HeeHye

HeeHye
kim heechul my idol ^^

Senin, 03 Desember 2012

I NEED YOU, girl.... (FANFICTION)


JUDUL : I NEED YOU, girl.....
Tipe : Fanfiction
Ganre : Romantic
AUTHOR : Annisa Safitri
Cast :
Kim Hee Chul : Kim Hee Chul Super Junior
Eun Hae Na : Ghina Azaria Angela
Siwon : Choi Siwon Super Junior
Eun Hye Mi : Arwulan Jerry
( dan beberapa nama member super junior yang disebutkan : Kyu Hyun, etc)
NP : ini hanya cerita fiktif belaka, nama pemain, tempat dan karakter pemain adalah hak penulis. Kesalahan bahasa atau pengetikan adalah tanggung jawab penulis, karya tulis ini semata-mata hanya sebagai bahan baca yang dapat menghibur dan tidak ada unsur kriminal didalamnya. Trims ^^



I NEED YOU, girl.....


Aku memeluk kesunyianku sendiri, ku rasakan mataku memenas, aku melihat kearah jam yang terus berputar, tidak ada yang berubah setelah aku kembali, memang aku baik-baik saja tetapi tidak dengan hatiku... kenapa rasanya perih sekali, kenapa rasa ini tidak pernah hilang bahkan yang ada rasa itu semakin terasa, semakin menyiksaku....


Aku berjalan dalam keheningan , tanpa aku tau apa yang harus ku lakukan, begitu jauh bahkan kini jarak itu membentang sangat luas, tidak ada yang bisa ku lakukan selain menangis, menangisi segalanya, menangisi kepingan hatiku yang sudah tidak lagi utuh....


Ku kira setelah ini aku akan merelakanmu, tapi kenapa ingin rasanya aku berlari kearahmu dan memelukmu erat, aku ingin kau menjadi milikku! Bukan milik dia, milik mereka, atau milik semua orang! Kenapa semua terasa perih, kenapa hatiku sangat perih? Ku mohon datanglah padaku, ku mohon cari dimana keberadaanku, bukankah kau merindukanku! Bukankah kau kehilangan aku! Atau..... tidak sama sekali.


AUTHOR POV


Gadis itu berjalan di tepi aliran sungai dipinggir kota jepang, sudah satu bulan ia menetap di jepang hatinya kini begitu perih harus merasakan perpisahan dengan kekasih yang sangat ia sayangi, karena satu hal. satu hal yang mereka rasa tidak terselesaikan. Eun Hae Na, nama gadis itu gadis berumur 20 tahun. Berdarah Indonesia - Korea. Kulitnya putih, matanya normal seperti orang indonesia tapi cantiknya sungguh seperti gadis Korea. Ia memilih menenangkan diri di jepang lagi pula ada beberapa saudaranya yang tinggal dijepang, tidak salah jika dia memilih untuk tinggal beberapa bulan dijepang menghilangkan semua beban fikirannya karena seseorang, menghilangkan orang itu dari fikirannya, meski dia sendiri tidak tahu apakah ia bisa melupakan namja Korea Selatan itu?


**********


“apa kau akan terus begini Hae Na-ya?”. Kali ini Hye Mi muncul, Hye Mi adalah sepupu Hae Na, mereka hanya berjarak beberapa bulan. Hye Mi adalah kekasih Cho Kyu Hyun yang bekerja sebagai krew disalah satu perusahaan siaran televisi swasta di korea, tapi melihat Hae Na begitu menderita ia meninggalkan KyuHyun beberapa bulan dan mengambil cuti pada pekerjaannya.

“entahlah Hye Mi-ya... aku sendiri masih bingung harus bagaimana”. Jawab Hae Na melemah.

“sudah ku katakan, jangan membuat keputusan menjadi serumit ini. Bukan perkara yang mudah berpisah dari dia , tapi kenapa kau masih melakukannya”.

“karena aku, aku tidak baik untuknya. Aku terlalu berbeda”. Kini Hae Na menangis, entah tangisan yang keberapa kali, tapi kini air matanya kembali jatuh, mengingat kenangan yang pernah ia jalani dengan pria itu. pria yang ia rasa sudah menderita karenanya, pria yang ia rasa sudah terlalu banyak sakit olehnya, tapi dia tidak tau bagaimana keadaan pria itu setelah ia tinggal dan memutuskan pergi ke jepang.

