannya juga. Karena sudah lama sekal aku tidak beracting, setelah vakum”. Ucap heechul dan tersenyum ramah padaku, akupun menyambutnya dengan senyum yang tidak kalah ramah.

“oke, semua camera sudah stan by, heechul-ssi lakukan yang terbaik, dan ini semua real , jangan sampai adegan ini diulang berkali-kali karena akan membuat kalian berdua merasa tidak akan nyaman, hahahha”. Ucap sutradara pada heechul dan tertawa melihat muka aku dan heechul semakin memerah.
Aku segera duduk di tempat adegan kami melakukan adegan mesra itu, sebelum melakukan adegan heechul sempat berpesan, “tatap mataku, aku akan menciummu lalu jangan lepas sebelum aku melepasnya”. Ucap heechul serius, dan itu membuatku semakin gugup.
ROLL!!! CAMERA!!! ACTION!!!!!!
*adegan dalam film*
“oppa, gumawo. Aku bahagia kau bisa menemani ku hari ini”. Aku melihat kerah danau yang tenang, beberapa burung terbang dianatara pepohonan di sekitar danau.
“aku akan terus memenanimu, asal kau jangan pergi dariku, itu akan membuatku semakin sakit”. Ucap heechul tenang, lalu ia meraih tanganku aku segera menghadap padanya dan menatap mata indah heechul. “berjanjilah, jebbal”. Kata-kata yang keluar dari mulut heechul memberikan kekuatan dan energi padaku.
“oppa, aku tidak akan pergi. Saranghaeyo oppa”. Ucapku membalas kata-kata heechul dan menatapnya dalam.
“nado, saranghae”. Aku terus menatap heechul, wajah heechul semakin mendekati ku dan kini tinggal beberapa centi, dan akhirnya ia mendaratkan ciumannya tepat dibibirku, spontan aku terbawa dalam adegan ini mataku tertutup dan aku menikmatinya, heechul melepaskan ciuman kami aku kembali melihat matanya, ia juga terus menatapku.
end
CUT!!!!!!!
“WAAAAH!!! Jhua jhuaa!! Kalian sangat bagus, ya terus pertahankan seperti itu, adegan ini tidak perlu diulang, sepertinya kalian menghayatinya dengan baik, hahaha”. Sutradara tertawa pada kami berdua, aku dan heechul ikut tertawa meski sebenarnya aku sangat malu.
Kami menyelesaikan semua adegan di lokasi syuting kali ini hingga selesai, aku dan heechul tidak terlalu banyak melakukan adegan ulang, karena sebelumnya kami mendiskusikan adegan itu secara bersama sehingga tidak terlalu sulit melakukannya dengan heechul, lagi pula sudah banyak film yang ia bintangi namun aku hanya baru satu film ini yang ku bintangi di korea selatan.
Saat prosese syuting selesai ku lihat heechul sudah dikerumuni para fans nya, yang biasa dipanggil PETALS, mereka sepertinya merindukan sosok heechul kembali kelayar kaca, aku pun juga ikut bahagia melihat mereka bersama-sama dengan heechul. aku segera ke halte bis dan membereskan barang-barang yang ku bawa ke lokasi syuting, karena aku belum punya banyak uang untuk membeli mobil aku memilih menaiki bis, lagi pula aku tidak setenar heechul tidak akan ada fans yang akan mengkerubuniku.
“Hyera-ssi, ikut lkah denganku”. Heechul tiba-tiba menyapa ku dari belakang, saat aku menuju halte bis.
“ehh ne, mianheyo heechul-ssi, aku naik bis saja, akan merepotkanmu nanti”. Ucapku menolak tawaran heechjul lembut.
“yaah, anio. Baru kali ini ada yojja yang menolakku, lagi pula selama syuting film ini kita tidak pernah berbicara secara pribadi, kajja hyera-ssi anggap saja ini ucapan terimakasih ku karena sudah mau bekerja sama”. Ucap heechul yang membuatku menuruti kemauannya.
Aku segera naik ke dalam mobil mewah kepunyaan heechul, mungkin harganya tidak sebanding dengan mobil kepunyaan appa di indonesia, heechul membukakan pintu mobilnya untukku, aku tersenyum malu padanya, baru kali ini aku diperlakukan istimewa oleh artis korea yang terkenal sepertinya.
“hmm kau tinggal dimana hyera-ssi? Apa kau bisa sedikit bercerita tentang kehidupanmu?”. Heechul membukai pembicaraan di antara kami.
“hmm aku tinggal di salah satu apartemen di daerah gangnam, aku tingal dengan adik sepupuku disana, kami hanya berdua, aku asli indonesia, tentunya semua orang tau itu aku tidak punya mata sipit seperti yojja korea lainnya, haha”. Aku tertawa dengan pernyataanku sendiri dan heechul ikut tertawa mendengarnya.
“hmm... lalu, kenapa kau memilih seoul untuk karirmu?”. Heechul memintaku menceritakan lebih banyak tentang diriku.
“haha, karena seseorang dimasa lalu. Karena dia, karena dia selalu meberiku semangat untuk menjadi seperti ini, karena dia aku bersusah payah mendapatkan kertisan ku di indonesia, karena dia jugalah aku akhirnya sampai disini, dan karena orang itu aku merasakan kebahagiaan, seseorang yang aku puja-puja dimasa lalu, hmm mungkin hingga sekarang”. Aku menceritakan semuanya pada heechul, dan sepertinya ia mendengarkan cerita ku dengan serius.
“dia? Nuguya?”. Tanyanya penasaran.
“hahaha hanna saramayeon, oppa. Hahahha”. Aku memanggil oppa pada heechul, seperti yang ku lakukan di dalam adegan film, dan heechul pun kaget mendengarku.
“oppa? Hahah tidak buruk. Hmm sebenarnya berapa umurmu, jika ku lihat kau tidak lebih tua dariku”. Ucap heechul mengolog-ologku dan tertawa manis.
“hmm menurut hitungan korea umurku sudah 22 tahun, namun karena aku orang indonesia sebaiknya pakai umur indonesiaku saja. Aku baru berumur 21 tahun, ya memang sangat jauh lebih muda dari mu heechul-ssi “. Ucapku dan membuatnya tertawa lagi.
“hahah kau pandai bergurau juga rupanya hyera-ssi”. Ucap heechul lalu kembal tertawa.
“hehe, ya aku sering belajar dari seseorang. Dia juga suka bercanda. Aku banyak belajar darinya memperlakuka orang agar orang itu senang, ya meskipun dia itu tidak memiliki mood yang tidak bagus”. Heechul kembali penasaran dengan kata-kata ku tentang seseorang itu.
“apakah dia pacarmu dimasa lalu? Aku rasa dia sangat menyayangimu”. Ucap heechul tersenyum padaku.
“ia dia seperti pacar bagiku, tapi jika dia sayang atau tidak terhadapku , aku belum tau karena aku tidak pernah menanyakannya”. Jawabku santai.
“ya seharusnya kau menanyakan pada orang itu, sebelum dia menjadi milik orang lain”. Heechul menasehatiku, kali ini aku yang tertawa mendengarnya.
“haha sudahlah, akan aku fikirakan esok”. Ucapku, dan heechul tersenyum manis. “hmm heechul-ssi bagaimana dengan mu? Apa kau tidak mempunyai kekasih, setelah aku sibuk dengan dunia actingku aku tidak pernah lagi membaca berita tentangmu”. Heechul langsung melihatku heran, aku langsung menutup mulutku menyadari bahwa aku sudah menceritakan suatu hal yang seharusnya tidak aku ceritakan. “hmm anio, maksudku bagaimana dengan kehidupanmu, tentu saja yang tidak ada diberita. Ne maksudku begitu”. Ucapku pada heechul dan meralat kata-kataku yang baru saja membuat heechul heran.
“haha arraseo, aku pernah menjalin hubungan khusus dengan banyak yojja secara bergantian, ya tapi aku ini orang nya tidak terlalu serius, lagipula mereka tidak mencintaiku , mereka hanya mencintai popuralitasku”. Ucap heechul santai.
“hmm ya aku rasa juga begitu, tapi mungkin tidak akan semua wanita seperti itu heechul-ssi. Hmm bagaimana dengan, hmmm ahn sohee?”. Ucapku ragu, dan memuat heechul kembali menatapku heran.
“ne? Sohee?”. Tanya heechul heran.
“hmm anio, maksudku perasaanmu, seperti yang ku lihat di televisi dan majalah, apa kalian tidak punya hubungan yang serius?”. Ucapku hati-hati, takut menyinggung pria bermood kurang bagus ini.
“hahaha molla, tidak ada yang spesial di antara kami, sohee tidak begitu menyukaiku. Lagi pula dia menyukai orang lain, dan itu tidak menjadi masalah bagiku”. Ucap heechul santai, menggambarkan dari wajahnya bahwa ia tidak begitu baik.
“heechul-ssi, aku hidup sangat lama dengan perasaanku sendiri, aku hidup dalam perasaan yang tidak pernah terjawab, aku tau cinta tidak begitu baik untuk difikirkan, tapi percayalah jika kita sabar, cinta yang sesungguhnya datang begitu saja tanpa kita cari, percayalah padaku”. ucapku pada heechul mencoba memberikan sedikit motivasi, ya meski aku tau kata-kataku bukan apa-apa.
“ya aku percaya padamu, kau cukup baik dalam memberi saran”. Ucap heechul lalu tersenyum padaku.
“ya disini saja”. Ucapku pada heechul ketika kami sampai didepan apartemenku. “ apa kau mau mampir dulu?”. Tawarku pada heechul.
“haha tidak perlu, aku juga harus kembali menyelesaikan beberapa pekerjaanku, lain kali aku akan bertanya banyak padamu”. Ucap heechul tersenyum dari dalam mobil.
“haha arraseo, hati-hati dijalan heechul-ssi, gumayo, annyeong”. Heechul berlalu dan entah kenapa ada sedikit kelegaan dihatiku setelah aku banyak bercerita dengannya, setelah selama 4 tahun tersembunyi dalam hatiku. Banyak yang tidak ku ceritakan, banyak yang tidak pernah tau.
***********
HEECHUL POV
“heechul-ssi, aku hidup sangat lama dengan perasaanku sendiri, aku hidup dalam perasaan yang tidak pernah terjawab, aku tau cinta tidak begitu baik untuk difikirkan, tapi percayalah jika kita sabar, cinta yang sesungguhnya datang begitu saja tanpa kita cari, percayalah padaku”.
Kata-kata yojja itu terus saja terpintas dalam fikiranku, benar yang dia ucapkan dan aku percaya pada ucapannya. Tapi aku penasaran dengan yan ia katakan tentang seseorang itu, aku saja tidak pernah menjadikan orang lain sebagai alasan kesuksesanku, tapi sepertinya dia begitu mencintai orang itu hingga dia menjadi seperti sekarang ini.

