MY STORY ABOUT
YOU “MY IDOL” Part II
“....
dan ku mohon tetaplah denganku.... “
Hari
ini tepat 30 hari setelah aku dan heechul menjalani hubungan ini, bahagia
sekali bisa didekatnya bukankah itu hal yang sangat membahagiakan bisa berada
dekat dengan orang yang sangat kita sayangi, bukankah dulu aku pernah bermimpi
mendapatkan hati heechul untukku dan kini aku telah berada disisinya, aku
mencintainya Tuhan, jadi ku mohon biarlah begini.
“hyera-aa, kau bisa kemari
malam nanti, ada yang ingin ku bicarakan”.
“ne oppa, aku akan datang
kesana nanti malam”. Jawabku.
“gumawo chagya, saranghae”.
Jawabnya manja.
“ne, saranghaedo oppa-aa.
annyeong”. Dan sambungan telefon terputus, sepertinya suara heechul melemas.
Tidak bersemangat, kenapa dari suaranya sangat terdengar manja, seperti anak
kecil yang sedang butuh kasih sayang. “Ya ada apa denganmu oppa?”. Tanyaku
dalam hati.
FLASHBACK HEECHUL POV
“Hyung,
apa kau benar-benar baik-baik saja?”. Donghae bertanya padaku yang sedang duduk
tepat di sampingku.
“ya seperti yang kau lihat”.
Jawabku seadanya.
“apa dokter menyuruhmu menginap
dirumah sakit? Ya berhentilah seperti anak kecil hyung, menginaplah disana, dan
biarkan mereka mengobatimu hingga sembuh. Kau benar-benar kelelahan sejak
pulang dari wajib militer kau tidak pernah beristirahat selalu bekerja hingga
larut malam”. Donghae kali ini benar-benar mengkhawatirkan ku, namu aku segera
membalik badan , dan segera berbaring kembali.
“aku baik-baik saja, jangan
khawatir donghae-aa”. jawabku di balik gulungan selimut yang menutup seluruh
badan hingga kepalaku.
“ahh hyung, kau memang keras
kepala”. Ia pergi lalu meninggalkan ku istirahat dikamar sendiri.
Tadi
pagi aku baru saja kerumah sakit memeriksa keadaanku, badanku benar-benar
panas, dan rasanya tidak enak sekali. Mungkinkah ini karena aku terlalu
keletihan karena tidak pernah
beristirahat bekerja, siang dan malam harus syuting acara di TV dan juga siaran
radio, ya itulah duniaku, harus aku kerjakan dengan senang hati.
Apa
hyera harus tau keadaanku sekarang? Ya aku tidak mau gadis itu menangis lagi,
bukankah hoby nya selalu saja menangis, lagi pula tidak baik membuat orang yang
mencintaiku khawatir seperti itu. biar saja dia datang kemari dan melihatku,
segera saja aku menelfonnya.
FLASBACK END HYERA POV
Aku
harus berisiap-siap ke tempat heechul, perasaanku tidak enak sama sekali, ya
apa yang sedang terjadi padamu oppa, semoga kau baik-baik saja. Aku menggunakan
bis untuk segera sampai kekediaman super junior.
“annyeonghaseyo
oppa-deul”. Aku memberi salam dan membungkuk pada penghuni dorm SJ yang
sepertinya tengah santai dan ada juga yang ingin segera pergi siaran ke radio
sukira.
“ne, annyeong hyera”. Semua
menjawab salamku dan membungkuk lalu melanjutkan kegiatan mereka masing-masing.
“hyera-ssi, apa kau ingin menjenguk
heechul hyung?”. Tanya sungmin yang sedang bersiap-siap siaran ke radio sukira.
“mwoya? Menjenguk?”. Tanyaku
heran.
“ne, ohh apa kau tidak tau
kalau heechul hyung sedang sakit, padahal dokter menyuruhnya untuk menginap di
rumah sakit tapi kau tau sendiri bukan
hyung tidak suka rumah sakit”. Ryeowook mengangguk tanda mengiyakan
perkataan hyungnya sungmin.
“mwoya? Heechul oppa sakit? Aku
tidak tau, dia hanya menyuruhku kemari oppa, tapi dia tidak bilang jika ia
sedang sakit”. Jawabku kaget, karena benar-benar tidak tau jika heechul sedang
sakit. Ya kenapa heechul pabbo itu tidak memberi tahuku.
“waeyo? Jinjjaya.. ya sudah
hyera-ssi, segeralah kekamar hyung dan bujuk dia untuk mau menginap di rumah
sakit. Aku pergi dulu, annyeong”. Sungmin membungkuk memberi salam padaku dan
aku membalas nya, lalu sungmin dan ryeowook segera berangkat ke radio sukira.
Dan aku segera naik ke lantai dua.
Aku mengetuk pintu kamar
heechul. “masuklah, aku tidak menguncinya”. Seru heechul dari dalam dan
sepertinya suaranya sangat lemah sekali. Aku segera masuk dan melihat heechul
terbaring lemas di ranjangnya.
“oppa-aa? waeyo? Apa yang
terjadi? Apa kau sakit? Oppa....”. aku segera duduk disamping ranjang heechul
dan mengenggam tangannya. Panas sekali, tubuhnya sangat panas.
“anio, aku baik-baik saja,
hanya panas sedikit. Esok hari aku pasti akan sembuh”. Jawabnya mencoba
menenangkan ku.