“seharusnya kau tidak begini Hae Na-ya, kau tida tau bukan bagaiaman dia sekarang. Tadi aku menelfon KyuHyun-ssi, dia bilang Hee Chul sedang sakit”. Kini Hae Na menatap Hye Mi, Hae Na sejadi-jadinya menangis, ia mulai berfikir, apakah ia hanya menambah deratan luka bagi Hee Chul?


******************



Pria itu melepas setelan jas nya, merobohkan tubuhnya di ranjang tidak banyak yang bisa ia lakukan hanya memikir kan gadis yang sudah memenuhi semua isi kepalanya. Masih terbanyang dibenak pria itu kejadian satu bulan yang lalu saat kekasihnya harus berpelukan dengan dongsaeng nya di Super Junior, bukan tidak beralasan gadis nya memeluk siwon hanya saja Hee Chul tidak bisa menerima alasan Hae Na, Hee Chul terlalu lelah namun tidak sedikitpun kekecewaan Hee Chul mengurangi rasa cintanya terhadap Hae na. Karena setelah Hae Na memilih pergi ke jepang Hee Chul masih saja memikirkan gadis itu, merindukannya setiap hari.


Sudah dua hari badan Hee Chul panas, Hee Chul hanya bisa berbaring di kamarnya, karena begitu lelah bekerja, meski masa wajib militernya tinggal beberapa bulan lagi tetap saja pria itu merasakan lelah, lelah ditubuhnya dan kini sudah menjalar bahkan ke otaknya, yang Hee Chul inginkan hanya sosok Hae Na disisinya, sosok yang selalu ada di sampingnya saat Hee Chul sakit seperti ini.


****************


hyung, jangan menyiksa dirimu seperti ini. Kau harus memeriksanya kedokter”. Ucap magnae itu pada hyungnya yang sedang terbaring lemah di ranjang.

“aku tidak apa-apa, aku hanya merasakan sedikit panas. Esok hari aku juga akan sembuh”. Delik Hee Chul menolak ajakan KyuHyun untuk memeriksa sakitnya kedokter. Tidak salah lagi Hee Chul memang membenci hal-hal yang berbau pengobatan.

“aku sudah memberi tahu Hye Mi-ya , ia juga sudah memberi tahu Hae Na. Jika gadis itu mencintaimu dia pasti datang kemari”.

“aku sedang tidak ingin membicarakan gadis itu, dia sudah cukup bahagia bukan melihat  aku menderita melihat kepergiaannya”.

hyung.....”. sapa Kyu kali ini menyadarkan Hyung nya karena hyung nya terlalu memikirkan masalah yang tengah ia hadapi.

“ku mohon, jangan katakan apapun tentang dia. Dia tidak akan menemuiku, kau lihat bukan saat itu ia memeluk siwon, memeluk pria itu dengan erat. Aku tidak membenci siwon, atau pun gadis itu, aku hanya membenci diriku yang terus saja mencintainya padahal kau tau dia sudah menyakitiku”. Jelas Hee Chul panjang lebar, dan membuat Kyu menarik nafasnya dalam.

“aku hanya ingin kau baik-baik saja hyung, jangan buat hidup mu menderita, Hae Na bukan satu-satunya wanita di dunia”. Ucap kyu lalu berlalu keluar dari kamar hyungnya.


*************


“aku terus memikirkan keadaanmu, apakau begitu merasakan sakit? Tapi aku sudah pergi bukan tapi kenapa kau tetap seperti ini, ku mohon jangan buat aku terus merasa berdosa seperti ini. Aku sangat mencintaimu Hee Chul-ssi”. Eun Hae Na



Hae Na mendongak melihat ke arah langit malam kota tokyo, meski kota ini sangat indah tapi kenapa hatinya tetap merasakan kegelisahan setelah jauh dari Hee Chul, kini Hae Na sangat merindukan pria itu, pria yang menuduhnya berselingkih dengan siwon, dan tidak dipungkiri oleh Hae Na siwon adalah sosok yang sangat dikagumi Hae Na, tapi tetap saja tidak ada yang bisa menggantikan Hee Chul di hati Hae  Na, karena Hee Chul adalah segalanya bagi Hae Na.


FLASHBACK


“Hee Chul-ssi, percayalah padaku aku tidak punya hubungan apa-apa dengan siwon. Waktu itu aku hanya...”.