Resto, Gwangjin-gu , seoul

“hyung! Sudah menunggu lama. Hehe mianheyo”. Junior ku Hongki baru saja datang dan duduk di depanku.
“ya, kau terlambat 15menit, kau tau bukan aku hanya bisa menunggu seseorang tidak lebih dari 10 menit, ini karena darah AB ku tidak sedang bereaksi”. Ucapku pada hongki dan membutanya tertawa.
“hyung, sejak kapan kau terlihat lebih kurus, apa kau sedang jatuh cinta dengan lawan main mu? Hahaha”. Hongki menertawakan berat badanku yang mulai turun sejak kembali beracting setelah pulang militer.
“ya! Aku tetap tampan. Tolong catat itu”. ucapku.
“jika aku benar-benar mencatatnya, mungkin kalimat mu yang seperti itu sudan memenuhi satu rak lemari buku. Hahahaha”. Hongki kembali tertawa. “hyung , sudah memesankan makanan untukku bukan?”.
“tentu saja”. Jawabku singkat dan sibuk dengan iphone ku membalas beberapa pesan yang masuk.
“hyung siapa nama gadis itu? ku lihat iklan film kalian sudah muncul ditelevisi, dia cantik dan aku rasa dia bukan orang korea bukan?”. Hongki penasaran dengan hyera lawan main dalam filmku.
“hmm ne, dia cantik. Tentu saja dia bukan orang korea, dia berasal dari indonesia baru beberapa bulan yang lalu masuk kerumah produksi HOOX entertainment”. Jelasku pada hongki, hongki sepertinya masih penasaran.
“hmm ne, keure... lalu kapan proses syuting film mu akan selesai hyung? Aku ingin sekali melihat acting aktris pendatang baru itu, kalau bisa ya aku ingin juga dipasangkan dengannya, hahah”. Aku langsung saja memukul kepala hongki pelan.
“urungkan niatmu untuk mendekati gadis itu, sepertinya dia sudah menutup hatinya untuk pria lain, dari cerita-ceritanya yang ku dengar dia sudah lama menyukai seorang namja, tapi dia tidak mau memberi tau siapa namja itu, lagi pula aku tidak terlalu ingin tau masalah pribadinya”. Jelasku pada hongki.
“waaah berarti kalian sudah cukup dekat sehingga bertukar cerita hidup seperti itu? hahaha”. Hongki menertwaiku dan membuatku semakin jengkel.
“ya! Kami hanya bercerita saat aku mengantarnya pulang, lagi pula aku mengantarnya karena dia tidak punya kendaraan, aku tidak tega melihatnya setiap hari menunggu di hatle bis”. Hongki tetap tertawa melihatku terus berceloteh kepadanya.
“hyung, apa kau tidak mengerti ucapan gadis itu?”. ucap hongki membuatku penasaran.
“ani, waeyo?”. Tanyaku.
“aku rasa yang dia maksud itu kau, mungkin saja dia fans mu , lagi pula seperti yang kau ceritakan kemarin gadis itu tau tentang perasaanmu terhadap sohee bukan?”. Ucap hongki santai.
“ya babbo!! Seluruh isi seoul juga tau kalau aku menyukai sohee, dasar bocah babbo!”. Aku memukul kepala hongki dan membuatnya tertawa masam.
“hehe hyung, berhentilah memukuli kepalaku”. Ucapnya meringis.
**************


HYERA POV
Setiap hari aku banyak menghabiskan waktu dilokasi syuting, scane di malam hari juga harus disesaikan, karena kami hanya menyelesaikan scane di siang hari, lokasi syuting tidak terlalu jauh dari kota seoul, jadi memungkinkanku untuk tetap kembali ke apartement, sudah beberapa kali heechul mengantarku pulang. Hari ini aku harus melakukan adegan ciuman lagi dengan heechul namun kali ini kami melakukan scane malam hari di tempat yang berbeda dari lokasi saat kali melakukan adegan ciuman yang pertama kali.
“tidak usah tegang, lakukanlah dengan  perasaan”. Heechul menyapaku saat aku membalik-balik scripe yang aku fikir sangat membuatku hampir stres, harus berapa kali kah heechul menciumku? Dan itu membuatku semakin tidak karuan.
“hahaha. Anio heechul-ssi”. Aku memaksa terlihat santai dan tertawa didepan heechul.
“ayoo lakukan sekali lagi, setelah adegan ini kita akan menyelesaikan scane esok untung ending film ini, nanti setelah itu kita akan lihat hasil kerja keras kalian di Televisi”. Ucap sutradara memberi semangat pada aku heechul dan pemain yang lain.
“kajja hyera-ssi. Fighting!!”. Heechul mengelus-elus puncak kepalaku dan tertawa.
“hehe ne heechul-ssi fighting!”. Balasku lagi.
ROLL!!! CAMERA!!! ACTION!!!!!
 *adegan dalam film*
“BAIKLAH!! APA MAU MU!!”. Heechul membentakku, satu-persatu cairan bening jeluar dari mataku.
“berhenti membentakku, Jebbal!”. Ucapku paa heechul dengan nada bergetar.
“tapi kenapa kau begini? Apa yang kau sembunyikan! Katakan padaku!!!”. heechul kembali membentakku da membuat ku semakin menangis.
“apa kau tidak pernah sadar oppa! Kenapa kau menyakitiku ! kenapa kau pergi dengan wanita itu, kau tau aku menunggu sekian lama disini aku tidak tahan melihat kalian, aku membencimu”. Aku terus menangis, air mataku keluar begitu saja tanpa aku paksa. “cukup , aku harus pergi, jangan temui aku lagi”.
Heechul menarik tanganku dan meletakkan kedua telapak tangannya dipipiku, lalu mencium bibirku spontan aku pun kaget, meski itu memang ada di dalam scripe tapi aku benar-benar kaget ketika heechul mencium bibirku, seharusnya aku segera melepasnya, tapi aku terlalu terbawa adegan itu.
End.
CUT!!!!
“Hyera-ssi, tidak beberapa lama setelah heechul-ssi menciummu, lepaskan secara kasar. Perhatikan scripe jangan melamun , arratchi?”. Sutradara memintaku agar tidak melakukan terlalu lama, karena tadi aku begitu terbawa ke dalam acting ku dan heechul, akhirnya adegan ini harus di ulang kembali, ya aku tidak boleh begini, aku sudah berjanji.
*********

HEECHUL POV
Aku merasakan hal yang sama dengannya, tiba-tiba saja aku melakukan semua ini seakan-akan dengan orang yang aku sayangi, padahal aku tau hyera hanyalah lawan mainku, dan aku juga bingung entah kenapa hyera juga tidak melakukan adegan yang sesuai dengan scripe yang ada.
Hari ini proses syuting sudah selesai tinggal esok hari dan film ini akan siap tayang, tapi kenapa rasanya ada yang belum tersampaikan, kata-kata hongki masih terbayang di otakku, sebenarnya siapa pria yang membuat hyera datang kemari. Tapi tidak mungkin aku bertanya langsung pada hyera, sama saja aku ikut campur dalam kehidupannya.
aku melihat hyera membereskan barang-barangnya, tidak salah jika aku mencoba menyapanya, meski merasa agak gugup berbicara dengan hyera karena kejadian tadi.
“hyera-ssi..”. hyera langsung menyembunyikan sebuah kertas yang langsung ia masukan kedalam tasnya dengan sedikit kaget.
“eh, ne . heechul-ssi”. Hyera tampak gugup.
“hmm anio, hmm apa kau mau aku antar pulang? Ya esok hari kita harus menyelesaikan adegan yang ada di scripe, mungkin saja kita tidak bisa bertemu karena kesibukan masing-masing...”.
“anio!!”. Spontan hyera mengatakan tidak padaku. “hmm maksudku, ya tidak jangan seperti itu, aku akan menyempatkan waktu bertemu dengan mu heechul-ssi karena kau baik denganku”. Tambah hyera, yang membuat ku curiga satu hal.
“hmm arraseo, kajja kita pergi”. Ucapku pada hyera, dan disambut senyum manis gadis ini.
*************

Saat di perjalanan aku menyepatkan bertanya beberapa hal pada hyera, ku harap kali ini hyera lenih banyak bercerita tentang kehidupannya mungkin dari situ aku dapat menyimpulkansiapa namja yang membuat hyera berani ke seoul.
“hyera-ssi. Bagaimana dengan indonesia, apakah disana banyak fansku? Haha”. Aku membuka pembicaraan , dan membuat hyera tertawa geli.
“haha ne, banyak sekali. Setiap supershow mereka selalu sibuk mengantri tiket, dan mungkin lebih malang jika mereka tidak menonton konser super junior, ada yang menangis dan mengurung dirinya dikamar dan tidak mau makan, sangat banyak penggemar super junior, dan penggemar heechul-ssi tentunya”. Ucap hyera padaku, dan pernyataan hyera tidak menguatkan kecurigaanku.
“apa kau juga fansku?”. Ucapku sambil tertawa pada hyera, namun ku lihat hyera tidak tertawa sama sekali, dia hanya terdiam menatapku. “hmm waeyo? Apa aku salah hyera-ssi?”. Tanyaku ragu,
“anio heechul-ssi, kau tidak salah. Aku... hmm .. iya siapa yang tidak mau menjadi fansmu kau sangat tampan bukan”. Jawab hyera, namun aku rasa hyera menyembunyikan satu hal. tidak lama  kemudian ponsel hyera bergetar. “hmm heechul-ssi, aku angkat telfon sebentar saja, mianheyo”.
“ne, gweancanayo”. Ucapku membiarkan hyera mengangkat telfonnya.
“ne, eomma?”.
“..........”
“anio eomma, naneun gweancanayo. Eomma bogoshiposo”.
“.........”
“ne, aku akan pulang ke rumah setelah syuting film ini selesai dan promosinya juga selesai”.
“........”
“ne eomma, annyeong”.
Hyera menutup telfonnya dan sedikit mendengus, ia melihat kearah jendela mobil.
“hmm waeyo? Ada masalah? Apa itu eomma mu?”. Aku beranikan bertanya pada hyera.
“hm gweancana heechul-ssi, eomma hanya merindukanku, dia menanyakan kapan aku kembali ke indonesia”. Ucap hyera sambil tersenyum padaku.
“hmm , aku kira terjadi seseuatu dengan keluargamu disana”. Aku kembali tersenyum pada hyera.
***********

