HeeHye

HeeHye
kim heechul my idol ^^

Selasa, 16 Oktober 2012

Mengenal Lebih Dekat Asrama Super Junior


*Interview* by kidihae Mengenal Lebih
Dekat Asrama Super Junior

Kali ini kita bakal ngomongin interview para member SUPER JUNIOR yang dilakukan belum lama ini sekitar bulan juni. Kali ini mari kita lihat gimana aja nih pendapat oppa-deul kita tentang asramanya yang cukup tua ini (tapi gue tetep menang tuanya). Go to read!!! Cekidooot!


Mengunjungi asrama Super Junior


Super Junior yang memulai debutnya pada tahun 2005 dan telah aktif selama 8 tahun, berbagai lagu dan tarian mereka dapat dengan mudah diingat oleh banyak orang. Mereka telah menghadirkan kepada penggemar di seluruh dunia dengan citra idola yang peduli.

Kerja keras mereka telah diakui pada Januari ini ketika Super Junior mendapat Daesang untuk ‘Seoul Music Awards ke 21′ yang diselenggarakan oleh Sports Seoul.

Pada 22 Juni menandai 27 tahun berdirinya Sports Seoul, dalam segmen “KPOP TOP STAR”, Sports Seoul berkesempatan untuk mengunjungi asrama Super Junior dan melihat lebih dekat bagaimana kehidupan mereka sehari-hari sebagai seorang idola papan atas.

Kehidupan di asrama tidak membuat kita kesepian, ini sangat baik

- Sekelompok pria yang hidup bersama pasti ada banyak insiden kecil, bukan?
Siwon:  Setelah mandi, kita bahkan tidak punya waktu untuk mengeringkan diri, haha. Para member bahkan menggelar kontes mandi tercepat, dan Shindong memecahkan rekor dengan 11 detik.

- Siapa member dengan kebiasaan tidur yang terburuk?
Eeteuk : Shindong,  dia tidur tanpa busana. Pada awalnya, pengurus rumah tangga yang membantu pekerjaan rumah tangga masuk ke kamar untuk membersihkannya dan ia menjadi sangat kaget saat melihat Shindong tidur tanpa pakaian, haha.

- Siapa member yang paling mirip seorang ibu?
Donghae : Tentu saja Ryeowook, dia tidak buruk ketika mencuci piring, dan ketika ia melihat makanan di lemari es ia akan berpikir untuk membuat makanan bagi member lainnya. Dia memberi kita banyak perawatan dan benar-benar baik kepada kami.

- Siapa member yang paling banyak memiliki ‘jaringan’? ( koneksi pribadi)
Eeteuk : Para member setuju bahwa itu adalah Eunhyuk. Rumah Eunhyuk terletak di Seoul, dan dia kembali setiap minggu. Eunhyuk juga adalah seorang Kristen yang taat dan setiap minggu, ia pergi untuk pelayanan.
Ketika ia keluar seperti biasanya, para member akan bertanya “Kemana kau akan pergi?” Dan Eunhyuk akan menjawab ‘Pergi ke pelayanan’. Itu sebabnya kita tidak bisa mempercayai dia, haha.
Eunhyuk juga dipilih sebagai member yang memiliki kamar paling rapi
Eeteuk dan Donghae bertentangan dengan Eunhyuk yang lebih “tersembunyi”. Kedua orang ini tinggal di asrama lebih lama, ketika mereka melihat satu sama lain mereka akan mengeluarkan aura misterius.
Jika mereka tidak bertemu, maka mereka akan menelepon dan bertanya “di mana kau” “apa yang kau lakukan”. Keduanya tertawa dan mengatakan, “Ini seperti ketika kita mengikuti seorang pacar.”

- Apakah ada hal di mana para member merasa tidak nyaman selama tinggal bersama-sama, dan apa saja kenyamanan saat tinggal bersama  ?
Eeteuk:  Merasa tidak nyaman karena tidak ada privasi, ketika kita ingin jatuh cinta dan memiliki pacar, dan pada saat itu kita berbicara melalui telepon di kamar, maka akan ada member yang datang dan terus bertanya “Kau berbicara dengan siapa?”
Tapi, ada banyak hal yang baik, salah satunya adalah bahwa kita tidak merasa kesepian, dan ketika kita sudah lelah dan menginginkan seseorang untuk diajak bicara, ada teman-teman disini yang bisa diajak berbicara.
Donghae: sebelum aku mati, aku benar-benar ingin terus hidup seperti ini. Benar-benar bagus, dan waktu berikutnya ketika kita menikah kita bisa menjadi tetangga, hanya dengan cara seperti itu ketika menikah kita masih akan hidup berdampingan.

- Hidup di asrama memang nyaman, tapi ada saat-saat kalian merasa merindukan rumah?
Selama festival ketika kita tidak memiliki kesempatan untuk pulang, kita akan merasa merindukan rumah, ketika ada program TV yang menayangkan tentang keluarga, atau ketika tidak ada makanan di asrama, kita akan merindukan rumah.

 “Kami mulai memikirkan hidup secara mandiri”. “Hidup di asrama sudah terlalu lama, para member telah berdiskusi bahwa mereka ingin berhenti untuk tinggal di asrama.

- Apakah member yang tinggal di satu asrama masih membawa pola pikir gaya hidup individu mereka sendiri ‘?
Tidak ada  member yang seperti itu, di asrama, kita memiliki pengurus rumah tangga yang membantu kita untuk memasak dan bersih-bersih, dan mengurus kita. Jika kita pergi dari sini dan mulai hidup secara mandiri, aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan. Pada kenyataannya, tahun ini aku telah mengkhawatirkan hal militer, aku khawatir bahwa kamar kamarku akan diambil.

- Apa yang kalian harapkan dari perusahaan untuk asrama ini?
Eeteuk : meja makan di asrama lantai 12 ‘dan aku harap kursinya dapat diganti, karena kami menggunakan kursi tersebut sejak menjadi peserta pelatihan, sehingga kami sudah merasa tidak nyaman.
Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan kursi yang membuat punggung nyaman. Bila menggunakan kursi yang tidak ada sandaran punggung ketika  makan, pinggang akan terasa sangat sakit, haha.
Sungmin: Akan lebih bagus jika televisi di lantai 11 bisa ganti menjadi lebih besar dan mewah.
Ryeowook: Di lantai 12 kita sekarang mengumpulkan uang untuk membeli televisi baru, dari 20 inci menjadi 50 inci.