“hanya apa? Hanya ingin mengingkari cintaku? Ayolah Hae Na, jangan berbohong padaku, kau tau sakit melihat tubuh mu harus dipeluk oleh pria lain, meskipun Siwon adalah dongsaeng ku tapi tetap saja kau adalah punya ku!”. Terika  Hee Chul memotong kalimat Hae Na, gadis itu hanya bisa menangis saat Hee Chul menghakiminya.

“Hee Chul-ssi, aku tidak tau lagi harus bagaimana. Yang jelas semua yang kau lihat tadi aku dan siwon-ssi bukan seperti yang kau duga, sungguh aku hanya mencintaimu Hee Chul-ssi, jebbal percayalah padaku”. kali ini Hae Na memohon pada kekasihnya, memohon agar pria itu mempercayainya, namun hati Hee Chul sedang tidak ingin mempercayai siapapun, termasuk gadis yang di cintainya ini.

“Hae Na, aku tidak bisa mempercayaimu. Mungkin hatiku terlalu sakit, sekarang kau boleh pergi”. Hae Na tekejut mendengar ucapan kekasihnya itu, kali ini apakah Hee Chul benar-benar tidak bisa menerima keadaan, memang Hae Na bersalah, namun dugaan Hee Chul pada Hae Na tidak sepenuhnya benar.

“Hee Chul-ssi mianheyo, jeongmal mianhe. Naneun saranghaeyo”.

Gadis itu lalu pergi keluar dari kamar Hee Chul, ia hanya menangis meninggalkan Hee Chul yang sama sekali tidak menatapnya, Hae Na sangat merasa bersalah dia tidak tau lagi harus bagaimana pria itu sepertinya tidak menginginkannya , akhirnya Hae Na sadar satu-satunya yang membuat Hee Chul bahagia adalah dengan perginya Hae Na dari hidup Hee Chul dan pada akhirnya gadis itu memilih jepang untuk menenangkan dirinya meski ia tidak tau sampai kapan dia bersembunyi dari perasaannya yang sangat merindukan sosok Hee Chul, dan begitu juga dengan pria itu sampai kapan ia terus menahan ego nya, sedangkan ia begitu membutuhkan sosok Hae Na yang selalu menjaga dan mencintainya selama ini meski pada akhirnya Hae Na menyakiti hatinya.

FLASBACK AND


***********


Hae Na tersadar dari lamunannya setelah mendengar ponselnya yang sudah berkali-kali berdering namun baru disadari beberapa detik yang lalu, Hae Na langsung menjawab telefon itu,


“yeobseyo? “

“...................”

“jinjjaya? Bagaiaman keadaannya? Haruskah aku kesana?”.

“...................”

“tapi aku tidak tau seberapa penting kehadiranku disana, tapi....”.

“...................”

“arraseo, besok aku akan ke seoul. Aku akan melihat keadaannya”.


Baru saja telefon dari sepupunya Hye Mi, gadis itu sudah kembali ke seoul beberapa hari yang lalu karena harus bekerja seperti biasa dan benar dugaan Hae Na, sakit Hee Chul semakin parah dan ia tidak ingin dirawat dirumah sakit. “aish, pria itu! kenapa membuat ku sangat khawatir”. Gumam Hae Na dalam hati.


************


Muka Hee Chul begitu pucat, sudah hampir empat hari dia sakit tapi tetap saja pria berdarah AB itu tidak akan mau kerumah sakit, dan selama ini yang berhasil membujuknya hanya Hae Na tapi gadis itu tidak dengannya sekarang dan itu membuat Hee Chul semakin memelihara sakitnya.

oppa, kenapa tidak kerumah sakit saja! Sudah ku katakan jangan seperti ini”. Ucap Hye Mi yang baru datang dari jepang langsung melihat keadaan Hee Chul yang lemah.

“hmm.... gweancanyo Hye Mi-ya. Bagaimana kabar mu? Apakah liburan mu di jepang menyenangkan?”. Tanya Hee Chul dengan suara nya yang lemah dan sedikit serak.

“aku baik-baik saja, oppa. Tapi kau bagaiaman bisa seperti ini. Ayolah aku akan mengantarmu kerumah sakit? Ne?”. Bujuk Hye Mi lagi, semua para member membujuk Hye Mi agar mau merayu Hee Chul, agar Hee Chul mau dirawat dirumah sakit tapi bagaimana bisa, Hye Mi hanya sepupu Hae Na, dan hanya Hae Na lah yang bisa membujuk Hee Chul, bukan Hye Mi.