HYERA POV
Hari ini akan ku selesaikan dengan baik. Hari ini terakhirnya aku syuting dengan semua krew yang bekerja dalam pembuatan film ini, dengan semua pemain-pemain yang juga ikut dalam adegan dalam film ini. Dan tentunya apa yang aku impikan selama ini sudah terwujud, bertemu dengannya, sekaligus menjadi lawan main ku, meski rasa bahagia itu tidak dapat aku sembunyikan tapi aku harus menjaga perasaanku, seperti janjiku dulu, aku tidak boleh membiarkan perasaanku menginginkannya disisiku, apa lagi sampai dia tau bahwa dialah alasan kenapa aku bisa sampai ke seoul dan terkenal seperti ini. KIM HEECHUL,pernah menjadi kekasih impianku, ingin bertemu dengannya, menjadi seseorang yang ada diduniannya, dan itu sudah berhasil aku wujudkan.
Aku membuka kembali kertas putih yang 2 tahun lalu ku tulis, kertas yang selalu ku lihat ketika aku berusaha mengikuti semua audisi hingga aku menjadi terkenal seperti ini, surat yang ku tulis ketika ia sedang menjalani wajib militernya, surat yang ku tulis ketika aku sangat merindukannya.
“sudah lama datang?”. Suara sutradara mengagetkan ku segera saja aku masukan kertas itu kedalam tas ku sembarangan dan segera membungkuk ke arah sutradara.
“ne, tidak terlalu lama.”. pak sutradara menepuk-nepuk pundakku.
“tolong berikan yang terbaik di proses syutin kita yang terakhir ini, setelah film ni selesai kita akan mempromosikan film ini, dan mengenalkan mu pada publik korea, sebagai artis pendatang baru tentunya”. Ucap sutradara sambil tersenyum padaku.
“haha ne, aku akan melakukan yang terbaik untuk film pertamaku di negara ini”. Ucapku kembali tersenyum pada sang sutradara. Lalu ia kembali ke bangku kerjanya.
Ku lihat heechul sudah datang seperti biasa dia menyapaku ramah, ia duduk disampingku. Kami juga sempat bercerita beberapa hal yang membuatku tertawa, heechul sangat lucu , ia sering mengolok-olog para pemain lain dan para krew yang bekerja, alhasil aku tertawa melihat tingkahnya.
Hari itu proses syuting selesai, sutrada mengajak kami minum-minum di salah satu restoran di seoul, karena aku tidak pernah minum alkohol dan apapun itu namanya aku tidak berniat ikut, hanya mengucapkan salam dan rasa terimakasih saja pada krew dan artis-artis lain terutama pada sutradara, Aku tidak melihat heechul, mungkin dia juga tidak bisa ikut dengan para krew, ya tentu saja mereka mengerti. heechul adalah artis super sibuk, mungkin saja ada jadwal lain yang menantinya.
Aku menunggu bis di halte terdekat dari lokasi syuting, jalanan sudah sunyi sekali, hanya beberapa orang yang kut menunggu bis sepertiku, dari pada aku bosan aku menghidupkan mp3, lagu yang selalu ku dengar adalah lagu first star yang dinyanyikan oleh heechul sendiri, lagu soundtrack filmnya tahun 2007, aku ingat sekali heechul waktu itu, sungguh tampan, masih sama dengan sekarang.  Aku menggumamkan lagu itu menyanyikannya dengan nada kecil, di indonesia aku juga sudah mengeluarkan beberapa album, namun tidak begitu diminati dan hingga akhirnya aku hijrah ke seoul.
Ku rasakan kehadiran seseorang duduk disampingku, wangi tubuhnya seperti aku kenal, namun aku tidak begitu peduli dan tetap menggumamkan lagu yang ku dengarkan, namun ku lihat wanita-wanita yang berdiri di arah berlawanan dengan datangnya seseorang yang duduk disampingku melihat histeris ke arahku, aku rasa mungkin mereka sudah mengenalku sebagai artis, ya mungkin mereka berranggapan begitu, tapi ada suara laki-laki yang mengikuti nyanyianku, nyanyian dari mp3 yang ku dengar lewat headsed, aku langsung saja melepas headsed yang terpasang di telingaku dan mendengar suara itu, ternyata itu suara heechul yang ikut bernyanyi disampingku, ia tersenyum kearahku, dengan mata melotot aku terus menatapnya tidak percaya.
“omoo!! Heechul-ssi, yogiyo”. Teriakku kaget.
“hehe mianheyo sudah mengagetkanmu, tapi kau tidak sadar dari tadi bahwa aku disini, ya jadinya aku ikut bernyanyi denganmu, lagi pula itu laguku”. Ucap heechul sambil duduk dengan kedua tangan memasuki kantong celananya.
“ne, mianheyo heechul-ssi. Keunde, bagaimana kau bisa disini?”. Tanyaku heran.
“menjemputmu, aku dengar kau tidak ikut dalam acar perpisahan dengan para krew dilokasi syuting, makannya aku mencari mu disini”. Ucap heechul.
“ohh, bukannya kau sudah pulang heechul-ssi?”. Tanyaku lagi.
“anio, aku tadi mencari ponselku yang tertinggal di lokasi syuting bersama dengan seorang krew, dan kembali ke dalam rombongan, tapi ketika aku sampai kau sudah tidak ada hyera-ssi, makannya aku tidak jadi ikut, karena kau pasti pulang sendirian”. Jelasnya panjang lembar.
“hahahaha, gumawoyo, aku sudah banyak merepotkanmu, padahal aku bukan siapa-siapa”. Ucapku tersenyum padanya.
“haha , suatu hari nanti aku akan membuat kau jadi siapa-siapaku hyera-ssi, kajja masuk kemobilku . aku akan mengantarmu pulang, sebelum kita dikerumuni para fans”. Ucap heechul menarik tanganku, dan mengajak ku kemobil, aku merasa ada blits lampu camera wartawan sudah mengambil foto kami, ahh para paparazi sepertinya akan membuat berita heboh.
*********

“urinenun, odisoyo heechul-ssi?”. Ucap ku pada heechul, dan memperhatikan jalan yang bukan arah menuju rumahku.
“haha, gweancana. Karena kau tidak suka minum , kajja somogcha. Aku akan membelikanmu daging sapi kualitas terbaik korea”. Ucap heechul sambil tersenyum dan mengangkat jempolnya kearahku.
“hahah oke, no problome, hmm keunde.. hmm dongsaeng-ii sudah menunggu dirumah, soohyo benci kelaparan”. Ucapku pada heechul.
“soohyo? Dongsaengmu?”. Tanya heechul penasaran.
“ne, park soohyo. Dia 4 tahun lebih muda dariku, dia sedang kuliah disalah satu universitas diseoul”. Ucapku menjelaskan pada heechul.
“hmm apa dia secantikmu juga? Hahaha bolehkah untukku?”. Heechul tertawa mendengar pernyataannya sendiri.
“haha, ne . dia sangat cantik. Soohyo lebih cantik dariku. Hmm tapi dia tidak mencintaimu heechul-ssi, dia sangat mengagumi Sungmin-ssi”. Ucapku menjelaskan pada heechul.
“waw jinjja? Sungmin-aa? hahaha akan aku sampaikan pada sungmin nanti”. Ucap heechul tertawa. “lalu, jika adikmu menyukai sungmin, lalu siapa yang kau sukai di antara member SJ?”. Aku terkejut mendengar pertanyaan heechul, apa yang harus ku katakan padanya.
“hmm.. aku.. aku menyukai semuanya, ne, ya semuanya, kalian sangat tampan, ne ... hehe”. Ucapku, berbohong lagi pada heechul.
“waah berarti kau adalah ELF, nanti aku akan mendaftarkanmu disalah satu fancafe kami, hihi”. Ucap heechul cengengesan melihat ku.
“haha tidak usah heechul-ssi, merepotkan mu saja”. Balasku tsambil tersenyum padanya.
“haha arraseo hyera-ssi, aku hanya bercanda”. Ucap heechul padaku, dan kami tertawa bersama, malam itu kami menghabiskan waktu makan malam, aku banyak bercerita tentang keluargaku, dan heechul juga banyak bercerita tentang masa kecilnya dan keluarganya, tapi tentunya aku tidak akan menceritakan tentang satu hal. ku harap heechul tidak pernah tau.
***********************

HEECHUL POV
Aku membuka selembar kertas putih yang ku temukan di lokasi syuting tepat di tempat hyera duduk saat proses syuting tadi, ada yang ganjal dengan kertas putih ini, pasti ini sudah lama sekali. Namun setelah aku fikir-fikir salah rasanya jika aku membuka kertas itu, aku mengurungkan niat untuk tau apa isi kertas itu, aku harus mengembalikan pada hyera saat kami melakukan presscon untuk film itu, aku akan memberikan padanya, hyera pasti sangat membutuhkan ini.
Aku mengajak heebum menonton televisi dan bermain, aku berniat melihat iklan film ku yang akan tayang beberapa hari lagi di salah satu stasiun televisi, heebum terus bermain di hadapanku, saat aku meletakkan remote TV di lantai heebum menginjak salah satu tombol dan aku melihat salah satu acara TV, mataku terbelalak ketika melihat foto ku dan hyera di salah satu berita, “Member Super Junior KIM HEECHUL, dengan aktris pendatang baru asal Indonesia Park HyeRa, lawan mainnya di film terbaru Kim Heechul menjalin Hubungan spesial cinta lokasi? Cinta lokasi?!! Mwo!!!!!”. Aku membaca judul berita ini, dan foto ku malam itu dengan hyera di halte bis, “aishh jinjja!!!”. Aku terus melotot ke arah TV, dan profil Hyera di bacakan.
“Park Hyera artis pendatang baru asal indonesia yang baru saja bergabung dalam rumah produksi HOOX entertainment, menjalin hubungan serius dengan Kim Heechul member super junior yang sudah selesai melangsungkan wajib militernya beberapa bulan yang lalu, tidak disangka dari para awak media di indonesia ternyata hyera adalah fans berat super junior dan tentunya kim heechul dan kabar yang mengejutkan lagi ternyata membuatnya datang ke seoul adalah kim heechul dan mengikuti audisi di salah satu rumah produksi, hal itu di ungkapkan hyera saat ia melakukan presscrom di negaranya sebelum ia memilih seoul untuk meniti karier, belum banyak yang tau tentang artis pendatang baru ini, dan lebih mengejutkannya lagi, gadis ini sungguh beruntung bisa bermain dalam film terbaru kim heechul dan menjadi lawan mainnya, kita tunggu saja klarifikasi dari keduanya”.
Tentunya aku kaget dengan pemberitaan ini, benar atau tidak nya berita tentang hyera dan aku, tapi aku sangat kaget dengan pemberitaan hyera yang ternyata meninggalkan negaranya demi ke seoul hanya karena aku, aku tidak menyangka seseorang yang dimaksud hyera adalah aku. Dan dari gerak gerik hyera ia tidak pernah memperlihatkan ketertarikannya padaku, apa yang sebenarnya terjadi.
Aku segera kekemar dan melihat langsung kertas yang ku temukan di tempat lokasi syuting kepunyaan hyera, aku yakin semua akan terjawab disana, aku meletakkan heebum di lantai dan segera ke kemar melihat kertas itu. ku buka pelan-pelan kertas itu, aku melihat banyak tulisan, dan ini ... ini pasti bahasa negara hyera , aku tidak mengerti, langsung saja aku membuka laptop dan mengetik satu persatu kata-kata yang ada di dalam kertas itu , dan langsung saja ku terjemahkan melalui aplikasi translate bahasa. Dan aku mendapatkan jawabannya.....