Nah~~ sudah tahu bukan gimana pendapat para oppa-deul kita tentang asramanya yang cukup jadul ini, haha kasian juga si wookie minta tipih gede! Beliin dong tuan seoman *kedipkedipmata*. Dan buat Leeteuk Oppa, jangan nangis kalau kamarnya bakal diambil, gue siap jagain XD . dan kyu mana kyu, maknae ga ikutan ngebacot, biasanya dia nih yang sering bikin ulah XD

Nah itu aja ya post kali ini, kapan-kapan kita bakal interview kamar mereka, sampe isi lemarinya, berhubung si yang interview lagi capek ya kapan-kapan aja ya XD. Nah disini Kim Heechul lagi ga ada , dia lagi menyandarkan semua jiwa raga nya pada negara Korea Selatan (wamil maksudnye). Semoga berguna. Annyeong!!

Ucapan Terimakasih Penulis ^^


Aku tidak akan pernah mendeklarasikan diriku sebagai kekasih KIM HEECHUL, aku juga tidak berani terlalu bermimpi untuk dapat menikah dengannya. Aku adalah Fans, terkadang aku sadar aku sudah lebih dari seorang fans. Aku adalah mahasiswa jurusan Musik, mencintai musik mencintai super junior, dan mencintai Kim Heechul. aku mengaguminya, entah sampai kapan. Namun yang pasti aku akan terus mencintainya hingga kapanpun nanti.

AKU AKAN BERHENTI MENGAGUMINYA KETIKA AKU BISA MEMILIKINYA, NAMUN AKU AKAN TERUS MENGAGUMINYA JIKA AKU TIDAK DAPAT MEMILIKINYA. –hyera said

 
My name ANNISA SAFITRI, korean Name Park Hyera. IAM PETALS AND ELF, I LOVE KIM HEECHUL, ALWAYS SUPER JUNIOR ^^. Super junior is My Spirite, My inspiration, and My Happy. 


IF ME SMILE, SOO IAM LOOK KIM HEECHUL VIDEOS. :D


Woo u  Biccal Kim Heechul, Saranghaeyo Kim Heechul, Gidalrilke Kim Heechul, IAM WAITING FOR KIM HEECHUL ^^



Annyeong haseyo chingu-deul ^^ gumawoyo~~ sudah mampir di blog aku kali ini. Ini adalah blog perdana yang aku bikin hingga larut malam. Banyak kejadian yang cukup menguras otak waktu aku ngurus blog ini, banyak pelajaran yang bisa aku dapatkan tentang kesabaran, dari nyusun desaign blog ini sendiri sampai ke kos-an teman Cuma buat minta tunjukin cara bikin blog itu gimana. Dan syukurlah berkat orang-orang yang mendukung ku akhirnya blog ini tercipta. Meskipun belum rapi seutuhnya. 


Ucapan terimakasih aku hadiahkan buat BF aku RAHMADANI FITRI dan HESSY GUSTINA ^^ karena mereka yang bantu aku buat belajar bikin blog ini. Terimakasih yang sedalam-dalamnya dan yang paling utama pada ALLAH SWT, yang udah mengizinkan hambanya yang penuh dosa ini bikin blog yang sedemikian rupa (gile aje bahasa gue ==’’). Dan pada berbagai sumber yang aku ambil, tapi tidak ada niat untuk mencuri karya kalian, karena disana aku juga mencantumkan alamat website atau alamat blog kalian, jadi kita sama-sama ngeshare ya ^^. 


Ucapan terimakasih juga aku ucapkan pada my inspiration KIM HEECHUL, sudah menjadi bahan untuk blog ini, jika tidak ada anda HEECHUL-ssi, maka aku tidak tau blog ini berisi tentang apa. Untung anda sudah jadi idola ku sejak kepergian anda Wajib Militer. (naneun neomu bogoshippoyo). 


Terimakasih banyak sangat-sangat terimakasih kepada pembaca yang sudah membaca karya aku, tidak ada salahnya kalian COPAS untuk keperluan pribadi, namun sudi kiranya untuk mencantumkan alamat blog aku di COPAS-an kalian, karena tidak sedikit waktu aku tersita untuk membuat artikel-artikel ini. Dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada mata dan otakku yang mau bekerja sama dalam pembuatan tulisan dan blog ini. Semoga semua ini bermanfaat bagi kita semua. Aku hadiahkan satu kalimat insipirasi untuk kalian semua pembaca : “ YOU NEVER KNOW IF YOU NEVER TRY” ^^

Annyeong!! Semoga bacaan di blog ini berguna untuk kalian semua !! GAMSAHAMNIDAAA!!



AKU ORANG YANG SELALU MERINDUKANMU.... MESKI AKU TIDAK PERNAH BERJUMPA DENGANMU –HYERA SAID TO KIM HEECHUL ^^

MY STORY ABOUT YOU “MY IDOL” Part II


MY STORY ABOUT YOU “MY IDOL” Part II

“.... dan ku mohon tetaplah denganku.... “
Hari ini tepat 30 hari setelah aku dan heechul menjalani hubungan ini, bahagia sekali bisa didekatnya bukankah itu hal yang sangat membahagiakan bisa berada dekat dengan orang yang sangat kita sayangi, bukankah dulu aku pernah bermimpi mendapatkan hati heechul untukku dan kini aku telah berada disisinya, aku mencintainya Tuhan, jadi ku mohon biarlah begini.

“hyera-aa, kau bisa kemari malam nanti, ada yang ingin ku bicarakan”.

“ne oppa, aku akan datang kesana nanti malam”. Jawabku.

“gumawo chagya, saranghae”. Jawabnya manja.

“ne, saranghaedo oppa-aa. annyeong”. Dan sambungan telefon terputus, sepertinya suara heechul melemas. Tidak bersemangat, kenapa dari suaranya sangat terdengar manja, seperti anak kecil yang sedang butuh kasih sayang. “Ya ada apa denganmu oppa?”. Tanyaku dalam hati.



FLASHBACK HEECHUL POV

“Hyung, apa kau benar-benar baik-baik saja?”. Donghae bertanya padaku yang sedang duduk tepat di sampingku.

“ya seperti yang kau lihat”. Jawabku seadanya.

“apa dokter menyuruhmu menginap dirumah sakit? Ya berhentilah seperti anak kecil hyung, menginaplah disana, dan biarkan mereka mengobatimu hingga sembuh. Kau benar-benar kelelahan sejak pulang dari wajib militer kau tidak pernah beristirahat selalu bekerja hingga larut malam”. Donghae kali ini benar-benar mengkhawatirkan ku, namu aku segera membalik badan , dan segera berbaring kembali.

“aku baik-baik saja, jangan khawatir donghae-aa”. jawabku di balik gulungan selimut yang menutup seluruh badan hingga kepalaku.

“ahh hyung, kau memang keras kepala”. Ia pergi lalu meninggalkan ku istirahat dikamar sendiri.