“jangan membuat ku menelan bantak ini Hya Mi-ssi aku sedang tidak ingin berdebat denganmu, arratjhi?”. Kini Hee Chul memalingkan tubuhnya berlawanan dari Hye Mi, sepertinya Hye Mi kehabisan akal kali ini ia harus memberi tahu Hae Na, hanya gadis itu senjata ampuh dan hanya gadis itu yang dapat mengobati beban Hee Chul. Ia segera keluar dari kamar Hee Chul dan langsung menelfon Hae Na.


***********


Gadis itu berjalan gugup menaiki tangga dan kini tepat didepan pintu kamar kekasihnya, semua member sudah memberi semangat pada Hae Na yang baru saja tiba di seoul siang ini karena mengambil jam penerbangan pagi sekali, karena begitu mengkhawatirkan Hee Chul.

“Hae Na-ssi, jika Hyung tidak percaya aku akan membantu mu”. Ucap siwon khawatir jika Hee Chul tidak menerima kedatangan Hae Na. “lagi pula ini salahku”.

anio, ini salahku seharusnya kemarin aku tidak menangis dan memelukmu, aku hanya butuh tempat bercerita ketika aku begitu merindukan eommaku setelah menelfonnya, dan waktu itu hanya ada kau saat aku selesai menelfon. Seharusnya aku menahan diri siwon-ssi”. Ucap Hae Na menyesal karena hari itu ia memeluk siwon setelah menelfon eommanya di Indonesia. Karena bagitu merindukan eommanya ia menangis dan meminjam tubuh pria itu untuk melupakan kesedihannya, dan alasan itu yang tidak pernah bisa diterima oleh Hee Chul.

“Hae Na-ssi,  percayalah padaku. aku yang selalu menjaga Hyung, dia sangat merindukanmu”. Ucap Kyu Hyun memberi semangat pada Hae Na dan gadis itu hanya melempar senyum ke arah Kyu Hyun.


************


“kenapa aku begitu merindukanmu Hae Na, sehingga tubuhku begitu sakit menahannya. Seharusnya kau tidak pergi begitu saja Hae Na karena ini hanya menambah luka ku” Hee Chul


Ia membuka pelan pintu kamar Hee Chul, ia melihat pria itu sudah terbaring lemas di ranjangnya. Matanya tertutup bibirnya begitu pucat dan sepertinya Hee Chul sedang tertidur. Hae Na mendekat kearah kekasihnya itu, pria yang sagat ia rindukan, pria yang membuat beberapa bulan ini kehidupanyya dijepang terasa seperti sembilu, pria yang ia sakiti dan kini pria itu tergolek lemah diranjangnya. Hae Na menangis, ia duduk disisi kanan Hee Chul, mengenggam tangan pria itu, mengelus kepalanya lembut dan mengecup tangan Hee Chul dengan air mata yang sudah memenuhi pipinya.

Mata Hee Chul mulai terbuka, ia menyadari ada seseorang yang sedang berada didekatnya, Hee Chul melihat Hae Na samar-samar dan pada akhirnya ia melihat jelas wajah gadis itu yang sedang mengenggam tangannya menangis sendu.

“Hae Na-ya........”.

Hae Na langsung melihat ke arah Hee Chul setelah ia mendengar suara pria itu. “ne, Hee Chul-ssi, kau baik-baik saja? Bagaimana keadaanmu? Hee Chul-ssi, mianheyo aku..”.

gweancana, jeongmal gweancana Hae Na-ya, na... bogoshiposso”. Ucap Hee Chul memotong kalimat gadis itu, Hae Na kembali menangis, kali ini suara tangisnya keluar begitu saja mendengar kalimat yang keluar dari mulut Hee Chul.

“Hee Chul-ssi, Na deo. Aku tidak tahan melihatmu seperti ini, kau sudah banyak terluka karena aku. Maafkan aku yang selalu saja membuat mu menderita aku minta....”.

“tidak ada yang perlu di beri maaf Hae Na, aku hanya ingin kau terus disisiku. Jangan pergi lagi, kajjima Hae Na-ya”. Kini Hee Chul yang menggenggam tangan Hae Na, ia berusah duduk namun tubuhnya tidak begitu bertenaga. Hae Na yang menyadari langsung membantu Hee Chul untuk mengganti posisi tidurnya menjadi dalam posisi duduk.