TO : KIM HEECHUL SUPER JUNIOR
Kau tau, hari ini aku merindukanmu lagi. Kau tau ingin rasanya aku menangis dan berteriak mengatakan bahwa aku sangat merindukanmu. Ingin sekali rasanya aku mengehentikan perasaan ini, tapi rasanya hatiku begitu kaku, hatiku begitu beku. Aku hanya dapat mencintai satu orang saja, satu orang yang selalu membuatku bertahan, seseorang yang selalu membuatku tersenyum, sseseorang yang selalu ku rindukan, seseorang yang tidak pernahku tau dimana ia sekarang, SESEORANG YANG SELALU KU CINTAI.
Taukah berapa banyak air mata yang telah ku jatuhkan untukmu, taukah bagaimana setiap harinya aku memutar otak untuk mencari bagaimana caranya dapat bertemu denganmu, meski setiap kali aku memikirkannya hatiku sangat nyeri tapi apapun itu aku ingin keajaiban dari Tuhan datang untukku, aku ingin suatu saat nanti kita bertemu.
Orang yang ku rindukan hingga aku gila, orang yang selalu ku fikirkan hingga hatiku nyeri, orang yang telah mengisi hatiku hingga aku berniat menunggunya datang padaku. orang yang selalu ku cintai tanpa aku tau dia nyata atau tidak.
Bebera bulan lagi, aku berniat ke seoul. Aku akan menetap disana, aku akan mencarimu, aku akan berhasil. Terimakasih sudah menjadi penyemangat hidupku, karenamu akau bertahan hingga sekarang, tidak mudah. Tidak mudah mendapatkan popularitas agar aku bisa seperti ini, aku akan terus memikirkan bagaimana caranya agar bisa bertemu denganmu.
Setiap kali aku terpuruk dan terjatuh orang yang pertama kali ku ingat adalah dirimu. Karena  itu aku bertahan hingga akhirnya nanti aku bertemu denganmu.. sekali lagi terimakasih, terimaksih untuk semuanya, sampai bertemu.....
By: Park Hyera.
HYERA POV
Aku mencari kertas itu disetiap ruangan di apartement ku, aku sudah menanyakan pada soohyo juga tadi ia tidak menemukan kertas itu. dimana aku meninggalkannya? Apa seseorang sudah membacanya, ya Tuhan jangan sampai kertas itu jatuh ketangan orang yang salah apa lagi jika heechul tau tentang kertas itu.
“eonni, odisoyo? Palliwaa!! Lihat berita ini?! Mereka menyebutkan namamu!”. Ucap soohyo dari ruang TV, aku segera berlari kearah soohyo dan mengabaikan dulu tentang kertas itu. betapa terkejutnya aku ketika ku lihat pemberitaan di TV tentang aku dan heechul, kenapa bisa begini. Dan kenapa mereka menyebutkan alasan itu kepada publik, jika heechul tau bagaimana? Jika dia membenciku? Apa yang harus aku lakukan? Apakah pihak produksi rumah film baruku akan rugi tentang ini. Aish jinjja!!.
Tidak lama setelah itu ponselku berdering, tertulis nama pemilik HOOX entertainment, rumah produksi tempat ku bernaung saat ini dikorea. Dengan sedkit takut aku mengangkat telefonnya, tapi aku harus mampu, inilah resiko jadi artis pendatang baru, apapun itu aku akan menjelaskan dengan baik.
“yeobseyo songnim”. Jawabku sopan.
“.............”.
“ne, besok hari?”.
“.........”
“ne, aku akan datang ke kantor besok, aku akan mengklarifikasi ini”
“............”
“ne, ghamsamnida”.
Esok hari aku harus melakukan klarifikasi tentang hubungan ku dengan heechul, pihak HOOX memintaku untuk meluruskan semua permasalahan ini, bapak direktur HOOX tidak begitu marah padaku, ia hanya takut namaku tercemar hanya gara-gara gosip murahan yang tidak jelas ini.
********************

Home production HOOX entertainment tower, seoul
Aku sudah duduk di antara para wartawan didepanku yang hadir dalam klarifikasi tentang masalah gosip yang tersebar dikalangan masyarakat korea selatan, dan pihak HOOX juga memperkenalkan ku sebagai salah satu artis mereka. Aku duduk disamping bapak direktur yang baru saja mengenalkan ku pada publik korea selatan, bahwa aku sudah masuk kedalam menagementnya dari beberapa waktu yang lalu, dan sesi tanya jawabpun dibuka. aku langsung saja memulai dan meluruskan tentang gosip itu.
“annyeonghaseyo, naneun Park Hyera Imnida, aku berasal dari indonesia, aku mengucapkan banyak terimakasih pada awak media yang belakangan ini memperhatikan ku, tapi dengan adanya kesempatan ini aku ingin meluruskan pemberitaan yang ada, aku park hyera tidak punya hubungan apa-apa dengan kim heechul super junior, kami hanya sebatas lawan main dalam serial drama terbaru kami”. Ucapku mantap pada wartawan yang sudah mulai bersuara mengajukan banyak pertanyaan yang mendominan maksud dari pertanyaan itu sama.
“lalu bagaimana dengan foto anda pada malam itu hyera-ssi? Apakah kalian pergi berkencan?”. Tanya salah satu waratawan padaku, aku langsung tersenyum mendengarnya.
“tentu saja malam itu kami pulang bersama, tapi kami tidak pergi berkencan, berhubung aku hanya menggunakan bis saat pulang dari lokasi syuting, maka heechul mengantarku pulang”. Jelasku lagi.
“lalu apakah benar heechul yang membuat anda kemari dan meniti karier di seoul?”. Salah satu wartawanita yang bertanya padaku. dan aku berusaha sejujur mungkin.
“tidak semuanya benar, tapi yang jelas, aku sangat mengagumi pribadi kim heechul”. ucapku singkat, dan itu cukup mewakili semuanya.
“lalu apa anda mencintai kim heechul-ssi?”. Tanya seorang wartawan lagi. Dan itu membuatku semakin bingung.
“tidak ada cinta diantara kami”. Ucapku lalu menutup klarifikasi dan tanya jawab hari itu, sungguh melelahkan berbohong pada diriku sendiri dan semua orang termasuk kim heechul “mianhamnida heechul-ssi, tapi ini demi kebahagiaanmu”. Gumamku dalam hati. Dan klarifikasi pada wartawan hari itu selesai dengan baik, ku harap setelah ini tidak ada pemberitaan apa-apa tentang aku dan heechul.
*************

HEECHUL POV
Hari ini aku melihat dia di televisi, hyera mengklarifikasi semuanya. Beberapa wartawan juga banyak menunggu ku di luar gedung apartement, tapi aku sedang benar-benar tidak ingin berkata apa-apa, pihak SM tidak terlalu khawatir tentang pemberitaan ini, aku dan SM sudah sering mendengar pemberitaan yang tidak bermutu seperti ini, seperti setahun yang lalu saat eunhyuk di beritakan berkencan dengan IU, padahal semua itu hanyalah rekayasa para paparazi.
“hyung, apa kau sudah makan?”. Ucap ryeowook dari dapur. Sejak film ku selesai aku kembali ke dorm bersama member SJ yang lain.
“hmm aku sedang tidak ingin makan. Mana leeteuk hyung?”. Ucapku pada ryeowook.
“hyung , leeteuk hyung sedang wajib militer, apa kau lupa?”. Jawab wookie sambil menelan buah pirnya.
“hahahha ya aku hampir lupa, wookiya. hyung!!! Cepatlah pulang, aku butuh nasehatmu!!”. Teriakku hingga membuat satu dorm melihat kearahku heran.
“hyung berhentilah berteriak, jika kau berteriak aku bisa gameover”. Ucap kyuhyun sambil memainkan game terbarunya.
“ya maknae, aku membencimu”. Ucapku lalu membawa heebum ke kamar.
“HYUNG SARANGHAE!!”. Teriak semua dongsaeng-dongsaeng ku dari lantai bawah.
“SARANGHAEDO!!”. Balasku, sambil tertawa.
Aku harus beristirahat, esok hari aku harus melakukan promo film ku, bersama hyera dan yang lainnya. Aku tidak akan menannyakan apapun terhadap hyera, apa lagi soal kertas itu, aku ingin hyera mengatakannya sendiri padaku.
*************

Aku sudah melihat hyera sudah hadir dalam acara promo film terbaru kami, ku lihat para awak media juga sudah memenuhi ruangan. Aku juga melihat pak sutradara dan beberapa krew yang ikut membuat film ini menjadi sukses, aku segera masuk keruangan melalui pintu belakang dengan beberapa pengawal, karena di pintu depan sudah banyak wartawa yan menungguku tentunya menanyakan gosip murahan yang sudah menjadi pembicaraan akhir-akhir ini.
Aku segera masuk keruangan dan duduk berdampingan dengan hyera, mungkin hyera tidak menyadari kehadiranku karena ia sibuk berbicara dengan salah satu pemain yang ikut dalam serial drama kami ini.
“ehh heechul-ssi, mianhamnida, aku tidak tau kau sudah datang. Apakah kau sudah lama datang heechul-ssi?”. Ucap hyera setelah ia sadar bahwa aku sudah duduk disampingnya, namun ekspresi hyera seperti biasa, tidak menampakan sedikitpun rasa ganjalnya terhadapku.
“ne, gweancanayo hyera-ssi. Aku baru saja datang, aku fikir kau sudah tidak mengenaliku setelah film ini selesai”. Ucapku pada hyera, dan membuat gadis itu tertawa sangat manis.
“haha, anio heechul-ssi, aku masih sangat mengenalimu”. Ucap hyera sambil tersenyum padaku.
Dan promo film inipun dimulai, satu persatu wartawan menanyakan tentang film baru ini. Aku , hyera, sutradara , dan pemain lainnya secara bergantian menjawab pertanyaan wartawan, film ini bercerita tentang gadis yang miskin menjalin hubungan dengan pemuda kaya raya yang sudah dijodohkan dengan gadis kaya, tentu saja bintang utamanya aku dan hyera sendiri, ada beberapa pemain lainnya seperti JiYeon T-ara yang berperan sebagai antagonis, suzzy mis-A,  sahabatku jaejong JYJ, dan beberpa pemain senior lainnya.
Tanpa disangka ada salah satu wartawan yang menanyakan tentang gosip yang baru beredar belakangan ini tentang aku dan hyera, aku langsung saja menjawab sesuai yang dikatakan hyera dalam klarifikasinya beberap hari lalu.
“tentang gosip itu, itu semua hanya gosip murahan, aku dan hyera adalah teman baik, usia hyera terpaut jauh dibawahku, dan malam itu kami tidak pergi berkencan, aku hanya sekedar mengantar hyera pulang”. Ucapku pada awak media sambil tersenyum dan sesantai mungkin.
“lalu, apa respon anda tentang pemberitaan bahwa hyera keseoul demi anda?”. Tanya salah satu wartawan lagi. Dan itu membuat ku memaksakan tawa.
“masalah itu aku tidak pernah tau, tapi yang jelas hyera kemari tentu demi kariernya bukan demi aku”. Aku menjawab sambil menatap muka hyera yang kelihatan pucat, aku tau apa yang dirasakan hyera saat ini, ia takut aku mengetahui kebenarannya.
**********