Tadi pagi aku baru saja kerumah sakit memeriksa keadaanku, badanku benar-benar panas, dan rasanya tidak enak sekali. Mungkinkah ini karena aku terlalu keletihan karena  tidak pernah beristirahat bekerja, siang dan malam harus syuting acara di TV dan juga siaran radio, ya itulah duniaku, harus aku kerjakan dengan senang hati.

Apa hyera harus tau keadaanku sekarang? Ya aku tidak mau gadis itu menangis lagi, bukankah hoby nya selalu saja menangis, lagi pula tidak baik membuat orang yang mencintaiku khawatir seperti itu. biar saja dia datang kemari dan melihatku, segera saja aku menelfonnya.


FLASBACK END HYERA POV

Aku harus berisiap-siap ke tempat heechul, perasaanku tidak enak sama sekali, ya apa yang sedang terjadi padamu oppa, semoga kau baik-baik saja. Aku menggunakan bis untuk segera sampai kekediaman super junior.

“annyeonghaseyo oppa-deul”. Aku memberi salam dan membungkuk pada penghuni dorm SJ yang sepertinya tengah santai dan ada juga yang ingin segera pergi siaran ke radio sukira.

“ne, annyeong hyera”. Semua menjawab salamku dan membungkuk lalu melanjutkan kegiatan mereka masing-masing.

“hyera-ssi, apa kau ingin menjenguk heechul hyung?”. Tanya sungmin yang sedang bersiap-siap siaran ke radio sukira.

“mwoya? Menjenguk?”. Tanyaku heran.

“ne, ohh apa kau tidak tau kalau heechul hyung sedang sakit, padahal dokter menyuruhnya untuk menginap di rumah sakit tapi kau tau sendiri bukan  hyung tidak suka rumah sakit”. Ryeowook mengangguk tanda mengiyakan perkataan hyungnya sungmin.

“mwoya? Heechul oppa sakit? Aku tidak tau, dia hanya menyuruhku kemari oppa, tapi dia tidak bilang jika ia sedang sakit”. Jawabku kaget, karena benar-benar tidak tau jika heechul sedang sakit. Ya kenapa heechul pabbo itu tidak memberi tahuku.

“waeyo? Jinjjaya.. ya sudah hyera-ssi, segeralah kekamar hyung dan bujuk dia untuk mau menginap di rumah sakit. Aku pergi dulu, annyeong”. Sungmin membungkuk memberi salam padaku dan aku membalas nya, lalu sungmin dan ryeowook segera berangkat ke radio sukira. Dan aku segera naik ke lantai dua.
Aku mengetuk pintu kamar heechul. “masuklah, aku tidak menguncinya”. Seru heechul dari dalam dan sepertinya suaranya sangat lemah sekali. Aku segera masuk dan melihat heechul terbaring lemas di  ranjangnya.

“oppa-aa? waeyo? Apa yang terjadi? Apa kau sakit? Oppa....”. aku segera duduk disamping ranjang heechul dan mengenggam tangannya. Panas sekali, tubuhnya sangat panas.

“anio, aku baik-baik saja, hanya panas sedikit. Esok hari aku pasti akan sembuh”. Jawabnya mencoba menenangkan ku.

“anio oppa-aa, kali ini kau benar-benar sakit dan aku tidak pernah melihatmu begini sebelumnya, kau...”. tiba-tiba saja air mataku jatuh, dan rasanya tidak tahan lagi melihat ia begini, aku tidak pernah melihat heechul sakit sebelumnya, mendengar berita berat badannya turun 6kg saja aku menangis, apa lagi jika melihat ia terbaring begini. Ya Tuhan... aku tidak sanggup... air mataku jatuh satu persatu.

“hyera-aa, uljjima... jebbal.. aku baik-baik saja. Jangan khawatir”. Heechul sadar jika aku sedang menangis, ia segera menghapus air mataku. “uljjima chagya...”. ucapnya lagi.

“andwae oppa-aa. kau tidak boleh sakit, aku tidak tahan melihatmu begini”. Aku tidak tahan dan segera memeluk heechul yang sedang baring, terasa panas tubuhnya, terasa sekali. Aku tau heechul kali ini benar-benar sakit, tapi kenapa dia tidak mau menginap dirumah sakit, apa yang dia makan disini. “oppa, apa kau sudah makan?”. Tanyaku.

“eopso... aku belum makan, tadi aku makan lalu ku muntahkan lagi, donghae memberiku bubur”. Jawabnya melemah.

“kau harus kerumah sakit, kau harus menginap”. Paksaku.

“sireo!! Aku tidak mau, jangan paksa aku”. Jawab heechul ketus lalu membalikan badannya dan menghadapkan punggungnya padaku.

“oppa-aa, apa kau mau melihatku terus menangis sepanjang hari?”. Tanyaku mengiba.

“jangan ancam aku”. Ketusnya lagi.

“aku tidak mengancammu oppa, aku benar-benar tidak tahan, jebbal... kali ini saja”. Aku kembali menangis, kali ini aku terisak-isak, entah apa entah karena aku ingin acting agar si keras kepala ini mau, atau hatiku benar-benar sangat sakit melihatnya begini.

“arraseo. Aku mau”. Ia membalikkan tubuhnya kembali dan melihat kearahku.

“anak yang baik”. Aku mengecup bibirnya sekilas.

“jangan menciumku, nanti kau tertular”. Ucapnya sambil tersenyum manis.

“hahaha, kajja oppa-aa”. Ajak ku.

Aku segera mengemas barang-barang heechul yang akan di bawa kerumah sakit. Lalu aku mengantarnya kerumah sakit, ditemani donghae dan eunhyuk.



                Seoul National University Hospital

Sesampai dirumah sakit heechul memang harus di rawat beberapa hari karena kondisinya semakin lemah. Apa lagi ia sudah seharian tidak makan, heechul sangat lemah, aku benar-benar tidak tahan melihat pacar sekaligus idolaku menjadi sakit seperti itu. apapun aku harus menjaganya hingga ia sembuh.

“hyera-ssi, aku titip hyung dengan mu oke?”. Ucap donghae.

“ne hyera-ssi, aku dan donghae harus melanjutkan pekerjaan, jaga hyung kami. Jangan biarkan dia mengamuk”. Hyuk berbisik kepadaku, takut hyungnya yang ganas itu mengamuk lagi.

“ya aku mendengarmu hyuk-aa”. ucap heechul dari ranjang tidurnya.

“hehe cepat sembuh hyung, kami pergi dulu.annyeong”. lalu donghae dan hyuk melesat pergi , aku hanya mengangguk dan mengiyakan kata-kata mereka sambil tertawa geli. lalu ,ereka meninggalkanku bersama heechul disini.

Hari ini hari pertama heechul dirumah sakit, eomma dan appanya ku dengar sempat menelfonnya menanyakan keadaanya apakah baik-baik saja. Namun aku meninggalkan heechul dalam ruangan untuk menelefon eomma dan appanya. Tidak berselang lama aku kembali kedalam dan melihat heechul masih terbaring lemah, ya sepertinya dia sudah selesai menelfon orangtuanya.