“anio oppa-aa, kali ini kau
benar-benar sakit dan aku tidak pernah melihatmu begini sebelumnya, kau...”.
tiba-tiba saja air mataku jatuh, dan rasanya tidak tahan lagi melihat ia
begini, aku tidak pernah melihat heechul sakit sebelumnya, mendengar berita
berat badannya turun 6kg saja aku menangis, apa lagi jika melihat ia terbaring
begini. Ya Tuhan... aku tidak sanggup... air mataku jatuh satu persatu.
“hyera-aa, uljjima... jebbal..
aku baik-baik saja. Jangan khawatir”. Heechul sadar jika aku sedang menangis,
ia segera menghapus air mataku. “uljjima chagya...”. ucapnya lagi.
“andwae oppa-aa. kau tidak
boleh sakit, aku tidak tahan melihatmu begini”. Aku tidak tahan dan segera
memeluk heechul yang sedang baring, terasa panas tubuhnya, terasa sekali. Aku
tau heechul kali ini benar-benar sakit, tapi kenapa dia tidak mau menginap
dirumah sakit, apa yang dia makan disini. “oppa, apa kau sudah makan?”. Tanyaku.
“eopso... aku belum makan, tadi
aku makan lalu ku muntahkan lagi, donghae memberiku bubur”. Jawabnya melemah.
“kau harus kerumah sakit, kau
harus menginap”. Paksaku.
“sireo!! Aku tidak mau, jangan
paksa aku”. Jawab heechul ketus lalu membalikan badannya dan menghadapkan
punggungnya padaku.
“oppa-aa, apa kau mau melihatku
terus menangis sepanjang hari?”. Tanyaku mengiba.
“jangan ancam aku”. Ketusnya
lagi.
“aku tidak mengancammu oppa,
aku benar-benar tidak tahan, jebbal... kali ini saja”. Aku kembali menangis,
kali ini aku terisak-isak, entah apa entah karena aku ingin acting agar si
keras kepala ini mau, atau hatiku benar-benar sangat sakit melihatnya begini.
“arraseo. Aku mau”. Ia
membalikkan tubuhnya kembali dan melihat kearahku.
“anak yang baik”. Aku mengecup
bibirnya sekilas.
“jangan menciumku, nanti kau
tertular”. Ucapnya sambil tersenyum manis.
“hahaha, kajja oppa-aa”. Ajak
ku.
Aku segera mengemas
barang-barang heechul yang akan di bawa kerumah sakit. Lalu aku mengantarnya
kerumah sakit, ditemani donghae dan eunhyuk.
Seoul National University
Hospital
Sesampai
dirumah sakit heechul memang harus di rawat beberapa hari karena kondisinya
semakin lemah. Apa lagi ia sudah seharian tidak makan, heechul sangat lemah,
aku benar-benar tidak tahan melihat pacar sekaligus idolaku menjadi sakit
seperti itu. apapun aku harus menjaganya hingga ia sembuh.
“hyera-ssi, aku titip hyung
dengan mu oke?”. Ucap donghae.
“ne hyera-ssi, aku dan donghae
harus melanjutkan pekerjaan, jaga hyung kami. Jangan biarkan dia mengamuk”.
Hyuk berbisik kepadaku, takut hyungnya yang ganas itu mengamuk lagi.
“ya aku mendengarmu hyuk-aa”.
ucap heechul dari ranjang tidurnya.
“hehe cepat sembuh hyung, kami
pergi dulu.annyeong”. lalu donghae dan hyuk melesat pergi , aku hanya mengangguk
dan mengiyakan kata-kata mereka sambil tertawa geli. lalu ,ereka meninggalkanku
bersama heechul disini.
Hari
ini hari pertama heechul dirumah sakit, eomma dan appanya ku dengar sempat
menelfonnya menanyakan keadaanya apakah baik-baik saja. Namun aku meninggalkan
heechul dalam ruangan untuk menelefon eomma dan appanya. Tidak berselang lama
aku kembali kedalam dan melihat heechul masih terbaring lemah, ya sepertinya
dia sudah selesai menelfon orangtuanya.
“hyera-aa... nanti malam nunna
heejin datang kemari”. Ucapnya padaku yang sedang asik memotong buah apel untuk
heechul.
“jinjjaya oppa? Hm.. nanti
setelah ini aku akan gantian dengan donghae oppa untuk menjagamu. Jadi saat
heejin eonni kemari ia tidak melihatku”. Jelasku pada heechul dan menyuapkan potongan
buah kemulutnya.
“hyera-aa, siapa suruh kau
pergi dari sini, bukankah aku pacarmu? Seharusnya kau disini, aku akan
mengenalkan mu pada nunna”. Jelasnya, sepertinya ia kecewa dengan keputusanku
tadi.
Aku tersenyum. “ne oppa-aa, aku
akan tetap disini, tapi apakah eonni akan menyukaiku?”. Tanyaku pada heechul.
“karena kau adalah pacarku, aku
yang memilihmu, ya tentu ia harus suka. Nunna itu orangnya baik, tenanglah”.
Jelas heechul. Dan aku tersenyum dan mengangguk lalu melanjutkan menyuapi
heechul buah-buahan yang baru ku kupas untuknya.
Tanpa
aku sadar sudah ku dapati tubuhku tertidur disamping heechul duduk dikursi
sambil mengenggam tangannya, aku terjaga dan wajah yang pertama kali ku lihat
adalah wajah heechul yang sudah tersenyum melihatku.
“mianheyo oppa, aku tertidur”.
Ku paksa semanis mungkin tersenyum pada heechul dengan muka yang baru saja
terjaga dari tidur.