Setelah promo film itu aku tidak pernah lagi bertemu hyera, kadang ia menelfonku menanyakan kabar, atau kadang mengirimi pesan padaku, sama seperti saat proses syuting film kemarin, hyera tidak sedikitpun berubah, hanya saja kami tidak lagi pernah bertemu, aku juga sibuk dengan jadwal ku bersama SuperJunior, dan beberapa pekerjaan lainnya.
HYERA POV
Tidak sedikitpun aku berubah pada kim heechul, aku selalu baik atau menyempatkan diri menelfonnya, aku rasa heechul tidak percaya pada pemberitaan media, dan aku harap heechul tidak tau apa-apa tentang perasaanku padanya, aku sudah berjanji, aku tidak boleh begini pada heechul. bukankah aku pernah katakan heechul adalah idola ku sejak 4 tahun lalu hingga esok, ia punya kehidupannya, aku bukanlah yang terbaik.
Hari ini aku ngin mengurus keberangkatan ku ke indonesia, aku sudah berjanji pada eomma akan pulang setelah film selesai. Soohyo adik sepupuku memilih tetap diseoul, karena ia pun sibuk kuliah. Dan tidak ada waktu untuk kembali ke indonesia, aku mungkin pulang beberapa hari saja, melepaskan rindu pada eomma, appa dan semua keluargaku.
“aku berangkat besok, jaga dirimu disini, jangan bawa teman laki-laki, jangan kotorkan apartement, jangan keluyuran malam, jangan suka menelfon orang yang tidak jelas, jangan datang ke acara apapun, dan ingat berhemat, jika kau langgar, aku akan menyruh eommamu memulangkanmu ke indonesia, arratchi?”. Ucapku pada soohyo yang mengangguk-angguk sambil melahap beberapa potongan mangga.
“ne, eonni. Eonni sampai kan salam ku pada eommaku, dan eommamu ne, sampaikan pada semua nya, katakan aku merindukan mereka”. Ucap soohyo sambil cemberut.
“ne, saat libur nanti kau bisa pulang, aku hanya pergi beberapa hari saja. Hmm yasudah tidur sana, aku ingin mengepak barangku”. Ucapku pada soohyo yang langsung masuk ke kamarnya.
“EONNI!! JANGAN LUPA BAWAKAN AKU MAKANAN YANG ENAK BUATAN EOMMA!!”. Teriak soohyo dari dalam kamarnya sebelum ia tidur.
“NE, AKU AKAN MEMBAWAKAN MAKANAN UNTUKMU!!”. Jawabku, sambil tersenyum, “bocah itu, selalu saja manja”.
**********
HEECHUL POV
Sudah 2 hari ponsel hyera tidak aktif, ia juga tidak lagi menelfon ku atau mengirim pesan padaku seperti biasanya, aku bermaksud mengecek ke apartemennya, ya mungkin terjadi sesuatu pada hyera, mungkin saja gadis itu sakit.
Aku segera meluncur apartement hyera yang berada didaerah elite gangnam, di perjalanan aku sengaja mempir ke satu super market dan membeli beberapa makanan untuk hyera. Sesampai di apartemennya aku bertanya pada pusat pelayanan di apartement itu, ternyata no ruangan apartemennya di lantai 12 no 422. Aku segera menaiki lift. Sesampai di depan pintunya aku memencet beberapa kali bel.
“ne, nuguya??”. Ucap seorang gadis dari balik pintu.
“kim heechul imnida”. Ucapku.
“kim heechul? nugu? Mwo!!!!! Kim heechul super junior!!! Ne arraseo oppa, changkaman ne!!” teriak gadis itu dan membuat ku sedikit kaget.
“igomwoya?”. Gumamku pelan.
Dan gadis itu segera membukakan pintu. “annyeonghaseyo oppa, naneun soohyo imnida”. Ucapnya sambil membungkuk dan mepersilakanku masuk kedalam, aku segera membalas sedikit membungkuk dan masuk kedalam ruang apartement hyera, aku rasa ini adalah adik sepupu hyera yang ia ceritakan padaku.
“hmm apakah oppa mencari eonniku?”. Tanya soohyo padaku.
“hmm ne, apakah dia ada di sini?”. Tanyaku lagi.
“hmm eopso oppa, eonni pulang ke indonesia dua hari yang lewat, dan mungkin akan kembali lusa, hmm apakah dia tidak memberi tahu oppa?”. Tanya soohyo padaku, tentu saja aku tidak tau jika hyera kembali ke indonesia, namun cukup melegakan karena ia kembali hanya untuk sementara.
“hmm eopso, hyera-ssi tidak memberitahuku”. Ucapku pada soohyo dengan nada sedikit kecewa.
“hmm gweancana oppa, aku masih ada, hahahah”. Ucap soohyo sambil tertawa padaku, dan aku pun ikut tertawa mendengar soohyo.
“hmm soohyo-ya, apa kau bisa sedkit bercerita tentang eonnimu, dia orangnya bagaimana?”. Tanyaku pada soohyo, ku harap aku banyak mendapat informasu tentang hyera dari dongsaengnya ini.
“hmm eonni itu orangnya sangat cerewet oppa, dia sangat aktif, dia tidak bisa diam. Eonni itu yojja satu-satunya milik eommanya, eonni punya satu orang oppa, dan satu orang dongseng namja. Hmm apa eonni tidak pernah bercerita padamu oppa?”. Tanya soohyo heran.
“hmm ne, dia sering bercerita padaku, dan memang dia orang yang selalu berbicara tanpa lelah, kadang bahasa koreanya di campur bahasa inggris, kadang aku juga tertawa mendengar bahasa koreanya yang tidak begitu bagus”. Ucapku pada soohyo, dan kami tertawa.
“haha ne, eonni ku memang seperti itu, kadang dia sendiri tidak menyadari apa yang di ucapkannya, hmm apa kau tau suatu hal tentang eonni?”. Tanya soohyo padaku, dan aku tidak mengerti dengan pertanyaan soohyo padaku.
“hmm maksudmu?”. Tanyaku penasaran.
“hmm akan aku tunjukan suatu rahasia padamu, tapi kau harus berjanji tidak memberi tahu pada media, apa lagi eonni, aku bisa-bisa dipulangkan ke indonesia”. Ucap soohyoo, dan aku mengikuti soohyo dari belakang, sepertinya ia membawaku kesebuah ruangan.
“kajja masuk, ini kamar eonni, oppa. Kau bisa lihat sendiri bukan, disini banyak foto-foto dan gambar-gambar mu”. Soohyo menunjuk satu dindin yang dipenuhi dengan bingkai foto dan disana banyak terdapat fotoku. Aku terkejut sekali melihat ini kamar hyera, bantal, gelas, semuanya ada namaku, ada nama Super Junior, dan yang paling membuat ku kaget saat aku melihat fotoku dalam ukuran skala yang cukup besar terpampang di salah satu sisi dinding.
“igo... sejak kapan?”. tanyaku pada soohyo.
“hmm sejak 4 tahun yang lalu, eonni selalu menyimpan semua nya dengan baik, hingga akhirnya kami memutuskan ke seoul, eonni tetap menempel semua ini di kamarnya, mari aku tunjukan lagi”. Soohyo mengajak ku ke ruang kerja hyera, disana ia membuka komputer kepunyaan hyera, ia membuka bebera file.
“igo, mwoya?”. Tanyaku lagi pada soohyo.
“coba baca semua ini, lihat ini, coba lihat semua ini?”. Soohyo menunjuk document-document milik hyera, semua isi hati hyera terhadapku, semua video-video tentangku yang ia punya, lagu-lagu superjunior, dan banyak lagi. Aku hanya bisa terdiam menatap semua kenyataan tentang hyera, aku tidak menyangka, gadis yang biasa-biasa saja dihadapanku tapi menyimpan begitu dalam perasaan.
“oppa, aku tau kau tidak terlalu kaget, karena aku tau kau yang menemukan kertas kepunyaan eonni, oppa jangan salah sangka jika aku menunjukan semua hal tentang eonni, dia sangat mencintaimu, dan aku tidak ingin eonni ku memendam perasaannya selama bertahun-tahun, benar yang diberitakan para wartawan, eonni kemari karena dirimu, eonni sangat mengagumimu, ia sangat mencintaimu, tapi dulu sebelum ia ke korea eonni berjanji dihadapanku, bahwa ia tidak akan memberi tahu siapapun tentang perasaannya, aku tidak tau persis alasannya karena apa, tapi yang jelas eonni sangat menginginkanmu bahagia dengan gadis pilihanmu, dulu eonni sangat membenci ahn sohee karena ia tau bahwa kau sangat mencintainya, tapi lama kelamaan eonni sadar bahwa kebahagiaanmu adalah segalanya, dan ia sadar ia hanyalah seorang fans yang mendapatkan kekuatan luar biasa dari idolanya, eonniku memang begitu oppa, jika ia sering menyusahkanmu aku sebagai dongsaengnya meminta maaf padamu”. Soohyo menceritakan semuanya, aku hanya terdiam dan terus tertegun, aku tidak menyangka hyera sejauh ini menggunakanku didalam kehidupannya.
“hmm gumawo soohyo-ya sudah memberiku banyak informasu tentang hyera, aku kira hyera tidak punya perasaan apa-apa terhadapku, karena selama ini dia tidak meberiku tanda-tanda yang bisa ku baca”. Ucapku pada soohyo, dan ia tersenyum padaku.
“hehehe oppa ini tidak gratis”. Ucap soohyo dan membuat ku heran.
“maksudmu?”. Tanyaku lagi.
“karena aku sudah membantumu, maka jebbal bantu aku untuk mendapatkan tanda tangan sungmin oppa, atau foto-fotonya? Ayolah ajak aku bertemu dengan sungmin oppa, aku sangat menyukainya, neomu jhua!!”. Ucap soohyo bersemangat, dasar bocah ini, ternyata informasi yang ku dapat darinya tidak gratis.
“ya, jadi kau menjual perasaan kakak mu demi mendapatkan tanda tangan lee sungmin?”. Tanyaku melotot kearahnya.
“haha keure!! Aku memang begitu haha, keunde jebbal oppa tolong aku”. Ucapnya sambil memohon padaku.
“arraseo, arraseo. Aku akan membantumu, tapi hmm haruskah ku beritahu pada hyera bahwa kau membocorkan rahasianya?”. Tanyaku sambil mengangkat kedua alisku.
“mwo!!! Andwae, anio oppa, nanti hyera akan mencincangku, hyera itu kalau marah sangat menakutkan, aku saja pernah di lempar dari jendela”. Ucap soohyo sambil memainkan kuku-kukunya.
“omoo!! Jinjjaya?”. Tanyaku.
“haha anio, hyera tidak sekejam itu”. jawab soohyo dan membuatku tertawa melihat dongsaeng hyera yang tidak kalah menyebalkan dari eonninya.
************