“hyera-aa... nanti malam nunna heejin datang kemari”. Ucapnya padaku yang sedang asik memotong buah apel untuk heechul.

“jinjjaya oppa? Hm.. nanti setelah ini aku akan gantian dengan donghae oppa untuk menjagamu. Jadi saat heejin eonni kemari ia tidak melihatku”. Jelasku pada heechul dan menyuapkan potongan buah kemulutnya.

“hyera-aa, siapa suruh kau pergi dari sini, bukankah aku pacarmu? Seharusnya kau disini, aku akan mengenalkan mu pada nunna”. Jelasnya, sepertinya ia kecewa dengan keputusanku tadi.

Aku tersenyum. “ne oppa-aa, aku akan tetap disini, tapi apakah eonni akan menyukaiku?”. Tanyaku pada heechul.

“karena kau adalah pacarku, aku yang memilihmu, ya tentu ia harus suka. Nunna itu orangnya baik, tenanglah”. Jelas heechul. Dan aku tersenyum dan mengangguk lalu melanjutkan menyuapi heechul buah-buahan yang baru ku kupas untuknya.

Tanpa aku sadar sudah ku dapati tubuhku tertidur disamping heechul duduk dikursi sambil mengenggam tangannya, aku terjaga dan wajah yang pertama kali ku lihat adalah wajah heechul yang sudah tersenyum melihatku.

“mianheyo oppa, aku tertidur”. Ku paksa semanis mungkin tersenyum pada heechul dengan muka yang baru saja terjaga dari tidur.

“ya, hyera-aa... aku suka melihat mukamu saat tetidur, sangat manis sekali”. Godanya.             

“anio oppa, itu sangat tidak manis”. Kurasakan mukaku memerah. “hmm bukankah hari sudah mulai senja, apa heejin eonni tidak jadi datang”. Aku merasakan tubuh heechul yang tidak terlalu panas seperti saat kemarin.

“tentu saja dia akan datang”. Heechul menarik tanganku, dan melingkari tangannya dipinggangku, lalu ia seperti menyuruhku memeluknya, kulakukan sesuai gerakannya.

“waeyo oppa ? apa ada yang sakit”. Tanyaku dalam pelukannya.

“anio, aku hanya ingin memelukmu”. Ucapnya lemah.

“oppa-aa, kenapa kau berkata seperti itu”. aku sangat takut, apa heechul akan mati. Ucapan pria ini, sungguh membuat ku takut.

“haha ya hyera-aa... aku tidak akan mati, arratchi?”. Jelasnya santai.

“jangan berkata hal yang bodoh oppa, naneun saranghaeyo”. Ucapku lalu melepas pelukannya.

“nado hyera”. Ia mengusap pipiku, lembut sekali. Aku tersenyum padanya.

Aku segera kekamar mandi dan membersihkan tubuhku, lelah sekali rasanya. Tapi aku akan tetap terlihat baik-baik saja di depan heechul, sungguh aku sangat sedih melihat ia terbaring lemah seperti itu. laki-laki yang biasanya tidak bisa diam sekarang hanya bisa berbaring lemah. Saat aku keluar kamar mandi aku mendengar suara seseorang dari balik bilik kain tempat heechul berbaring.

“ne, dia yojjachingu ku, dia bukan orang korea. Dia berasal dari indonesia”.

“apa kau yakin kepadanya? Apa eomma dan appa sudah tau?”. Tanya wanita itu pada heechul.

“aku akn mengenalkannya pada eomma dan appa setelah aku keluar dari rumah sakit, nunna apa kau tidak menanyakan keadaanku?”. Tanya heechul, tapi nunna? Mungkin kah itu kim heejin, kakak kandung heechul yang lebih tua 1 tahun darinya.

“ya! Jangan bermanja-manja padaku pabbo! Kau kan sudah punya yojja chingu”. Dan ku dengar heejin tertawa melihat adiknya itu. aku ingin rasanya menyapa heejin, tapi kenapa. Aku takut dia tidak menerima keadaanku yang seperti ini.

“apa kau belum selesai mandi? Cepatlah, ada nunna disini”. Tiba-tiba saja pesan datang dari heechul.

Aku segera masuk, dan memberi salam pada heejin lalu membungkuk padanya. “annyeonghaseyo  eonni. Naneun park hyera imnida, bangaptasubnida”. Aku memperkenalkan diri padanya, lalu mengacungkan tangan kananku.

“ne, annyeong hyera-ssi, kim heejin imnida. Nunna kim heechul-ssi, bangapttado”. Balasnya memperkenalkan diri dan menjabat tanganku. Lalu kami sempat berpelukan seperti teletubis. Ku lihat heechul tersenyum  evil kearahku. Aishh, akhirnya dia berhasil mengerjaiku. Dasar kim heechul!

Sepertinya heejin tidak seburuk yang ku bayangkan, dia cukup ramah dan sempat menanyakan kenapa aku memilih menetap di seoul, dan melanjutkan kuliahku disini, ya sebenarnya jawabannya sangat singkat, karena adiknya yang bernama kim heechul itu. hehe namun aku tidak akan pernah menyebutkan alasan bodoh seperti itu pada heejin.

“hyera-ssi, aku pulang dulu. Jaga adik ku yang baik ya, kapan-kapan datanglah kerumah, eomma dan appa juga ingin bertemu denganmu”. Ucap heejin padaku, setelah ia mebersihkan tubuh adiknya, heechul.
“ne eonni, kapan-kapan aku akan berkujung kerumah. Ku harap heechul mau membawaku kesana”. Jawabku malu-malu.

“ya jika dia tidak ingin membawamu, biar aku yang akan menyeretnya untuk membawamu kerumah. Hahahah”. Heejin tertawa melihat adiknya yang sudah memasang tampak jengkel setengah mati. “ya sudah heenim, aku pulang dulu. Jangan genit terhadap gadis ini, arratchi?”. Heejin tertawa lagi dan membungkuk padaku lalu aku membalas membungkuk, memberi salam padanya.

“ya! Awas kau nunna”. Teriak heechul. Aku tersenyum melihat kelakuan dua kakak adik ini. Lalu aku menyuapi heeechul makan malam , dan membiarkannya istirahat. Biarkan ia istirahat hari ini, semoga esok hari heechul sudah diizinkan pulang dan sembuh total.