“ya,
hyera-aa... aku suka melihat mukamu saat tetidur, sangat manis sekali”.
Godanya.
“anio oppa, itu sangat tidak
manis”. Kurasakan mukaku memerah. “hmm bukankah hari sudah mulai senja, apa
heejin eonni tidak jadi datang”. Aku merasakan tubuh heechul yang tidak terlalu
panas seperti saat kemarin.
“tentu saja dia akan datang”.
Heechul menarik tanganku, dan melingkari tangannya dipinggangku, lalu ia
seperti menyuruhku memeluknya, kulakukan sesuai gerakannya.
“waeyo oppa ? apa ada yang
sakit”. Tanyaku dalam pelukannya.
“anio, aku hanya ingin
memelukmu”. Ucapnya lemah.
“oppa-aa, kenapa kau berkata
seperti itu”. aku sangat takut, apa heechul akan mati. Ucapan pria ini, sungguh
membuat ku takut.
“haha ya hyera-aa... aku tidak
akan mati, arratchi?”. Jelasnya santai.
“jangan berkata hal yang bodoh
oppa, naneun saranghaeyo”. Ucapku lalu melepas pelukannya.
“nado hyera”. Ia mengusap
pipiku, lembut sekali. Aku tersenyum padanya.
Aku
segera kekamar mandi dan membersihkan tubuhku, lelah sekali rasanya. Tapi aku
akan tetap terlihat baik-baik saja di depan heechul, sungguh aku sangat sedih
melihat ia terbaring lemah seperti itu. laki-laki yang biasanya tidak bisa diam
sekarang hanya bisa berbaring lemah. Saat aku keluar kamar mandi aku mendengar
suara seseorang dari balik bilik kain tempat heechul berbaring.
“ne, dia yojjachingu ku, dia
bukan orang korea. Dia berasal dari indonesia”.
“apa kau yakin kepadanya? Apa
eomma dan appa sudah tau?”. Tanya wanita itu pada heechul.
“aku akn mengenalkannya pada
eomma dan appa setelah aku keluar dari rumah sakit, nunna apa kau tidak
menanyakan keadaanku?”. Tanya heechul, tapi nunna? Mungkin kah itu kim heejin,
kakak kandung heechul yang lebih tua 1 tahun darinya.
“ya! Jangan bermanja-manja
padaku pabbo! Kau kan sudah punya yojja chingu”. Dan ku dengar heejin tertawa
melihat adiknya itu. aku ingin rasanya menyapa heejin, tapi kenapa. Aku takut
dia tidak menerima keadaanku yang seperti ini.
“apa
kau belum selesai mandi? Cepatlah, ada nunna disini”. Tiba-tiba saja pesan datang
dari heechul.
Aku
segera masuk, dan memberi salam pada heejin lalu membungkuk padanya.
“annyeonghaseyo eonni. Naneun park hyera
imnida, bangaptasubnida”. Aku memperkenalkan diri padanya, lalu mengacungkan
tangan kananku.
“ne, annyeong hyera-ssi, kim
heejin imnida. Nunna kim heechul-ssi, bangapttado”. Balasnya memperkenalkan
diri dan menjabat tanganku. Lalu kami sempat berpelukan seperti teletubis. Ku
lihat heechul tersenyum evil kearahku.
Aishh, akhirnya dia berhasil mengerjaiku. Dasar kim heechul!
Sepertinya
heejin tidak seburuk yang ku bayangkan, dia cukup ramah dan sempat menanyakan
kenapa aku memilih menetap di seoul, dan melanjutkan kuliahku disini, ya
sebenarnya jawabannya sangat singkat, karena adiknya yang bernama kim heechul
itu. hehe namun aku tidak akan pernah menyebutkan alasan bodoh seperti itu pada
heejin.
“hyera-ssi,
aku pulang dulu. Jaga adik ku yang baik ya, kapan-kapan datanglah kerumah,
eomma dan appa juga ingin bertemu denganmu”. Ucap heejin padaku, setelah ia
mebersihkan tubuh adiknya, heechul.
“ne eonni, kapan-kapan aku akan
berkujung kerumah. Ku harap heechul mau membawaku kesana”. Jawabku malu-malu.
“ya jika dia tidak ingin
membawamu, biar aku yang akan menyeretnya untuk membawamu kerumah. Hahahah”.
Heejin tertawa melihat adiknya yang sudah memasang tampak jengkel setengah
mati. “ya sudah heenim, aku pulang dulu. Jangan genit terhadap gadis ini,
arratchi?”. Heejin tertawa lagi dan membungkuk padaku lalu aku membalas
membungkuk, memberi salam padanya.
“ya! Awas kau nunna”. Teriak
heechul. Aku tersenyum melihat kelakuan dua kakak adik ini. Lalu aku menyuapi
heeechul makan malam , dan membiarkannya istirahat. Biarkan ia istirahat hari
ini, semoga esok hari heechul sudah diizinkan pulang dan sembuh total.
=====================================
“ya
akhirnya kau sembuh total oppa, kajja kita pulang”. Ucapku pada heechul yang
berada di kursi roda, para wartawan sudah memenuhi lobi rumah sakit. Mereka
baru tau kalau heechul masuk rumah sakit, kali ini para member SJ berkumpul
untuk menjenguk hyungnya, aku mengemas barang-barang heechul, para member yang
lain ada yang mengangkatt barang-barang heechul dan donghae yang betugas mendorong
kursi roda heechul. Sebelumnya para oppadeul SJ menyuruhku, namun aku menolak.