HYERA POV
Aku tiba di aiport jam 9.00 pagi waktu seoul. Aku segera menuju ke apartement, soohyo mungkin sudah gila karena tidak kemana-mana selama aku pulang ke indonesia, selain pulang pergi ke kampusnya.
“soohyo-ya!!! Odisoo?!!”. Teriakku saat baru masuk.
“ne!! Naneun yogiyo eonni-yaa!!!!! Apa kau sudah pulang!!???”. Teriaknya dari dalam kamar mandi.
“ne, palliwa. Apa yang kau lakukan di sana?!”. Teriakku dari ruang TV.
“hehe ne eonni, aku disini. Odiso makananku?”. Tanya soohyo yang baru saja keluar dari tempat persemediannya di dalam kamar mandi.
“igo, hmm igodo. Ya makan lah semuanya, anymogo!”. Ucapku pada soohyo yang langsung memakan satu persatu oleh-oleh yang dititipkan eommanya padaku
“hmm apakah ada seseorang yang mencariku?”. Tanyaku pada soohyo.
“ne, hana saramyeon. Kim heechul oppa”. Jawabnya sambil mengunyah makanan yang memenuhi mulutnya.
“hmm heechul? apa dia kemari? Apa yang dia katakan? Apakah dia marah karena aku tidak meberi tahunya bahwa aku pulang ke indonesia?”. Tanyaku penasaran.
“hmm aku rasa begitu, sebaiknya kau menemuinya, jika kau menelfonnya dia tidak akan mengangkat telfonmu lagi, bayangkan saja jika idola membenci fansnya, aigoo. Aku tidak ingin itu terjadi padaku”. ucap soohyo mulai menakutiku.
“jinjja? Eottokae?? Aku harus bagaimana?”. Tanyaku lagi pada soohyo.
“hmm heechul hanya memberiku kertas ini, sepertinya ini sebuah alamat, ia memintaku memberikannya padamu setelah kau pulang ke seoul”. Ucap soohyo sambil menyodorkan selembar kertas yang berisi alamat seseorang. “hmm aku sarankan  eonni cepat kesana, sebelum heechul membencimu, aigoo”.
********


HEECHUL POV
Aku membuat rencana cemerlang dengan soohyo, gadis itu cukup lihai mengelabui eonni nya, aku berharap soohyo menjalankan tugasnya dengan baik, setelah aku mengemis pada sungmin untuk memeberikan tanda tangannya, padahal hari itu sungmin sedang kuliah, sungmin melanjutkan lagi pendidikannya untuk mendapatkan gelar master, dan aku rela saja mengemis pada sungmin demi rencana ku dan soohyo, agar ia mau bekerja sama denganku. Ponselku berdering, aku menerima satu pesan, ternyata dari soohyo.
“oppa, eonni sudah tiba di seoul. Dia sedang bersiap-sipa menuju alamat yang kau berikan , rencana berhasil . oppa... fighting!!”
Aku segera bersiap-siap menuju alamat yang ku berikan pada hyera, alamat itu tidak terlalu jauh dari dorm, aku segera meluncur ketempat itu. kulihat di kursi yang aku pesan untuk hyera ia sudah duduk manis menungguku, aku amati dia dari jauh sepertinya wajah gadis itu tetap santai dan baik-baik saja. “apa-apaan dia?”. Gumamku.
“sudah lama menunggu hyera-ssi?”. Sapaku saat aku menghampirinya, ia langsung membungkuk dan memberi salam padaku. “silahkan duduk”. Ucapku padanya.
“ne, gumawoyo heechul-ssi, mianhamnida”. Ucap hyera padaku.
“hmm mianhe?? Waeyo?”. Tanyaku padanya , pura-pura tidak tau.
“hmm mianhamnida, tidak memberi tahumu bahwa aku kembali ke indonesia beberapa hari, aku rasa aku akan merepotkan mu nantinya”. Ucap hyera nadanya seperti menyesal.
“hmm apa kau menyesal?”. Tanyaku lagi.
“ne, jeasonghamnida heechul-ssi”. Jawabnya.
“hmm apa aku boleh bertanya satu hal?”. ucapku pada hyera, dan sepertinya ia semakin takut.
“n.. ne.. ne”. Ucap hyera kalut.
“apa kau menyukaiku?”. Tanyaku pelan.
“ANIO!!!! ANI!! EOPSO!!”. Jawabnya spontan dan sedikit berteriak dan membuatku kaget, “miaheyo, maksudku aku tidak mungkin menyukaimu, aku maksudku, aku tidak, aku...”.
“jadi benar kau tidak mencintaiku , seperti yang dikatakan para wartawan?”. Tanyaku lagi pada hyera.
“ne, ya seperti yang ku ucapkan pada wartawan aku, tidak mencintaimu, aku akan menikah dengan lee seung gi, atau hyun bin, atau siwon”. Ucap hyera mengelak dariku.
“jinjja?”. Tanyaku lagi padanya.
“ne, jinjja”. Ucapnya sambil mengalihkan pandangannya kekiri.
“hahaha arraseo, kajja mogo!! Aku memesankan banyak makanan untukmu, apa kau pernah minum?”. Tanyaku pada hyera.
“hmm kajja, aku akan mencobanya, lagi pula aku tidak pernah minum jadi aku ingin mencobanya”. Jawab hyera semangat dan membuatku kaget, aku tertawa dan dia pun ikut tertawa.
Aku dan hyera malam itu cukup mabuk, gadis itu cukup banyak minum, dia terus meminta, padahal aku sudah melarangnya, aku juga tidak kalah pusing, aku menggedong hyera keluar club itu. sudah sangat larut malam, tidak mungkin aku mengantarkan gadis mabuk seperti ini ke apartement nya, sebaiknya aku membawanya menginap di apartemen pribadiku, mustahil juga jika aku membawa hyera ke Dorm, bisa-bisa aku ditendang keluar oleh para dongsaengku.
******

AUTHOR POV
Heechul memapah hyera menuju kamarnya, mereka sama-sama mabuk, hyera baru sekali ini merasakan mabuk yang sangat membuat dirinya sempoyongan, heechul juga tidak kalah mabuk dari hyera, heechul segera keluar dari mobil setelah sampai didepan apartement miliknya. Setibanya didalam,
“heechul-ssi, uri odiso?”. Ucap hyera, melihat sekitar ruangan yang gelap.
“apartementku, aku tidak berani mengantarmu pulang ke apartement mu, ini sudah sangat larut malam”. Ucap heechul, dan...
BRUK!!
“ahh!!”. Teriak Hyera yang terjatuh di samping ranjang, karena heechul tidak berhasil menempatka hyera disana, dan heechul pun ikut terjatuh disamping hyera.
“gweancana??”. Ucap heechul pada hyera.
“ne gweancana, hmm apa aku sedang mabuk?”. Tanya hyera polos pada heechul.
“hmm aku dan kau sedang mabuk, apa kau tidak pernah mabuk sebelumnya?”. Tanya heechul, memandangi gadis itu.
“ne, aku tidak pernah merasakan pusing seperti ini, hmm “. Gumam hyera sambil memegang kepalanya.
“kajja gunakan pundakku”. Ucap heechul sambil menepuk pundaknya.
“anio, aku akan menggunakan pundak suami ku suatu saat nanti”. Ucap hyera dalam keadaan mabuk.
“haha. Ya apa kau benar-benar tidak menyukaiku?”. Ucap heechul mendekkan mukanya ke hadapan hyera.
“anio, aku tidak bisa menahannya cintaku, aku...”. ucap hyera memandangi mata heechul yang hanya berjarak beberapa centi darinya.
“apa kau benar-benar tidak menginginkanku?”. Ucap heechul semakin mendekati mukanya ke muka hyera.
“jika kau meminta akan aku lakukan”. Ucap hyera, dan heechul mencium bibir gadis itu lembut, hyera membiarkan heechul menciumnya, meraba punggungnya, melekatkan tubuh gadis itu dipelukannya. Hyera membiarkan heechul menguasainya malam itu, dalam keadaan mabuk hyera hanya bisa menikmati apapun yang ia rasakan, tanpa ia pungkiri ia juga menginginkan saat-saat bersama dengan heechul.

HYERA POV
Aku merasakan tiupan angin pagi, tubuhku begitu terasa ringan, namun kepalaku terasa berat sekali, aku membuka mata pelan-pelan, ku lihat langit-langit kamar yang tidak sama dengan langit-langit di apartement ku, mungkin aku sedang bermimpi, namun mata ku kembali terbuka, memaksaku untuk sadar dan terjaga, ternyata aku tidak sedang bermimpi, tetapi ada yang aneh dengan tubuhku.
Aku melihat kebawah dan benar saja, aku tidak memakai satu helai pun baju, termasuk pakaian dalam, aku terkejut, sempat ingin berteriak, namun gagal setelah aku melihat wajah heechul yang tertidur polos disampingku, dengan berbalut selimut tanpa baju tentunya, aku berfikir suatu hal telah terjadi pada kami berdua, aku terus mengingat kejadian tadi malam, dan aku berhasil mengingatknya, ternyata aku dan heechul mabuk.
Aku terus memandangi wajah heechul yang tertidur nyenyak, aku mencium keningnya lembut, aku segera turun dari ranjang dan mengenakan pakaian ku yang sudah berserakan di atas lantai, apapun yang ku lakukan berasama heechul tadi malam lebih baik aku memikirkannya dirumah saja, aku segera keluar dari apartement heechul dan pulang ke apartementku.
********

Gangnam-gu, Seoul, Apartement 12, no 442

“eonni!!!! Kenapa kau baru pulang pagi begini?!!”. Ucap soohyo saat melihat ku baru masuk.
“ya! Aku sedang tidak enak badan, tolong buatkan aku teh hangat”. Ucap ku pada soohyo yang tampak kebingungan. Dan ia segera kedapur membuatkan ku teh hangat.
“eonni, apakah heechul memukulimu?”. Tanya soohyo penasaran.
“anio, heechul baik padaku, kami makan malam bersama”. Ucapku pada soohyo tanpa menceritakan yang sebenarnya padanya.
“hmm lalu kenapa kau pulang pagi-pagi seperti ini?”. Tanya nya lagi.
“aku menginap dirumah jiyeon”. Ucapku pada soohyo berbohong. Memang setelah mengenal jiyeon dalam film yang sama, aku dan dia menjadi teman akrab dan dekat, jiyeon memang mempunyai wajah yang sedikit ketus, tapi jiyeon adalan artis JYP yang baik, dia juga sangat ramah.
“ohh jiyeon eonni, hmm arraseo. Istirahatlah, aku ingin bersiap-siap kuliah”. Ucap soohyo dan meninggalkan ku terbaring di sofa didepan TV. Tidak lama setelah soohyo pergi ponselku berdering, satu pesan masuk, dari kim heechul?
“hyera-ssi, maafkan aku atas kejadian ini. Aku tidak bermaksud melukaimu, apakah kau baik-baik saja?”
Replay:
“ne, gweancana. Aku juga tidak ingat apa-apa,lupakan saja heechul –ssi ^^”.
Replay:
“aku akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa”.
Pesan terakhir heechul membuat ku bertanya, benarkah aku telah melakukannya, sungguh memalukan, seharusnya ini tidak boleh terjadi.
***********