=====================================



“ya akhirnya kau sembuh total oppa, kajja kita pulang”. Ucapku pada heechul yang berada di kursi roda, para wartawan sudah memenuhi lobi rumah sakit. Mereka baru tau kalau heechul masuk rumah sakit, kali ini para member SJ berkumpul untuk menjenguk hyungnya, aku mengemas barang-barang heechul, para member yang lain ada yang mengangkatt barang-barang heechul dan donghae yang betugas mendorong kursi roda heechul. Sebelumnya para oppadeul SJ menyuruhku, namun aku menolak. Aku tidak ingin wartawan menyangka bahwa aku kekasih kim heechul. Akan sangat bahaya jika petals tau. Bisa-bisa aku diteror lagi.

“hyung kenakan maskermu”. Ucap sungmin pada hyungnya.

“ne, gumawo”. Jawab heechul.

Lalu kami keluar dari kamar tempat heechul menginap, memang di bawah para wartawan sudah memenuhi lobi untuk menanyakan keadaan heechul. Namun hanya siwon yang menjawab pertanyaan, pertanyaan dari wartawan, dan aku sembunyi dibelkang tubuh shindong yang memang menutupi semua bagian tubuhku.

Dan berhasil, kami lolos dari para wartawan, elf dan petals yang sangat mengkhawatirkan Kim heechul. “tenanglah heechul kalian baik-baik saja”. Gumamku dalam hati pada elf dan petals yang mukanya tampak sedih.


==================



Sudah tiga pekan setelah heechul kembali dari rumah sakit, heechul beraktifitas seperti biasa, begitu juga denganku. Aku harus menyelesaikan study ku. Jadwal perkuliahan sangat padat, dan heechulpun punya jadwal syuting cukup padat untuk mempersiapkan album Super junior selanjutnya. Kami hanya berbicara di telfon, tidak sempat bertemu, aku harap heechul baik-baik saja disana. Ponselku berdering,

“apa ma?”. Aku menjawab telefon dari mama, semenjak ke korea aku belum punya rencana pulang ke indonesia, bukankah aku harus berhasil dulu.

“nisa, kapan pulang? Gimana keadaan disana? Ga ada perang antar negara kan nak?”. Tanya mama ku, annisa adalah nama asli ku. Annisa safitri.

“hehe engga kok ma, besok kalau udah libur semester nisa pulang ya. Nanti mama nisa bawain makanan khas korea, nisa juga pengen cerita”. Jelasku pada mama.

“katanya nisa kemaren pemotretan iklan bareng artis ya? Anak mama jadi juga jadi artisnya?”. Tanya mama sambil tersenyum, karena dia tau anak perempuan satu-satunya ini ingin sekali jadi artis.

“haha mama, belum kok. Kemaren Cuma gantiin modelnya yang engga datang. Mama tau dari mana?”. Tanyaku heran.

“ehh mama juga tau dong berita dari korea, mama liat di internet, nisa tambah cantik sekarang”. Puji mama.

“hehe iya mama, mama sehat-sehat terus ya? Papa juga. Sampaikan salam sama adek sama abang juga. Udah dulu ya ma, nisa mau kuliah”. Jelasku pada mama.

“iya nak, hati-hati kuliahnya ya, cepat pulang. Assalamualaikum”. Mama mengakhiri pembicaraan.

“iya mama, waalaikumsalam”. Tutupku, lalu mematikan line telefon.


HEECHUL POV
Sudah tiga pekan aku tidak bertemu gadis ku, bagaimana keadaannya sekarang, bukannya dia berusaha menemui ku malah sibuk dengan urusannya sendiri, haruskah aku yang mencarinya ke apartementnya? Ya hyera-aa, apa kau tidak merindukanku.
“hae, aku ingin keluar sebentar. Bilang pada yang lain, aku akan kembali lagi”. Aku meminta izin pada hae disela-sela persiapan video clip album baru Super junior.
“jangan lama-lama hyung, memang kau mau kemana?”. Tanya donghae padaku.
“aku ingin bertemu hyera”. Aku mengambil kunci mobilku, dan segera melesat ke kediaman hyera. Tempat kerjaku kali ini disekitar gangnam-gu, tidak jauh dari apartemen hyera.
   Gangnam-gu, Seoul, Apartement lantai 12, no 442
Aku sampai persis disepan pintu apartement hyera, aku mendengar dia berbicara dengan seseorang di dalam, bahasanya. Aku kurang mengerti, apakah itu bahasa negaranya. Dan annisa, mungkin itu nama indonesianya. Aku masih mendengarkan pembicaraannya dan melekatkan kupingku ke pintu, tapi kenapa sunyi sekali. Dan.... aku kaget ketika hyera membuka pintu apartementnya.
“mwoyaa!!”. Seru gadis itu.
“hehe ini aku”. Jelasku, sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
“oppa!! Kau mengagetkanku, kenapa kau menguping disini, kenapa tidak mengetuk pintu, dan ya sejak kapan kau menguping?”.  Tanya hyera heran.
“ya aku tidak menguping, dan ya apa kau tidak merindukanku?”. Keningku mengerut.
“haha tentu saja aku rindu, oppa-aa, naneun noemu noemu bogoshipposo”. Dia tersenyum manis padaku.
“hm, tentu. Kau harus merindukanku, hahahha”. Aku tertawa dan mengelus puncak kepala hyera. “ya, sejak kapan kau mulai tinggi?”. Tanyaku.
“tinggi? Berarti kemarin aku pendek?”. Mata hyera melototiku.
“hahahahaha kau tidak sadar, hmm anio.. aku bercanda”. Aku tertawa dan hyera mengerutkan keningnya. “kau mau kemana? Mencari namja yang lain ya?”. Tanyaku curiga.
“namja yang lain? Wahh kau cemburu oppa?”. Tanyanya sambil mengangkat alisnya.
“ya ya matamu, jangan bertanya sambil mengangkat alis begitu. Siapa yang cemburu”. Jelasku santai.
“hahaha aku ingin ke kuliah, apa kau mau ikut?”. Tanyanya.
“aku sedang tidak ingin dikerumuni fans”. Jelasku narsis.
“haha baiklah tuan kim heechul, aku akan pergi sendiri, tapi bukankah kau sedang mempersiapkan teaser untuk album baru super junior?”.
“ne, tapi aku kesini karena merindukanmu, tapi kau tidak merindukanku sepertinya”.
“siapa bilang?”. Jawab hyera yang langsung  menyambar bibirku dan menciumnya, cukup lama, langsung saja ku lingkari tanganku dipinggangnya, karena ku tau dia berusah payah menjinjitkan kakinya untuk bisa mendapatkan bibirku. Cukup lama, aku membalas ciumannya.
“humm aku harus segera berangkat”. Ia melepaskan ciuman kami.
“aku akan mengantarmu”. Jawabku.
“hmm arraseo oppa^^”. Jawabnya, sambil tersenyum. Manis sekali .