Aku tidak ingin wartawan menyangka bahwa aku kekasih kim heechul. Akan sangat
bahaya jika petals tau. Bisa-bisa aku diteror lagi.
“hyung kenakan maskermu”. Ucap
sungmin pada hyungnya.
“ne, gumawo”. Jawab heechul.
Lalu kami keluar dari kamar
tempat heechul menginap, memang di bawah para wartawan sudah memenuhi lobi
untuk menanyakan keadaan heechul. Namun hanya siwon yang menjawab pertanyaan,
pertanyaan dari wartawan, dan aku sembunyi dibelkang tubuh shindong yang memang
menutupi semua bagian tubuhku.
Dan berhasil, kami lolos dari
para wartawan, elf dan petals yang sangat mengkhawatirkan Kim heechul.
“tenanglah heechul kalian baik-baik saja”. Gumamku dalam hati pada elf dan
petals yang mukanya tampak sedih.
==================
Sudah
tiga pekan setelah heechul kembali dari rumah sakit, heechul beraktifitas
seperti biasa, begitu juga denganku. Aku harus menyelesaikan study ku. Jadwal
perkuliahan sangat padat, dan heechulpun punya jadwal syuting cukup padat untuk
mempersiapkan album Super junior selanjutnya. Kami hanya berbicara di telfon,
tidak sempat bertemu, aku harap heechul baik-baik saja disana. Ponselku
berdering,
“apa ma?”. Aku menjawab telefon
dari mama, semenjak ke korea aku belum punya rencana pulang ke indonesia,
bukankah aku harus berhasil dulu.
“nisa, kapan pulang? Gimana
keadaan disana? Ga ada perang antar negara kan nak?”. Tanya mama ku, annisa
adalah nama asli ku. Annisa safitri.
“hehe engga kok ma, besok kalau
udah libur semester nisa pulang ya. Nanti mama nisa bawain makanan khas korea,
nisa juga pengen cerita”. Jelasku pada mama.
“katanya nisa kemaren
pemotretan iklan bareng artis ya? Anak mama jadi juga jadi artisnya?”. Tanya
mama sambil tersenyum, karena dia tau anak perempuan satu-satunya ini ingin
sekali jadi artis.
“haha mama, belum kok. Kemaren
Cuma gantiin modelnya yang engga datang. Mama tau dari mana?”. Tanyaku heran.
“ehh mama juga tau dong berita
dari korea, mama liat di internet, nisa tambah cantik sekarang”. Puji mama.
“hehe iya mama, mama
sehat-sehat terus ya? Papa juga. Sampaikan salam sama adek sama abang juga.
Udah dulu ya ma, nisa mau kuliah”. Jelasku pada mama.
“iya nak, hati-hati kuliahnya
ya, cepat pulang. Assalamualaikum”. Mama mengakhiri pembicaraan.
“iya mama, waalaikumsalam”.
Tutupku, lalu mematikan line telefon.
HEECHUL POV
Sudah
tiga pekan aku tidak bertemu gadis ku, bagaimana keadaannya sekarang, bukannya
dia berusaha menemui ku malah sibuk dengan urusannya sendiri, haruskah aku yang
mencarinya ke apartementnya? Ya hyera-aa, apa kau tidak merindukanku.
“hae,
aku ingin keluar sebentar. Bilang pada yang lain, aku akan kembali lagi”. Aku
meminta izin pada hae disela-sela persiapan video clip album baru Super junior.
“jangan lama-lama hyung, memang
kau mau kemana?”. Tanya donghae padaku.
“aku ingin bertemu hyera”. Aku
mengambil kunci mobilku, dan segera melesat ke kediaman hyera. Tempat kerjaku
kali ini disekitar gangnam-gu, tidak jauh dari apartemen hyera.
Gangnam-gu,
Seoul, Apartement lantai 12, no 442
Aku
sampai persis disepan pintu apartement hyera, aku mendengar dia berbicara
dengan seseorang di dalam, bahasanya. Aku kurang mengerti, apakah itu bahasa
negaranya. Dan annisa, mungkin itu nama indonesianya. Aku masih mendengarkan
pembicaraannya dan melekatkan kupingku ke pintu, tapi kenapa sunyi sekali.
Dan.... aku kaget ketika hyera membuka pintu apartementnya.
“mwoyaa!!”. Seru gadis itu.
“hehe ini aku”. Jelasku, sambil
menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
“oppa!! Kau mengagetkanku, kenapa
kau menguping disini, kenapa tidak mengetuk pintu, dan ya sejak kapan kau
menguping?”. Tanya hyera heran.
“ya aku tidak menguping, dan ya
apa kau tidak merindukanku?”. Keningku mengerut.
“haha tentu saja aku rindu,
oppa-aa, naneun noemu noemu bogoshipposo”. Dia tersenyum manis padaku.
“hm, tentu. Kau harus
merindukanku, hahahha”. Aku tertawa dan mengelus puncak kepala hyera. “ya,
sejak kapan kau mulai tinggi?”. Tanyaku.
“tinggi? Berarti kemarin aku
pendek?”. Mata hyera melototiku.
“hahahahaha kau tidak sadar,
hmm anio.. aku bercanda”. Aku tertawa dan hyera mengerutkan keningnya. “kau mau
kemana? Mencari namja yang lain ya?”. Tanyaku curiga.
“namja yang lain? Wahh kau
cemburu oppa?”. Tanyanya sambil mengangkat alisnya.
“ya ya matamu, jangan bertanya
sambil mengangkat alis begitu. Siapa yang cemburu”. Jelasku santai.