Sudah hampir dua bulan kejadian itu berlalu, aku dan heechul juga tidak pernah lagi berkomunukasi, ku dengar heechul sedang melakukan world tournya ke berbagai negara di dunia, aku juga sibuk dengan iklan dan sibuk mengatur jadwal film baru ku. Beberapa sutradara memintaku membintangi film lagi, karena itu aku juga ekstra kerja keras, memang belakangan ini aku tidak pernah istirahat yang cukup, kadang terasa mual yang sangat luar biasa, dan rasa pusing yang cukup membuatku kalang kabut, tapi aku terus bekerja keras demi karier ku di seoul.
Siang ini aku melakukan empat adegan dalam film ku yang baru, kali ini aku tidak sebagai bintang utama, namun sebagai peran pendamping, pemain kali ini kebanyakn dari artis HOOX, lee seung gi oppa membintangi nya, dipasangkan dengan member girlband yang sangat cantik YoonAh SNSD. Aku beristirahat sejenak, namun sutradara menyuruhku istirahat full dirumah hari ini, ia khawatir melihat wajahku yang semakin pucat, beberapa minggu lalu aku sudah membeli sabuah mobil dari bayaran ku dalam film lalu dan cukup berhasil film itu mendapat rating yang sangat baik.
Aku melaju menuju apartement perutku semakin sakit, aku yakin ini karena aku tidak teratur makan, dan mungkin karena datang bulan, sampai di kamar aku menjerit kesakitan, hingga akhirnya aku tidak sadarkan diri.
************


HEECHUL POV
Seoul Asing Medical Center, SEOUL
Aku segera berlari menelusuri lorong rumah sakit, aku baru saja mendarat di seoul dan aku menerima telfon dari soohyo bahwa hyera baru saja masuk rumah sakit. Soohyo tidak sedang berada di seoul, ia harus melakukan study tour nya ke luar kota, segera saja aku menuju kamar rawat inap tempat hyera.
Aku duduk di luar kamar, karena dokter sedang memeriksa keadaan hyera, aku takut terjadi apa-apa dengan gadis itu, tidak lama dokterpun keluar dan memanggil keluarga pasien.
“apakah tuan keluarga hyera-ssi?”. Ucap dokter itu padaku.
“bukan, aku temannya, dia hanya tinggal bersama adik sepepupunya di negara ini, dan adiknya sedang berada diluar kota baru kembali empat hari lagi”. Ucapku menjelaskan pada dokter itu.
“baiklah, ikutlah denganku”. Ucap dokter itu, dan aku mengikutinya menuju salah satu ruangan mungkin saja itu ruangan kerjanya.
“maafkan kami, kami tidak bisa menolong nyawanya”. Ucap dokter itu dan membuat jantungku berdetak sangat kencang.
“maksud dokter?”. Ucapku lagi, memastikan.
“bayi hyera tidak dapat tertolong, umur janinnya sudah hampir 1 bulan lebih, keadaan hyera akhir-akhir ini sangat lemah hingga akhirnya janinnya tidak dapat bertahan lama”. Ucap dokter itu dan membuat tenggorokan ku terasa tersekat, rasanya aku tidak percaya akan hal ini, tapi janin? Dan aku mengingat satu hal.
******


Aku menatap tubuh hyera yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit, aku duduk disampingnya, aku menyadari hal ini dan air mataku satu persatu jatuh, hyera tidak pernah memberi tahuku akan hal ini, saat ia membutuhkan kasih sayang aku malah jauh darinya, kini hyera harus kehilangan janinnya bukankah hyera bilang ia akan baik-baik saja padaku, aku sudah mengabaikan hyera aku sudah banyak membuatnya menderita, kali ini ia harus kehilangan bayinya.
“naneun odiso?”. Ucap hyera, sadar dari pingsannya, aku segera menghapus air mataku sebelum hyera melihatnya. “heechul-ssi, kenapa kau bisa disini?”. Tanya hyera padaku dengan suara lemahnya.
“hmm ani, kau tadi pingsan dirumah dan petugas apartement membawamu kemari, soohyo menelfonku dan menyuruhku menjagamu dirumah sakit”. Ucapku pada hyera.
“apa yang terjadi denganku heechul-ssi? Dan kenapa kau seperti baru menangis”. Tanya hyera memperhatikanku.
“hyera-ssi, apa kah terasa sakit? Kenapa kau tidak memberi tahuku? Apakah sakit sekali hingga kau tidak bisa menahannya?”. Ucapku pada hyera, dan aku tidak bisa menahan air mataku.
“heechul-ssi? Waeyo? Apa yang terjadi? Aku hanya sakit perut datang bulan, dan akhir-akhir ini aku sering telat makan, tapi kenapa kau seperti ini? Ada yang salah kah dengan perutku? Apa aku menderita usus buntu?”. Tanya hyera, dan membuatku kaget, apa benar hyera tidak mengetahui bahwa ia baru saja hamil.
“apa kau benar-benar tidak tau?”. Tanyaku pada hyera, dan dia menggeleng lemah, air mataku tidak terbendung lagi, aku menggenggam tangan hyera dan menangis.
“heechul-ssi, apa aku ha... mil?”. Tanya hyera padaku.
“ne, kau hamil dan kau baru saja kehilangan janinmu, kau keguguran hyera-ya, kau .... kau ... mianhe”. Ucapku pada hyera dan aku menangis. “hyera-ya, mianheyo. Aku sudah mengahancurkan mu seperti ini, aku sudah menodaimu, dan disaat kau membutuhkan kasih sayang aku tidak ada disampingmu, mianhe, jeongmal mianhe”. Ucapku pada hyera, dan hyera tersenyum padaku dengan kedua pipinya yang sudah dipenuhi air mata.
“oppa... gweancanayo.. aku baik-baik saja, aku juga tidak menyadari bahwa aku mengandung anakmu, seharusnya aku yang minta maaf karena sudah mengabaikan pemberian tuhan, tubuhku terlalu lamban untuk menyadari hal ini, aku juga tidak tau... akuu jugaa,.. “. Hyera menangis dan aku segera memeluknya, aku tidak ingin hyera sakit seperti ini, sudah banyak air mata yang ia keluarkan demi aku.
********


Sore itu hyera boleh keluar dari rumah sakit, kondisi hyera sudah membaik, aku menemani hyera, dan mengantarnya ke apartement, seperti biasa hyera sudah kembali pulih dan sehat. Kami berencana menyembunyikan ini dari semua orang termasuk soohyo sepepu hyera, ia tidak akan menerima eonni kesayangannya harus kehilangan bayinya di usia muda seperti ini.
“heechul-ssi , aku sudah baikan, hmm apakah kau tidak berniat kembali beraktifitas?”. Ucap hyera sambil tersenyum padaku dan membereskan rumahnya yang berantakan di tinggal sehari olehnya.
“ya hyera-aa, kemarin kau memanggilku oppa, kenapa sekarang kau berubah memanggilku heechul-ssi?”. Tanyaku  pada hyera.
“hmm jinjja? Hahha arraseo op... oppa.. haha”. Ucapnya sambil tertawa. Aku pun ikut tertawa.
“hmm ya sudah aku akan kembali bekerja, jaga dirimu baik-baik, dan tolong jangan bekerja terlalu keras”. Ucapku pada hyera dan ia mengangguk sambil tersenyum kearahku, dan aku segera mengucapkan salam pada hyera dan segera pergi .
********
HYERA POV
Hari ini para pemain di film terbaru ku datang menjenguk ke apartement ku, barusan sutradara menelfonku dan berencana datang kemari setelah proses syuting selesai. Tidak beberapa lama bel pun berbunyi aku segera membukakan pintu untuk mereka.
“annyeonghaseyo hyera-ssi!!!”. Ucap beberapa pemain yang datang beserta pak sutradara.
“annyeonghaseyo, silahkan masuk. Mianhe apartement ku tidak terlalu besar, karena hanya ada dua orang penghuninya”. Ucapku tersenyum pada teman-teman ku dalam drama terbaru ku.
“hyera-ya, bagaimana keadaanmu? Apakah sudah membaik?”. Tanya Seung Gi, seung gi adalah artis HOOX entertainment, Seung Gi sudah lebih lama masuk dalam menegament HOOX, seung gi adalah hallyu yang sangat bersinar, namanya sudah sangat terkenal di asia. Saat aku masih kuliah, aku juga sangat mengagumi seung gi karena actingnya yang sempurna.
“hmm gweancanayo oppa, aku sudah baik sekarang , aku hanya keletihan dan tidak makan dengan teratur”. Ucap ku pada seung gi dan ia mengelus-elus kepalaku, seung gi memang sudah menganggapku seperti adiknya, terlebih lagi aku adalan juniornya di HOOX menegament.
“cepat sembuh nak, masih banyak adegan yang harus kau selesaikan,  hahaha”. Ucap sutradara padaku sambil bercanda, aku ikut tertawa mendengarnya.
Hari itu mereka cukup lama di apartement ku, walau aku terbilang artis pendatang baru, tapi para seniorku sudah sangat akrab denganku, aku sangat bahagia bisa dikelilingi orang-orang yang menyayangiku, meski tanpa heechul disini, tapi aku yakin heechul akan baik-baik saja.
********


HEECHUL POV
“hyung, kau harus semangat! Kami akan mendukungmu, tapi apa kalian memang sudah melakukannya?”. Tanya wookie padaku, setelah aku menceritakan semuanya pada semua member SJ.
“ne, aku melakukannya dalam keadaan mabuk. Aku tidak menyangka akan seperti ini, gadis itu sudah banyak sakit karena ku”. Ucapku pada mereka.
“hyung, mungkin sangat menyakitkan baginya, apa lagi ia harus kehilangan janinnya, hmm aku rasa kau perlu menikahinya”. Donghae memberiku saran.
“ya babo!! Kau fikir semudah itu menikah apa!”. Plak! Kangin memukul kepala donghae, dan donghae hanya meringis kesakitan.
“aku akan menikahinya”. Ucapku mantap, dan semua dongsaeng ku terbelalak kearahku.
“MENIKAH???”. Semua dongsaeng ku berseru kompak.
“ne, waeyo? Apa aku salah? Aku sudah menikmati tubuhnya, membiarkan ia menahan sakit sendiri, apakah aku salah?”. Tanyaku pada mereka.
“hyung, itu adalah yang terbaik. Aku mempercayaimu”. Ucap donghae sambil menepuk-nepuk pundakku.
“aku ingin tidur, aku akan memikirkannya lagi besok”. Ucapku, lalu meninggalkan dongsaeng ku yang juga ikut pusing karena masalahku.
********

“apa kau serius heenim?”. Ucap eomma padaku, hari ini aku memutuskan kerumah eomma, dan meminta pendapatnya. Sebenarnya aku tidak ingin menceritakan kejadian sebenarnya tapi aku harus jujur, eomma harus tau ini.
“eomma sebenarnya..............................”.
Aku menceritakan semua kejadian itu dari awal hingga akhir, aku juga sangat menyayangi hyera, dia wanita yang sudah banyak berkorban demiku, hyera juga tidak pernah menuntutku bertanggung jawab atas kegugurannya, aku menceritakan semuanya meskipun eomma sedikit kecewa denganku.
“hmmm bawalah dia kerumah, kenalkan gadis itu pada ku, heenim aku tau kau anak yang baik”. Ucap eomma padaku dan aku memeluk eomma, heejin nunna ku hanya bisa menatapku, heejin sudah lebih tau hal ini, karena saat kejadian itu aku langsung menceritakan pada nunna ku ini.
*************