HYERA POV


“oppa, apakah mereka akan menyukaiku?”. Tanyaku pada heechul, yang sedang menyetir mobil. Kami sedang menuju kediaman eomma dan appa heechul.
“tenanglah. Percaya padaku”. jawab heechul, menenangkanku.
Kami tiba dikediaman heechul dan segera turun dari mobil. Heechul menatapku, mungkin dia melihat mukaku yang pucat. Aku belum pernah bertemu dengan eomma dan appa heechul, hanya melihat foto-fotonya yang ku dapat dari internet, tapi kali ini aku harus bertemu langsung dengan mereka.
“hyera, gweancanayo?”. Tanya heechul, sambil menatap ku.
“ne, gweancana oppa”. Ucapku, memaksa senyum.
“jangan khawatir. Aku akan selalu didekatmu nanti”. Jelasnya.
“keureyo oppa-aa?”.
“ne ^^”. Heechul tersenyum padaku, dan mengenggam tanganku erat. Kami segera menuju ke depan pintu kediaman orangtuanya.
“annyeonghaseyo, eomma , appa!”. Teriak heechul dari pintu.
“ne, heenim kau kah itu?”. teriak seorang wanita, namun sepertinya suara heejin. “ya, kau lama sekali.” Heejin mendengus pada adiknya. “wah, hyera. Kau juga, eomma appa, palliwa.. disini ada yojjachingu heechul-aa”. teriak heejin dari pintu dan heechul segera masuk sambil memberantaki rambut heejin yang langsung saja di tangkis oleh nunna nya itu. aku pun juga dipersilahkan oleh heejin untuk segera masuk.
“ne, ghamsamnida eonni”. Ucapku pada heejin. Lalu aku duduk di kursi di ruang tamu, tidak lama kemudian eomma dan appa heechul datang menemuiku.
“annyeonghaseyo samchon, imo. naneun Park hyera imnida, bangaptasubnida”. Aku memberi salam, membungkuk , lalu memperkenalkan diri pada orangtua heechul, lalu mereka membalas dengan sedikit membungkuk juga dan mempersilahkan aku untuk kembali duduk.
“ne, jalie anj-a jusigi balabnida”. Orangtua heechul menyuruhku duduk.
“ne, ghamsamnida, mannaseo bangawoyo”. Ucapku sopan pada kedua orang tuanya.
“ne, hangugeo maeu jeongjung agassi”.  Eomma heechul memuji bahasa koreaku.
“ne, ghamsamnida”. Ucapku lalu tersenyum padanya.

Hari itu kuhabiskan dengan kedua orangtua heechul serta heejin eonni, mereka sangat menyukaiku, karena mereka sangat suka terhadap orang asing yang sangat fasih berbahasa korea yang baik, padahal asall kalian tau, sehari sebelum aku kerumah heechul aku berusaha keras belajar bahasa korea yang sopan. Ya itu sangat membuatku hampir gila, sungguh sulit. Aku juga belajar dari film MY GIRLFRIEND IS A GUMIHO , saat gumiho bertamu kerumah keluarga Cha Dea woong , Yang diperankan oleh Lee Seung Gi. Gumiho mengucapkan kata-kata yang sopan sekali.

Heechul segera mengantarku pulang sebelum larut malam, “annyeonggispseyo samchon, imo, eonni.. bangaptasubnida”. Aku segera membungkuk memberi salam perpisahan pada keluarga kecil heechul, dan heechul segera membukakan pintu mobilnya dan menyruhku segera masuk. Mereka lalu melambaikan memberi salam perpisahan padaku. betapa bahagianya bisa berdekatan dengan keluarga kim heechul, hal yang tidak ku sangka.



University National Seoul, seoul.


Aku duduk di taman kampus , menunggu sahabat ku jiyeon, sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya. Hari ini hari libur kerjanya di SM , lagi pula dia ingin membicarakan hal penting ucapnya di telefon beberapa jam yang lalu.

“annyeonghaseyo hyera-ssi”. Ucap seseorang dari belakang tempat dudukku. Aku sedikit kaget.
“omoo!! Ya! Kau mengagetkanku jiyeon-aa, sejak kapan kau datang. Kau sama seperti yesung oppa yang tiba-tiba hadir”. Gerutuku pada jiyeon.
“haha mianhe, anio bukan maksudku mengejutkanmu, lagi pula kau sedang menghayal makannya aku kejutkan saja”. Ucapnya sambil tertawa kecil.
“aish, ya sudah lama tidak bertemu jiyeon-ssi, apa kau sibuk dengan kerjamu di SM?”. Tanyaku memulai pembicaraan.
“hmm ne, aku sangat sibuk dengan krew-krew yang lain, mempersiapkan segala macam untuk pembuatan MV album terbaru super junior dan artis SM lainnya. Sangat melelahkan”. Jelas jiyeon sambil mendengus.
“hmm gweancana jiyeon-aa, semangatlah, jangan lemas begitu. Fighting!”. Ucapku memberi semangat.
“ne, gumawoyo nyonya KIM”. Godanya.
“mwo-aa? nyonya KIM? Kami saja belum sempat bertunangan, kau sudah panggil aku nyonya kim”.
“hahaha beberapa bulan lagi kau juga akan menjadi nyonya kim”. Jiyeon semakin menertawai mukaku yang semakin heran. “hm, hyera-aa, SM memintamu lagi bergabung dengan mereka. Apa kau mau?”. Ucap jiyeon menambahkan.
“hm? Pemotretan iklan lagi?”. Tanyaku.
“hm, mungkin seperti itu. mereka memintamu berpasangan dengan ... hm kau baca sendiri saja surat ini, ini surat kontrak dari SM, kau akan dikontrak untuk beberapa iklan, ya ini kesempatan baik hyera”. Jelas jiyeon padaku, lalu aku membuka amplop yang berisi beberapa kertas itu. tertulis disana bahwa aku dipasangkan dengan ke empat member SHINee, dalam pemotretan iklan cosmetik, dan beberapa iklan makanan.
“myo-aa? SHINee? Taemin? Omo!! Taemin oppa?”. Tanyaku takjub pada jiyeon, sambil mengguncang tubuhnya.
“ne, waeyo?”. Tanya jiyeon heran.
“ne!! Aku mau!!”. Aku langsung berdiri dan meloncat kegirangan. Jiyeon masih terperangah melihat sahabatnya yang aneh, dan aktif luar biasa sahabatnya kambuh kembali.
“ne, ne...”. jiyeon meyuruhku kembali duduk.”kalau begitu tanda tangani ini, 3 hari lagi SM akan menelfonmu untuk mengatur jadwal pemotretan. Dan tidak menutup kemungkinan jika iklan ini akan dikeluarkan di televisi, jadi mau tidak mau kau harus syuting nantinya. Dan jangan khwatir. Kau akan di bayar, hahahaha”. Jiyeon kembali menertawaiku.
“ne, arraseo jiyeon-aa, aku akan bertemu dengan member SHINee, dan juga taemin oppa”. Ucpaku padanya.
“ya pabbo-aa!! jangan berpaling dari heechul, bisa-bisa dia memberimu tendangan flying fix nya”. Ketus jiyeon padaku.
“ne, arraseo, aku menyukai taemin karena dia cute. Tapi aku tetap mencintai heechul”. Ucapku santai. Dan kami melanjutkan berbincang di salah satu restoran dikota seoul.