“hahaha aku ingin ke kuliah,
apa kau mau ikut?”. Tanyanya.
“aku sedang tidak ingin
dikerumuni fans”. Jelasku narsis.
“haha baiklah tuan kim heechul,
aku akan pergi sendiri, tapi bukankah kau sedang mempersiapkan teaser untuk
album baru super junior?”.
“ne, tapi aku kesini karena
merindukanmu, tapi kau tidak merindukanku sepertinya”.
“siapa bilang?”. Jawab hyera
yang langsung menyambar bibirku dan
menciumnya, cukup lama, langsung saja ku lingkari tanganku dipinggangnya,
karena ku tau dia berusah payah menjinjitkan kakinya untuk bisa mendapatkan
bibirku. Cukup lama, aku membalas ciumannya.
“humm aku harus segera
berangkat”. Ia melepaskan ciuman kami.
“aku akan mengantarmu”.
Jawabku.
“hmm arraseo oppa^^”. Jawabnya,
sambil tersenyum. Manis sekali .
HYERA POV
“oppa,
apakah mereka akan menyukaiku?”. Tanyaku pada heechul, yang sedang menyetir
mobil. Kami sedang menuju kediaman eomma dan appa heechul.
“tenanglah. Percaya padaku”.
jawab heechul, menenangkanku.
Kami
tiba dikediaman heechul dan segera turun dari mobil. Heechul menatapku, mungkin
dia melihat mukaku yang pucat. Aku belum pernah bertemu dengan eomma dan appa
heechul, hanya melihat foto-fotonya yang ku dapat dari internet, tapi kali ini
aku harus bertemu langsung dengan mereka.
“hyera, gweancanayo?”. Tanya
heechul, sambil menatap ku.
“ne, gweancana oppa”. Ucapku,
memaksa senyum.
“jangan khawatir. Aku akan
selalu didekatmu nanti”. Jelasnya.
“keureyo oppa-aa?”.
“ne ^^”. Heechul tersenyum
padaku, dan mengenggam tanganku erat. Kami segera menuju ke depan pintu
kediaman orangtuanya.
“annyeonghaseyo, eomma ,
appa!”. Teriak heechul dari pintu.
“ne, heenim kau kah itu?”.
teriak seorang wanita, namun sepertinya suara heejin. “ya, kau lama sekali.”
Heejin mendengus pada adiknya. “wah, hyera. Kau juga, eomma appa, palliwa..
disini ada yojjachingu heechul-aa”. teriak heejin dari pintu dan heechul segera
masuk sambil memberantaki rambut heejin yang langsung saja di tangkis oleh
nunna nya itu. aku pun juga dipersilahkan oleh heejin untuk segera masuk.
“ne, ghamsamnida eonni”. Ucapku
pada heejin. Lalu aku duduk di kursi di ruang tamu, tidak lama kemudian eomma
dan appa heechul datang menemuiku.
“annyeonghaseyo samchon, imo.
naneun Park hyera imnida, bangaptasubnida”. Aku memberi salam, membungkuk ,
lalu memperkenalkan diri pada orangtua heechul, lalu mereka membalas dengan
sedikit membungkuk juga dan mempersilahkan aku untuk kembali duduk.
“ne, jalie anj-a jusigi
balabnida”. Orangtua heechul menyuruhku duduk.
“ne, ghamsamnida, mannaseo
bangawoyo”. Ucapku sopan pada kedua orang tuanya.
“ne, hangugeo maeu jeongjung
agassi”. Eomma heechul memuji bahasa
koreaku.
“ne, ghamsamnida”. Ucapku lalu
tersenyum padanya.
Hari
itu kuhabiskan dengan kedua orangtua heechul serta heejin eonni, mereka sangat
menyukaiku, karena mereka sangat suka terhadap orang asing yang sangat fasih
berbahasa korea yang baik, padahal asall kalian tau, sehari sebelum aku kerumah
heechul aku berusaha keras belajar bahasa korea yang sopan. Ya itu sangat membuatku
hampir gila, sungguh sulit. Aku juga belajar dari film MY GIRLFRIEND IS A
GUMIHO , saat gumiho bertamu kerumah keluarga Cha Dea woong , Yang diperankan
oleh Lee Seung Gi. Gumiho mengucapkan kata-kata yang sopan sekali.
Heechul
segera mengantarku pulang sebelum larut malam, “annyeonggispseyo samchon, imo,
eonni.. bangaptasubnida”. Aku segera membungkuk memberi salam perpisahan pada
keluarga kecil heechul, dan heechul segera membukakan pintu mobilnya dan
menyruhku segera masuk. Mereka lalu melambaikan memberi salam perpisahan
padaku. betapa bahagianya bisa berdekatan dengan keluarga kim heechul, hal yang
tidak ku sangka.
University National Seoul,
seoul.
Aku
duduk di taman kampus , menunggu sahabat ku jiyeon, sudah lama sekali aku tidak
bertemu dengannya. Hari ini hari libur kerjanya di SM , lagi pula dia ingin
membicarakan hal penting ucapnya di telefon beberapa jam yang lalu.
“annyeonghaseyo hyera-ssi”.
Ucap seseorang dari belakang tempat dudukku. Aku sedikit kaget.
“omoo!! Ya! Kau mengagetkanku
jiyeon-aa, sejak kapan kau datang. Kau sama seperti yesung oppa yang tiba-tiba
hadir”. Gerutuku pada jiyeon.
“haha mianhe, anio bukan
maksudku mengejutkanmu, lagi pula kau sedang menghayal makannya aku kejutkan
saja”. Ucapnya sambil tertawa kecil.