“hmm begini saja”. Ucap  Hee Chul tersenyum pada Hae Na, kini ia begitu bahagia mendapatkan kekasih yang ia Cintai berada didekatnya.

Hae Na memeluk tubuh pria itu, kali ini ia benar-benar tidak tahan ia sangat merindukan Hee Chul. “saranghae Hee Chul-ssi, ku mohon jangan sakit seperti ini”. Rengek gadis itu dalam tangisnya.

“aku tidak akan sakit jika kau menjaga ku , aku tidak akan sakit jika kau bersama ku”. Ucap Hee Chul, kali ini ia melepas pelukan Hae Na, menyuruh gadis itu menatap matanya, Hae Na mengikuti gerak Hee Chul ia menatap mata pria itu keduanya sama-sama merindukan tatapan orang yang dicintai. “Hae Na-ya, jangan pergi lagi karena yang membuatku bahagia adalah kau, bukan kepergianmu”. Hee Chul mendekatkan wajahnya ke wajah Hae Na, kini hanya tinggal bebera Centi jarak diantara keduanya, hembusan nafas Hae Na begitu terasa.

“aku tidak akan pergi Hee Chul-ssi, aku tidak akan meninggalkanmu jika akhirnya kau seperti ini”. Hee Chul mencium lembut bibir gadis itu, menarik tubuh Hae Na kedalam pelukannya. Hae Na mengikuti segala yang Hee Chul lakukan terhadapnya karena tanpa di pungkiri keduanya sama-sama membutuhkan. “Hee Chul-ssi, jangan, nanti aku bisa tertular”. Ucapan Hae Na membuat Hee Chul semakin liar menciumnya.

“YA JANGAN KATAKAN ‘JANGAN’”. Teriak Hee Chul dalam hatinya.


**********


“seharusnya kau tidak pergi dariku maka aku tidak akan merasakan sakitnya kehilanganmu, tapi karena ini semua aku belajar satu hal ternyata tanpa mu itu tidak menyenangkan Hae Na” Hee Chul


“aku belajar satu hal ketika aku berada di jepang, meski kota itu begitu megah tapi tetap saja ada yang membuatku tidak betah, karena seoul lebih megah apa lagi ada dirimu tinggal didalamnya Hee Chul-ssi” Hae Na


Beberapa hari kemudian........



“ya! Apa yang kau lakukan ketika di jepang? Apakah kau bersenang-senang di tokyo?”.

“tentu saja, aku pergi berjalan-jalan mencari sesuatu”.

nugu? Apa kau berencana mencari penggantiku?”.

“hmm anio...”.

“lalu?”.

“Aku mencari obat penawar rindu”.

“hahahahaha kau ini, pasti merindukanku bukan?”. Kini tawa Hee Chul terpecah, ditambah muka Hae Na yang berubah merah menahan malu. “katakan saja , benar bukan?”. Hee Chul terus mengolog-olog Hae Na, dan berhasil membuat gadis itu menyembunyikan mukanya dengan syal yang melekat di leher.

anio.....”. teriak Hae Na, Hee Chul mendekap Hae Na kedalam pelukannya, kini posisi mereka sama-sama melihat kearah langit, Hae Na menyandarkan kepalanya dipundak kiri Hee Chul, mereka sama-sama mengamati langit malam itu.

“jangan suka membuat ku tidak karuan nona Eun, karena kau pintar sekali membuatku kalang kabut”. Ucap Hee Chul sambil melirik ke arah Hae Na.

“hm...”. gumam gadis itu mengiyakan. Hee Chul mengajak Hae Na berdiri di balkon apartemen, kali ini Hee Chul melingakari tangannya dipinggang Hae Na mereka saling berhadapan, gadis itu tidak berani menatap Hee Chul, ia hanya menunduk, dan membuat Hee Chul semakin geli melihat kelakuan kekasihnya itu.

“apa kau malu?”. Tanya Hee Chul, dan Hae Na langsung melihat kearah Hee Chul sedikit kaget dengan perkataan pria itu, tapi ternayata Hee Chul punya rencana lain sebelum gadis itu menjawab pertanyaannya dengan jawaban aneh lebih dulu ia menyekap bibir gadis itu dengan bibirnya, malam itu mereka saling melepaskan kerinduan, Redup cahaya malam memantulkan bayangan mereka yang berpaut indah mengahabiskan malam itu dengan kebahagiaan, karena nyatanya keduanya saling membutuhkan.




#@%^%&@Q#% TAMAT !#@^%*%$^@#^