Beberapa hari setalah aku meminta izin pada eomma aku memutuskan bertemu dengan hyera dan membicarakan hal ini dengan hyera, Aku menjemput hyera di apartemennya , aku sudah menghubunginya dan menyuruhnya menunggu di luar gedung.
“kajja, masuklah”. Aku mempersilahkan hyera masuk kemobilku dan membukakaknya pintu.
“ne, palliwa heechul-ssi , sebelum banyak orang yang melihat”. Ucap hyera padaku. aku segera menahan dan mengenggam lengannya.
“semua orang akan tau, karena aku akan bertanggung jawab hyera”. Ucapku pada hyera, dan aku segera naik dan melaju menuju apartement pribadiku.
Kami sampai beberapa menit setelah itu, didalam perjalanan hyera hanya diam tidak seperti biasanya, aku lihat mukanya juga kelihatan pucat.
“ayo turun”. Aku memegang tangan hyera, dan membawanya kedalam apartement. Aku sadar beberap camera paparazi sudah mengambil gambar kami.
Aku menyuruh hyera duduk disofa dan aku segera kedapur membuatkan hyera teh hangat, aku tau badan hyera sedang tidak sehat.
“minumlah ini”. Ucapku pada hyera, sambil menyodorkan segelas teh hangat.
“hmm ne heechul-ssi, gumawoyo”. Ia segera meminum teh itu. “hmm heechul-ssi, sebenarnya ada apa?”. Tanya hyera menatapku dan tersenyum manis.
“aku ingin meberikan ini”. Aku mengeluarkan kertas kepunyaan hyera yang ku temukan beberapa bulan yang lalu di lokasi tempat kami syuting.  Mata hyera langsung membulat, dan sepertinya ia terkejut dengan kertas itu, aku yakin dia sudah lama mencari kertas ini, dan ia segera mengambil kertas itu dari tanganku.
“heechul-ssi, apa kau sudah melihat isinya?”. Tanya hyera gemetar.
“sudah, sudah sejak lama. Bahkan sebelum kita melakukan hal itu”. ucapku menatap hyera, hyera tidak kalah terus menatapku , namun tatapannya penuh ketakutan, aku segera memeluk hyera, kurasakan pundakku sudah dibasahi air matanya.
“oppa! Mianhamnida, aku tidak bermaksud membohongi semua orang, aku juga tidak ingin seperti ini, mianheyo oppa, mianheyo”. Tangis hyera terpecah didalam pelukanku, aku terus memeluknya erat, aku tidak ingin ia merasakan sakit yang selalu kuhadiahkan kepadanya.
“gweancana hyera-ya gweancana”. Aku mengecup kening hyera lembut, air mataku ikut terjatuh.
“oppa, seharusnya ia ada didalam perutku. Tapi tubuhku begitu lemah menyadari kehadirannya, hingga akhirnya ia tidak tahan dan melepaskan nyawanya dari tubuhku, oppa aku sudah membunuh janinku, aku sudah membunuh anakmu”. Ucap hyera sambil terisak dalam tangisnya.
“kau tidak membunuh siapapun, termasuk janin yang ada dirahimmu, aku yang sudah membuat mu merasakan sakit yang luar biasa, hyera jeongmal mianhe”. Aku  membiarkan hyera tertidur dalam pelukanku, aku tau hyera lelah sekali, lelah karena tidak ada waktu istirahat demi mengejar mimpinya. Aku menidurkan hyera di ranjangku, ranjang yang pernah ku gunakan bersama hyera malam itu, aku terus menatap wajah hyera yang lelah dan tertidur pulas, ku raba pipi, mata dan bibirnya yang mengingatkan ku saat pertama kali aku mecium nya saat adegan di film itu.
Aku terus memperhatikan hyera, sesekali mulutnya menggumamkan sesuatu. Mugkin saja ia sedang bermimpi. hampir satu jam hyera tertidur dan akhirnya ia terbangun.
“apa kau sudah bangun?”. Tanyaku padanya.
“hmm ne, apa aku tertidur? Mianhamnida, aku sangat lelah sekali”. Ucap hyera sambil memaksakan senyum dibibirnya. Aku segera mencium bibirnya lembut, hyera membalas ciumanku, kali ini aku memeluk tubuh hyera, ia membiarkanku mencium lembut bibirnya, lalu aku melepasnya tidak ingin sesuatu terjadi lagi pada kami berdua.
aku mengajak hyera ke meja makan, tadi pagi aku sudah menyipakan beberapa makanan, yang dimasak oleh wookie, lalu aku sengaja membawanya ke apartement pribadiku.
“waah, apa kau memasak semua ini untukku heechul-ssi?”. Tanya hyera kagum.
“haha anio, aku menyuruh wookie memasakkanya untuk kita berdua, dan aku  membawanya kemari”. Ucapku pada hyera, dan membuat gadis itu tersenyum. “kajja , anymoggo”. Ucapku dan hyera langsung makan dengan lahap.
***********


HYERA POV
Heechul mengajakku ke beranda luar apartemennya, udara seoul sore ini cukup sejuk, aku melihat dengan jelas kota seoul dari atas sini, rasanya angin meniup leher ku semilir, tubuh ini lebih baik dari sebelumnya.
“apa kau suka?”. Tanya heechul , dan memelukku dari belakang.
“hm ne, jhuayo”. Ucapku dengan nada malu.
“hyera-ssi”. Panggil heechul.
“ne”. Jawabku, kali ini ia menghadap kerahku, dan berlutut didepanku. “oppa, waeyo?”. Tanyaku heran.
“mianheyo sudah membuatmu susah, aku ingin kau bahagia bersama ku hyera-ssi, aku akan membahagiakan hidupmu, aku akan mengganti janin yang mati itu, aku akan menjadi appa yang baik baginya nanti, izinkan aku melamarmu hyera-ssi, terimalah rasa tulusku”. Ucap heechul sambil mengeluarkan cicin dari saku celanannya. Sontak saja aku kaget sekaligus bahagia, heechul yang selama ini ku dambakan melamarku.
Hari itu aku menerima lamaran dari heechul, beberapa hari setelah itu aku di ajak kerumah orang tua heechul, aku disambut baik oleh keluarga kim, eomma heechul juga sudah menginginkan heechul cepat menikah, dan akhirnya ditetapkan tanggal pernikahan kami di ulang tahun ku yang ke 23 menurut hitungan korea.  Aku sangat bahagia, aku juga memberi tau orang tua ku di indonesia, tentunya mereka akan datang.
                                  ***********


AUTHOR POV
Acara pernikan sudah dilangsungkan, hyera dan heechul memilih langsung melakukan bulan madu ke pulau jeju, mereka memutuskan untuk segera bulan madu mengingat heechul yang akan sibuk mempersiapkan album nya bersama SJ, dan hyera yang akan sibuk dengan iklan dan tawaran lainnya.

JEJU Island, south korea.
“oppa, aku baru pertama kali kemari, dulu saat masih menjadi fansmu aku sangat menginginkan ketempat ini bersamamu”. Ucap hyera sambil tersenyum pada heechul, dan heechul juga tersenyum pada istrinya. Heechul mengangkat istrinya hyera masuk ke kamar dan mendudukannya di atas ranjang.
“hmm, apa kau bahagia?”. Ucap heechul pada hyera, hyera segera mengangguk.
“aku ingin minum?”. Ucap hyera dan membuat heechul kaget.
“jinjja?”. Tanya heechul, memastikan pada istrinya yang cantik itu.
“hmm ne, aku ingin minum, agar aku bisa melakukannya lagi denganmu”. Ucap hyera polos.
“hahaha arraseo”. Jawab heechul lalu memberikan sebotol alkohol pada istrinya, dan mereka minum berdua di lantai disamping ranjangnya. Sama seperti saat pertama kali mereka melakukan hal itu di apartement heechul.
“apa aku sudah terlihat mabuk?”. Tanya hyera pada heechul yang tidak begitu merasakan mabuknya , beda dengan hyera yang setengah sadar.
“haha, kau sangat lucu saat mabuk”. Ucap heechul menatap istrinya. “apakah kau tidak jadi menikahi lee seung gi?”. Ucap heechul mendekati wajah istrinya.
“anio...”. ucap hyera menatap suaminya.
“hyunbin?”. Tanya heechul lagi, semakin mendekati wajah hyera.
“anio...”. ucap hyera lagi.
“siwon?”. Tanya heechul dan menghentikan gerakannya tepat beberapa centi dari wajah istrinya, hyera merasakan nafas heechul di mulutnya,
“anio... aku sudah mendapatkan lebih dari mereka”. Ucap hyera lalu heechul mencium lembut bibir hyera, hyera membalas mencium heechul, heechul menarik istrinya dalam pelukannya, meraba punggung istrinya, lalu heechul menggendong hyera ke atas ranjang hyera membiarkan heechul menguasai tubuhnya malam itu, mencium lembut tubuh hyera dan membawa hyera jauh merasakan segalanya.
***********
4 TAHUN KEMUDIAN
“eomma!!”. Panggil seorang anak kecil  laki-laki berumur 3 tahun kearah hyera.
“ne, jagiya.. eomma datang”. Ucap hyera menggendong anak nya buah cintanya bersama heechul.
“eomma, appa odisoyo?”. Tanya anak itu pada hyera. Sebelum hyera menjawab heechul sudah lebih dulu hadir di antara mereka.
“ne, appa yogiyo jaeha-ya”. Ucap heechul dan mengambil anaknya dari hyera, hyera tersenyum melihat heechul dan jaeha.
“hmm kenapa kalian berdua terlihat begitu tampan?”. Ucap hyera menggoda anak dan suaminya.
“haha kau juga cantik jagiya”. Heechul mengecup kening hyera, lalu gantian mencium pipi jaeha. Jaeha mirip dengan heechul, dan matanya mirip dengan eommanya hyera.
Setelah menikah, hyera masih tetap bekerja didunia entetainment, dan heechul masih dalam naungangn SJ dan SM entertainment. Mereka memilih tinggal di apartement milik heechul, soohyo sudah lulus dari universitasnya dan sekarang mengikuti jejak hyera menjadi artis, ia juga sedang menjalin hubungan dengan Lee Sungmin, meski tidak begitu serius namun mereka sedang dekat sekarang. Hyera sudah mengajak heechul dan jaeha pulang ke indonesia, dan mengenalkan pada keluarga hyera disana, dan mereka hidup bahagia di seoul, kim jae ha adalah anak pertama heechul dan hyera.
“eomma, appa? Buatkan aku adik”. Ucap jaeha polos, heechul dan hyera saling berpandangan.
“mwo??!!”. Ucap heechul dan hyera serentak, lalu ia memandangi kyuhyun, eunhyuk, donghae, kangin, shindong dan siwon yang sudah berdiri pura-pura tidak mendengar.
“YA!!! APA YANG KALIAN AJARKAN KEPADA ANAKKU!!”. Teriak heechul sambil mengejar  para dongsaengnya yang sudah lebih dulu kabur.


THE END