“aish, ya sudah lama tidak
bertemu jiyeon-ssi, apa kau sibuk dengan kerjamu di SM?”. Tanyaku memulai
pembicaraan.
“hmm ne, aku sangat sibuk
dengan krew-krew yang lain, mempersiapkan segala macam untuk pembuatan MV album
terbaru super junior dan artis SM lainnya. Sangat melelahkan”. Jelas jiyeon
sambil mendengus.
“hmm gweancana jiyeon-aa,
semangatlah, jangan lemas begitu. Fighting!”. Ucapku memberi semangat.
“ne, gumawoyo nyonya KIM”.
Godanya.
“mwo-aa? nyonya KIM? Kami saja
belum sempat bertunangan, kau sudah panggil aku nyonya kim”.
“hahaha beberapa bulan lagi kau
juga akan menjadi nyonya kim”. Jiyeon semakin menertawai mukaku yang semakin heran.
“hm, hyera-aa, SM memintamu lagi bergabung dengan mereka. Apa kau mau?”. Ucap
jiyeon menambahkan.
“hm? Pemotretan iklan lagi?”.
Tanyaku.
“hm, mungkin seperti itu.
mereka memintamu berpasangan dengan ... hm kau baca sendiri saja surat ini, ini
surat kontrak dari SM, kau akan dikontrak untuk beberapa iklan, ya ini
kesempatan baik hyera”. Jelas jiyeon padaku, lalu aku membuka amplop yang
berisi beberapa kertas itu. tertulis disana bahwa aku dipasangkan dengan ke
empat member SHINee, dalam pemotretan iklan cosmetik, dan beberapa iklan
makanan.
“myo-aa? SHINee? Taemin? Omo!!
Taemin oppa?”. Tanyaku takjub pada jiyeon, sambil mengguncang tubuhnya.
“ne, waeyo?”. Tanya jiyeon
heran.
“ne!! Aku mau!!”. Aku langsung
berdiri dan meloncat kegirangan. Jiyeon masih terperangah melihat sahabatnya
yang aneh, dan aktif luar biasa sahabatnya kambuh kembali.
“ne, ne...”. jiyeon meyuruhku
kembali duduk.”kalau begitu tanda tangani ini, 3 hari lagi SM akan menelfonmu
untuk mengatur jadwal pemotretan. Dan tidak menutup kemungkinan jika iklan ini
akan dikeluarkan di televisi, jadi mau tidak mau kau harus syuting nantinya.
Dan jangan khwatir. Kau akan di bayar, hahahaha”. Jiyeon kembali menertawaiku.
“ne, arraseo jiyeon-aa, aku
akan bertemu dengan member SHINee, dan juga taemin oppa”. Ucpaku padanya.
“ya pabbo-aa!! jangan berpaling
dari heechul, bisa-bisa dia memberimu tendangan flying fix nya”. Ketus jiyeon
padaku.
“ne, arraseo, aku menyukai
taemin karena dia cute. Tapi aku tetap mencintai heechul”. Ucapku santai. Dan
kami melanjutkan berbincang di salah satu restoran dikota seoul.
HEECHUL POV
“hyung,
ku dengar SHINee akan pembuatan iklan dengan yojjachingu-mu”. Sungmin
menghampiri ku di sela-sela perencanaan pembuatan MV terbaru super junior, di
gedung SM.
“keureyo?”. Tanyaku santai.
“ne, iklan cosmetik, sama
seperti iklan SHINee bersama dengan SANDARA nunna”. Jelas sungmin. Segera saja
aku kaget, bukankah iklan SHINee bersama SANDARA ada adegan popo~ ya, jangan
sampai hyera di popo~ oleh member SHINee nantinya.
“mwoya?? Iklan itu bukannya ada
adegan popo~?”. Tanyaku pada sungmin.
“hmm aku rasa begitu hyung, ya
apa kau cemburu”. Tanya sungmin menggodaku.
“ya, tentu saja tidak. Lagi
pula itu adalah pekerjaan hyera, terserah dia saja”. Ketusku, lalu pergi
meninggalkan sungmin yang nampak heran melihat ku.
“mwoya? Aneh sekali, tidak
cemburu tapi marah-marah”. Ucap sungmin pelan.
“aku mendengarmu”. Yesung
tiba-tiba sudah duduk di belakang sungmin, yang hampir saja terperanjat dan
jatuh ke lantai.
“ya!! Hyung!! Sejak kapan kau
disini!!!!”.
“sejak kau duduk disini”. Jawab
yesung santai, dan semua member tertawa melihat muka sungmin yang pucat karena
di kagetkan oleh yesung.
HYERA POV
Baru
saja aku di telfon oleh pihak SM entertainment. Aku sudah menandatangani
kontrak menjadi model iklan bersama para member SHINee. Jadwal pemotretan di
mulai esok hari pukul 09.00 Pagi di gedung perusahaan cosmetic tersebut.
Ponselku berdering. Satu pesan masuk :
Hee
: “keluarlah, aku menunggumu diluar”.
Hye
: “changkaman oppa^^”.
Langsung saja aku menuju luar
apartemen dan melihat heechul sudah berdiri di depan mobilnya memakai masker
dan topi. Ia melihatku dan segera membukakan pintu mobil menyuruhku segera
masuk sebelum para paparazzi melihat. Kami segera melesat, entah kemana heechul
membawaku kali ini.
“oppa-aa, odisoyo?”. Tanyaku
heran.