HEECHUL POV


“hyung, ku dengar SHINee akan pembuatan iklan dengan yojjachingu-mu”. Sungmin menghampiri ku di sela-sela perencanaan pembuatan MV terbaru super junior, di gedung SM.
“keureyo?”. Tanyaku santai.
“ne, iklan cosmetik, sama seperti iklan SHINee bersama dengan SANDARA nunna”. Jelas sungmin. Segera saja aku kaget, bukankah iklan SHINee bersama SANDARA ada adegan popo~ ya, jangan sampai hyera di popo~ oleh member SHINee nantinya.
“mwoya?? Iklan itu bukannya ada adegan popo~?”. Tanyaku pada sungmin.
“hmm aku rasa begitu hyung, ya apa kau cemburu”. Tanya sungmin menggodaku.
“ya, tentu saja tidak. Lagi pula itu adalah pekerjaan hyera, terserah dia saja”. Ketusku, lalu pergi meninggalkan sungmin yang nampak heran melihat ku.
“mwoya? Aneh sekali, tidak cemburu tapi marah-marah”. Ucap sungmin pelan.
“aku mendengarmu”. Yesung tiba-tiba sudah duduk di belakang sungmin, yang hampir saja terperanjat dan jatuh ke lantai.
“ya!! Hyung!! Sejak kapan kau disini!!!!”.
“sejak kau duduk disini”. Jawab yesung santai, dan semua member tertawa melihat muka sungmin yang pucat karena di kagetkan oleh yesung.



HYERA POV


Baru saja aku di telfon oleh pihak SM entertainment. Aku sudah menandatangani kontrak menjadi model iklan bersama para member SHINee. Jadwal pemotretan di mulai esok hari pukul 09.00 Pagi di gedung perusahaan cosmetic tersebut. Ponselku berdering. Satu pesan masuk :

Hee : “keluarlah, aku menunggumu diluar”.
Hye : “changkaman oppa^^”.


Langsung saja aku menuju luar apartemen dan melihat heechul sudah berdiri di depan mobilnya memakai masker dan topi. Ia melihatku dan segera membukakan pintu mobil menyuruhku segera masuk sebelum para paparazzi melihat. Kami segera melesat, entah kemana heechul membawaku kali ini.
“oppa-aa, odisoyo?”. Tanyaku heran.
“kesuatu tempat”. Jawabnya ketus.
“eodisoyo?”. Tanyaku lagi. Segera saja heechul menghentikan mobilnya, keningku hampir terbentur. “oppa, waeyo? Apa aku punya salah”. Segera saja heechul mencium keningku. Cukup lama, namun aku membiarkannya dan terus berfikir. “oppa waeyo?”. Tanyaku lagi , lalu heechul melepas ciumannya dari keningku.
“apa kau akan menyetujui iklan itu?”. tanya heechul padaku, dan pertanyaannya mengagetkanku.
“ne oppa, aku sudah menandatangani kontrak iklan itu 3 hari yang lewat, besok aku mulai pembuatan iklan itu”. ucapku menjelaskan pada heechul.
“huft~” heechul melemas.
“waeyo oppa? Apa kau tidak suka?”. Tanyaku heran.
“aku suka, tapi kau dipasangkan dengan sekelompok laki-laki, dan bukan denganku, kalian akan melakukan adegan kisseu, popo~ dan berbagai macamnya”. Ucap heechul, dan aku kaget dengan pernyataannya kali ini, aku memberanikan untuk bertanya.
“ahmm oppa, a.. appa kau cemburu?”. Tanyaku menahan senyum.
“ya! Tentu saja karena kau pacarku!” ketus heechul padaku. aku diam sambil menahan tawaku, seorang heechul tiba-tiba kacau begini Cuma karena tau pacar nya akan melakukan adegan ciuman dengan laki-laki lain, ya padahal aku kira heechul bukan orang yang cemburu ternyata dia seperti ini, haha ingin rasanya aku tertawa besar. “waeyo? Kenapa kau diam?”. Tanya heechul lagi. Langsung saja aku merayunya, aku tau heechul sedang cemburu. Sudah tua masih saja cemburuan.
“oppa-aa”. aku meletakan kedua telapak tanganku dipundaknya.
“hm~” heechul menghadap padaku, namun wajahnya ia palingkan ke samping kiri.
“terserah, jika kau tidak mau melihatku. Tapi jangan begitu, aku hanya melakukan itu denganmu, jika nanti ada adegan itu, percayalah aku tidak akan melakukan dengan perasaan oppa”. Jelasku pada heechul, mencoba memenenangkannya. Lalu heechul menatapku.
“sebelum dengan mereka, lakukan denganku”. Pintanya, membuatku kaget.
“ommoo!! Oppa, gweancana?”. Tanyaku kaget.
“ne, naneun gweancana”. Lalu ia mencium bibirku. Memelukku, erat.
“huh,... huh...”. aku susah bernafas karena ciuman dan pelukkan heechul.
“hyera-aa waeyo? Gweancana?”. Tanyanya panik, melihatku kehabisan nafas.
“oppa, huh.. kau memelukku terlalu erat , aku sulit bernafas”. Ucapku sambil mengatur nafas.
“hehe mianhe hyera-aa”. lalu heechul kembali  menciumku, lembut sekali.


ETUDE company building, seoul.


“annyeonghaseyo aggassi”. Seseorang dengan kemeja putih menyapaku yang tengah duduk menunggu pemotretan hari ini.
“ne, annyeonghaseyo songsengnim”. Aku segera berdiri dan membungkuk bingung kepadanya. Namun aku terkejut sekali melihat kedatangan taemin di dekatku.
“dangsineun park hyera-ssi keureyo?”. Tanyanya padaku.
“ne, park hyera imnida, taemin-ssi”. Jawabku, lalu tersenyum pada namja ini, dia adalah Taemin SHINee lead dance BB SHINee.
“ne, semoga menyenangkan bekerja sama dengan anda aggassi”. Ucapnya ramah, sungguh manis namja ini.
“ne, nado . bangaptasubnida”. Ucapku lagi. Lalu minhoo, jonghyun, key dan onew datang menghampiriku dan memberi salam. Mereka menyapaku sangat ramah.
“ya kalian, bersiap-siaplah, pemotretan akan segera dimulai”. Aku segera saja kedepan camera bersam lima orang member SHINee kali ini, aku membawa pelengkapan make-up ETUDE, yang akan kami iklankan kali ini.
“aggassi, coba anda dekat denga minhoo-ssi, dan disebelahnya taemin-ssi, dan aggassi silahkan di tengah-tengah sambil memperagakan properti itu”. ucap pengarah gaya disamping fotografer itu.
“ne, arraseo”. Kami menjawab secara bersam-sama.