“kesuatu tempat”. Jawabnya
ketus.
“eodisoyo?”. Tanyaku lagi.
Segera saja heechul menghentikan mobilnya, keningku hampir terbentur. “oppa,
waeyo? Apa aku punya salah”. Segera saja heechul mencium keningku. Cukup lama,
namun aku membiarkannya dan terus berfikir. “oppa waeyo?”. Tanyaku lagi , lalu
heechul melepas ciumannya dari keningku.
“apa kau akan menyetujui iklan
itu?”. tanya heechul padaku, dan pertanyaannya mengagetkanku.
“ne oppa, aku sudah
menandatangani kontrak iklan itu 3 hari yang lewat, besok aku mulai pembuatan
iklan itu”. ucapku menjelaskan pada heechul.
“huft~” heechul melemas.
“waeyo oppa? Apa kau tidak
suka?”. Tanyaku heran.
“aku suka, tapi kau dipasangkan
dengan sekelompok laki-laki, dan bukan denganku, kalian akan melakukan adegan
kisseu, popo~ dan berbagai macamnya”. Ucap heechul, dan aku kaget dengan
pernyataannya kali ini, aku memberanikan untuk bertanya.
“ahmm oppa, a.. appa kau
cemburu?”. Tanyaku menahan senyum.
“ya! Tentu saja karena kau
pacarku!” ketus heechul padaku. aku diam sambil menahan tawaku, seorang heechul
tiba-tiba kacau begini Cuma karena tau pacar nya akan melakukan adegan ciuman
dengan laki-laki lain, ya padahal aku kira heechul bukan orang yang cemburu
ternyata dia seperti ini, haha ingin rasanya aku tertawa besar. “waeyo? Kenapa
kau diam?”. Tanya heechul lagi. Langsung saja aku merayunya, aku tau heechul
sedang cemburu. Sudah tua masih saja cemburuan.
“oppa-aa”. aku meletakan kedua
telapak tanganku dipundaknya.
“hm~” heechul menghadap padaku,
namun wajahnya ia palingkan ke samping kiri.
“terserah, jika kau tidak mau
melihatku. Tapi jangan begitu, aku hanya melakukan itu denganmu, jika nanti ada
adegan itu, percayalah aku tidak akan melakukan dengan perasaan oppa”. Jelasku
pada heechul, mencoba memenenangkannya. Lalu heechul menatapku.
“sebelum dengan mereka, lakukan
denganku”. Pintanya, membuatku kaget.
“ommoo!! Oppa, gweancana?”.
Tanyaku kaget.
“ne, naneun gweancana”. Lalu ia
mencium bibirku. Memelukku, erat.
“huh,... huh...”. aku susah
bernafas karena ciuman dan pelukkan heechul.
“hyera-aa waeyo? Gweancana?”.
Tanyanya panik, melihatku kehabisan nafas.
“oppa, huh.. kau memelukku
terlalu erat , aku sulit bernafas”. Ucapku sambil mengatur nafas.
“hehe mianhe hyera-aa”. lalu
heechul kembali menciumku, lembut
sekali.
ETUDE company
building, seoul.
“annyeonghaseyo
aggassi”. Seseorang dengan kemeja putih menyapaku yang tengah duduk menunggu
pemotretan hari ini.
“ne,
annyeonghaseyo songsengnim”. Aku segera berdiri dan membungkuk bingung kepadanya.
Namun aku terkejut sekali melihat kedatangan taemin di dekatku.
“dangsineun
park hyera-ssi keureyo?”. Tanyanya padaku.
“ne, park hyera
imnida, taemin-ssi”. Jawabku, lalu tersenyum pada namja ini, dia adalah Taemin
SHINee lead dance BB SHINee.
“ne, semoga
menyenangkan bekerja sama dengan anda aggassi”. Ucapnya ramah, sungguh manis
namja ini.
“ne, nado .
bangaptasubnida”. Ucapku lagi. Lalu minhoo, jonghyun, key dan onew datang
menghampiriku dan memberi salam. Mereka menyapaku sangat ramah.
“ya kalian,
bersiap-siaplah, pemotretan akan segera dimulai”. Aku segera saja kedepan
camera bersam lima orang member SHINee kali ini, aku membawa pelengkapan
make-up ETUDE, yang akan kami iklankan kali ini.
“aggassi, coba
anda dekat denga minhoo-ssi, dan disebelahnya taemin-ssi, dan aggassi silahkan
di tengah-tengah sambil memperagakan properti itu”. ucap pengarah gaya
disamping fotografer itu.
“ne, arraseo”.
Kami menjawab secara bersam-sama.
Pemotretan
hari itu berjalan dengan sukses, dan esok hari kami harus syuting untuk
penayang iklan di TV nasional korea selatan. Beberapa gambar di ambil, satu
persatu member SHINee berpose denganku. Ya cukup mesra, namun aku melakukannya
demi keprofesionalitas ku terhadap pekerjaan ini. Semoga heechul tidak cemburu
lagi.
HEECHUL POV
Hari
ini aku ingin sembunyi-sembunyi melihat pemotretan hyera dan member SHINee, aku
ingin melihat hyera secara diam-diam, apakah dia akan melakukan pose mesra?.
Semoga saja tidak. “hebum-aa, aku ingin melihat tuan putriku dulu. Minta makan
pada dongsaengku, arratchi?”. Ucapku pada heebum yang langsung saja di jawabnya
dengan kata “meong”. Selalu saja itu.
“hyukjae,
aku akan pergi keluar, jangan biarkan heebum mati kelaparan, jika heebum mati,
akan ku panggang coco-mu,”. Teriakku pada eunhyuk yang sedang asik main dengan
anjingnya coco.
“ya hyung, jangan mengancamku
begitu”. Jawab hyuk dari dalam kamarnya.
Aku
segera saja menuju ETUDE company building, sesampai disana ku lihat hyera sedang melakukan
sesi pemotretan baju ke duanya, disana terlihat para meber SHINee. Aku berdiri
di antara krew-krew yang sedang bekerja untuk pemotretan ini. Ya sedang apa
dia, berpegangan tangan dengan dongsaengku Taemin, dan sekarang bertatapan
dengan Minhoo. Aishh.. jangan nikmati wajah cantik yojjachinguku. Gerutuku
dalam hati. Dan akhirnya pemotretannya selesai.
Aku
segera meghampiri hyera yang sedang menuju kamar ganti. “aggassi”. Sapaku
memukul pundaknya.
“omoo!!”. Jawabnya
kaget, melihat aku sedang memakai masker. “nugayo?!!”. Tanyanya kaget.
“hehe ini aku
kim heechul, kenapa kau kaget sekali”. Tanyaku santai.
“oppa-AAA!!!
Kau membuatku takut dengan maskermu itu”. ketus hyera sambil memukul tanganku.
“hehe mianhe”.
Jawabku tertawa.
“waeyo? Kenapa
oppa disini, apa ingin menjemputku”. Tanya hyera heran padaku.
“ne, aku ingin
menjemput mu”. Belum selesai aku berbincang dengan hyera para meber SHINee
datang dihadapanku.
“hyung!!!!
Waeyo, kenapa kau bisa disini”. Ucap key dan taemin, lalu yang lainnya
membungkuk padaku.
“hahaha ne, aku
ada urusan”. Lalu mereka menatapku heran.
“hyung, apa kau
kenal hyera-ssi?”. Tanya taemin. Aku bingung harus menjawab apa , namun hyera
tampaknya sadar degan kebingunganku dan segera menjawab pertanyan dari taemin.
“ne, kami sudah
kenal. Aku dan oppa adalah sahabat baik sejak pemotretan beberapa bulan yang
lalu”. Ucap hyera.
“ohh ne,
arraseo. Ikaln gaun pengantin bukan?”. Tanya minhoo padanya.
“ne”. Jawab
hyera lalu tersenyum pada minhoo.
“ohh aku kira kalian
sepasang kekasih”. Ketus key, mengagetkan ku dan hyera. Namun kami hanya
tersenyum saja.
“ya sudah
hyung, kami harus ganti pakaian, annyeong”. Ucap taemin lalu pergi bersama
member yang lain, taemin adalah dongsaeng kesayanganku setelah sulli f (x) dan
donghae. Orang bilang taemin dan aku sangat mirip , kami sama-sama memiliki
beautiful face. Ya aku setuju dengan itu.
HYERA
POV
“kajja
mari kita pulang”. Ajak heechul yang sedang menungguku berganti pakaian di
ruang ganti, aku segera pulang bersama heechul. Lalu aku memberi salam pada
semua krew yang bekerja bersamaku dalam pemotretan iklan kali ini.
Saat
diperjalanan. “apa sangat melelahkan?”. Tanya heechul padaku.
“ne, neomu
oppa-aa”. jawabku seadanya.
“apa kau sudah
makan”. Tanya heechul lagi.
“eopso. Aku
belum makan”. Jawabku lagi.
“ya! Pabo-aa!
kenapa kau belum makan, mari ikut makan denganku, badan mu sudah ceking begitu
masih saja tidak mau makan”. Ucap heechul memarahiku.
“hehe mianhe,
aku lupa makan”. Jawabku santai. “hm oppa,
apa kau tidak mau mereka tau tentang hubungan kita?”. Tanyaku pada
heechul, dan heechul sepertinya langsung paham.
“aku tidak mau
kau celaka lagi”. Jawab heechul singkat.
“hm~”. Jawabku
singkat.
“waeyo?”. Tanya
heechul padaku.
“anio, aku
hanya tidak mau kau terbawa masalahku”. Jawabku.
“kau adalah
yojjachinguku, masalahmu masalahku juga”. Jawabb heechul ketus.
“oppa apa kau
mencintaiku?”. Tanyaku pada heechul. Heechul segera menghentikan mobilnya.
“menurutmu?”.
Tanya nya lagi padaku. aku segera mencium pipinya.
“ya !”.
“hm~”.
“anio”.
“hahahaha
urineun paboo-aa”.
“anio, noeneun
paboo-aa”.
“sireo!”. Aku
manyun, dan melihat keluar jendela.
“hahaha
hyera-ssi.. naneun neomu neomu neomu jhuayo”. Seperti kalimat yang di ucap miho
dalam film MY GIRLFRIEND IS A GUMIHO.
“mwo? Oppa tau
film itu?”. tanyaku heran.
“ne, aku tau,
kau juga menggunakan kata-kata itu saat memperkenalkan diri pada eomma dan appa
ku kan?”. Heechul menebak benar.
“hehe ne,
keunde.. yojja chingu ga
mwoya?”. Tanyaku seperti mihoo.
Dan heechul mencium keningku kali ini
“arratchi?”. Tanyanya.
“ne, arraseo...”. lalu aku
tersenyum kepadanya. Kami melanjutkan makan siang itu. sungguh bahagia bisa
mencintaimu, memilikimu seperti ini.
“Oppa... ... dan
ku mohon tetaplah denganku.... “
THE END