Pemotretan hari itu berjalan dengan sukses, dan esok hari kami harus syuting untuk penayang iklan di TV nasional korea selatan. Beberapa gambar di ambil, satu persatu member SHINee berpose denganku. Ya cukup mesra, namun aku melakukannya demi keprofesionalitas ku terhadap pekerjaan ini. Semoga heechul tidak cemburu lagi.



HEECHUL POV


Hari ini aku ingin sembunyi-sembunyi melihat pemotretan hyera dan member SHINee, aku ingin melihat hyera secara diam-diam, apakah dia akan melakukan pose mesra?. Semoga saja tidak. “hebum-aa, aku ingin melihat tuan putriku dulu. Minta makan pada dongsaengku, arratchi?”. Ucapku pada heebum yang langsung saja di jawabnya dengan kata “meong”. Selalu saja itu.

“hyukjae, aku akan pergi keluar, jangan biarkan heebum mati kelaparan, jika heebum mati, akan ku panggang coco-mu,”. Teriakku pada eunhyuk yang sedang asik main dengan anjingnya coco.

“ya hyung, jangan mengancamku begitu”. Jawab hyuk dari dalam kamarnya.

Aku segera saja menuju ETUDE company building, sesampai disana ku lihat hyera sedang melakukan sesi pemotretan baju ke duanya, disana terlihat para meber SHINee. Aku berdiri di antara krew-krew yang sedang bekerja untuk pemotretan ini. Ya sedang apa dia, berpegangan tangan dengan dongsaengku Taemin, dan sekarang bertatapan dengan Minhoo. Aishh.. jangan nikmati wajah cantik yojjachinguku. Gerutuku dalam hati. Dan akhirnya pemotretannya selesai.
Aku segera meghampiri hyera yang sedang menuju kamar ganti. “aggassi”. Sapaku memukul pundaknya.
“omoo!!”. Jawabnya kaget, melihat aku sedang memakai masker. “nugayo?!!”. Tanyanya kaget.
“hehe ini aku kim heechul, kenapa kau kaget sekali”. Tanyaku santai.
“oppa-AAA!!! Kau membuatku takut dengan maskermu itu”. ketus hyera sambil memukul tanganku.
“hehe mianhe”. Jawabku tertawa.
“waeyo? Kenapa oppa disini, apa ingin menjemputku”. Tanya hyera heran padaku.
“ne, aku ingin menjemput mu”. Belum selesai aku berbincang dengan hyera para meber SHINee datang dihadapanku.
“hyung!!!! Waeyo, kenapa kau bisa disini”. Ucap key dan taemin, lalu yang lainnya membungkuk padaku.
“hahaha ne, aku ada urusan”. Lalu mereka menatapku heran.
“hyung, apa kau kenal hyera-ssi?”. Tanya taemin. Aku bingung harus menjawab apa , namun hyera tampaknya sadar degan kebingunganku dan segera menjawab pertanyan dari taemin.
“ne, kami sudah kenal. Aku dan oppa adalah sahabat baik sejak pemotretan beberapa bulan yang lalu”. Ucap hyera.
“ohh ne, arraseo. Ikaln gaun pengantin bukan?”. Tanya minhoo padanya.
“ne”. Jawab hyera lalu tersenyum pada minhoo.
“ohh aku kira kalian sepasang kekasih”. Ketus key, mengagetkan ku dan hyera. Namun kami hanya tersenyum saja.
“ya sudah hyung, kami harus ganti pakaian, annyeong”. Ucap taemin lalu pergi bersama member yang lain, taemin adalah dongsaeng kesayanganku setelah sulli f (x) dan donghae. Orang bilang taemin dan aku sangat mirip , kami sama-sama memiliki beautiful face. Ya aku setuju dengan itu.


HYERA POV


“kajja mari kita pulang”. Ajak heechul yang sedang menungguku berganti pakaian di ruang ganti, aku segera pulang bersama heechul. Lalu aku memberi salam pada semua krew yang bekerja bersamaku dalam pemotretan iklan kali ini.

Saat diperjalanan. “apa sangat melelahkan?”. Tanya heechul padaku.
“ne, neomu oppa-aa”. jawabku seadanya.
“apa kau sudah makan”. Tanya heechul lagi.
“eopso. Aku belum makan”. Jawabku lagi.
“ya! Pabo-aa! kenapa kau belum makan, mari ikut makan denganku, badan mu sudah ceking begitu masih saja tidak mau makan”. Ucap heechul memarahiku.
“hehe mianhe, aku lupa makan”. Jawabku santai. “hm oppa,  apa kau tidak mau mereka tau tentang hubungan kita?”. Tanyaku pada heechul, dan heechul sepertinya langsung paham.
“aku tidak mau kau celaka lagi”. Jawab heechul singkat.
“hm~”. Jawabku singkat.
“waeyo?”. Tanya heechul padaku.
“anio, aku hanya tidak mau kau terbawa masalahku”. Jawabku.
“kau adalah yojjachinguku, masalahmu masalahku juga”. Jawabb heechul ketus.
“oppa apa kau mencintaiku?”. Tanyaku pada heechul. Heechul segera menghentikan mobilnya.
“menurutmu?”. Tanya nya lagi padaku. aku segera mencium pipinya.
“ya !”.
“hm~”.
“anio”.
“hahahaha urineun paboo-aa”.
“anio, noeneun paboo-aa”.
“sireo!”. Aku manyun, dan melihat keluar jendela.
“hahaha hyera-ssi.. naneun neomu neomu neomu jhuayo”. Seperti kalimat yang di ucap miho dalam film MY GIRLFRIEND IS A GUMIHO.
“mwo? Oppa tau film itu?”. tanyaku heran.
“ne, aku tau, kau juga menggunakan kata-kata itu saat memperkenalkan diri pada eomma dan appa ku kan?”. Heechul menebak benar.
“hehe ne, keunde.. yojja chingu ga mwoya?”. Tanyaku seperti mihoo.
 Dan heechul mencium keningku kali ini “arratchi?”. Tanyanya.
“ne, arraseo...”. lalu aku tersenyum kepadanya. Kami melanjutkan makan siang itu. sungguh bahagia bisa mencintaimu, memilikimu seperti ini.




“Oppa... ... dan ku mohon tetaplah denganku.... “


THE END