JUDUL
: I NEED YOU, girl.....
Tipe
: Fanfiction
Ganre
: Romantic
AUTHOR
: Annisa Safitri
Cast
:
Kim Hee Chul : Kim Hee Chul Super Junior
Eun Hae Na : Ghina Azaria Angela
Siwon : Choi Siwon Super Junior
Eun Hye Mi : Arwulan Jerry
( dan beberapa nama member super junior yang
disebutkan : Kyu Hyun, etc)
NP : ini hanya cerita fiktif belaka, nama pemain,
tempat dan karakter pemain adalah hak penulis. Kesalahan bahasa atau pengetikan
adalah tanggung jawab penulis, karya tulis ini semata-mata hanya sebagai bahan
baca yang dapat menghibur dan tidak ada unsur kriminal didalamnya. Trims ^^
I NEED YOU,
girl.....
Aku memeluk
kesunyianku sendiri, ku rasakan mataku memenas, aku melihat kearah jam yang
terus berputar, tidak ada yang berubah setelah aku kembali, memang aku
baik-baik saja tetapi tidak dengan hatiku... kenapa rasanya perih sekali,
kenapa rasa ini tidak pernah hilang bahkan yang ada rasa itu semakin terasa,
semakin menyiksaku....
Aku berjalan dalam
keheningan , tanpa aku tau apa yang harus ku lakukan, begitu jauh bahkan kini
jarak itu membentang sangat luas, tidak ada yang bisa ku lakukan selain
menangis, menangisi segalanya, menangisi kepingan hatiku yang sudah tidak lagi
utuh....
Ku kira setelah ini
aku akan merelakanmu, tapi kenapa ingin rasanya aku berlari kearahmu dan
memelukmu erat, aku ingin kau menjadi milikku! Bukan milik dia, milik mereka,
atau milik semua orang! Kenapa semua terasa perih, kenapa hatiku sangat perih?
Ku mohon datanglah padaku, ku mohon cari dimana keberadaanku, bukankah kau
merindukanku! Bukankah kau kehilangan aku! Atau..... tidak sama sekali.
AUTHOR
POV
Gadis itu berjalan di
tepi aliran sungai dipinggir kota jepang, sudah satu bulan ia menetap di jepang
hatinya kini begitu perih harus merasakan perpisahan dengan kekasih yang sangat
ia sayangi, karena satu hal. satu hal yang mereka rasa tidak terselesaikan. Eun
Hae Na, nama gadis itu gadis berumur 20 tahun. Berdarah Indonesia - Korea.
Kulitnya putih, matanya normal seperti orang indonesia tapi cantiknya sungguh
seperti gadis Korea. Ia memilih menenangkan diri di jepang lagi pula ada
beberapa saudaranya yang tinggal dijepang, tidak salah jika dia memilih untuk
tinggal beberapa bulan dijepang menghilangkan semua beban fikirannya karena
seseorang, menghilangkan orang itu dari fikirannya, meski dia sendiri tidak
tahu apakah ia bisa melupakan namja Korea
Selatan itu?
**********
“apa
kau akan terus begini Hae Na-ya?”.
Kali ini Hye Mi muncul, Hye Mi adalah sepupu Hae Na, mereka hanya berjarak
beberapa bulan. Hye Mi adalah kekasih Cho Kyu Hyun yang bekerja sebagai krew
disalah satu perusahaan siaran televisi swasta di korea, tapi melihat Hae Na
begitu menderita ia meninggalkan KyuHyun beberapa bulan dan mengambil cuti pada
pekerjaannya.
“entahlah
Hye Mi-ya... aku sendiri masih
bingung harus bagaimana”. Jawab Hae Na melemah.
“sudah
ku katakan, jangan membuat keputusan menjadi serumit ini. Bukan perkara yang
mudah berpisah dari dia , tapi kenapa kau masih melakukannya”.
“karena
aku, aku tidak baik untuknya. Aku terlalu berbeda”. Kini Hae Na menangis, entah
tangisan yang keberapa kali, tapi kini air matanya kembali jatuh, mengingat
kenangan yang pernah ia jalani dengan pria itu. pria yang ia rasa sudah
menderita karenanya, pria yang ia rasa sudah terlalu banyak sakit olehnya, tapi
dia tidak tau bagaimana keadaan pria itu setelah ia tinggal dan memutuskan
pergi ke jepang.
“seharusnya
kau tidak begini Hae Na-ya, kau tida
tau bukan bagaiaman dia sekarang. Tadi aku menelfon KyuHyun-ssi, dia bilang Hee Chul sedang sakit”. Kini Hae Na menatap Hye
Mi, Hae Na sejadi-jadinya menangis, ia mulai berfikir, apakah ia hanya menambah
deratan luka bagi Hee Chul?
******************
Pria itu melepas setelan jas nya, merobohkan
tubuhnya di ranjang tidak banyak yang bisa ia lakukan hanya memikir kan gadis
yang sudah memenuhi semua isi kepalanya. Masih terbanyang dibenak pria itu kejadian
satu bulan yang lalu saat kekasihnya harus berpelukan dengan dongsaeng nya di
Super Junior, bukan tidak beralasan gadis nya memeluk siwon hanya saja Hee Chul
tidak bisa menerima alasan Hae Na, Hee Chul terlalu lelah namun tidak
sedikitpun kekecewaan Hee Chul mengurangi rasa cintanya terhadap Hae na. Karena
setelah Hae Na memilih pergi ke jepang Hee Chul masih saja memikirkan gadis
itu, merindukannya setiap hari.
Sudah dua hari badan Hee Chul panas, Hee Chul
hanya bisa berbaring di kamarnya, karena begitu lelah bekerja, meski masa wajib
militernya tinggal beberapa bulan lagi tetap saja pria itu merasakan lelah,
lelah ditubuhnya dan kini sudah menjalar bahkan ke otaknya, yang Hee Chul
inginkan hanya sosok Hae Na disisinya, sosok yang selalu ada di sampingnya saat
Hee Chul sakit seperti ini.
****************
“hyung, jangan menyiksa dirimu seperti
ini. Kau harus memeriksanya kedokter”. Ucap magnae itu pada hyungnya yang
sedang terbaring lemah di ranjang.
“aku
tidak apa-apa, aku hanya merasakan sedikit panas. Esok hari aku juga akan
sembuh”. Delik Hee Chul menolak ajakan KyuHyun untuk memeriksa sakitnya
kedokter. Tidak salah lagi Hee Chul memang membenci hal-hal yang berbau
pengobatan.
“aku
sudah memberi tahu Hye Mi-ya , ia
juga sudah memberi tahu Hae Na. Jika gadis itu mencintaimu dia pasti datang
kemari”.
“aku
sedang tidak ingin membicarakan gadis itu, dia sudah cukup bahagia bukan
melihat aku menderita melihat
kepergiaannya”.
“hyung.....”. sapa Kyu kali ini
menyadarkan Hyung nya karena hyung nya
terlalu memikirkan masalah yang tengah ia hadapi.
“ku
mohon, jangan katakan apapun tentang dia. Dia tidak akan menemuiku, kau lihat
bukan saat itu ia memeluk siwon, memeluk pria itu dengan erat. Aku tidak
membenci siwon, atau pun gadis itu, aku hanya membenci diriku yang terus saja
mencintainya padahal kau tau dia sudah menyakitiku”. Jelas Hee Chul panjang
lebar, dan membuat Kyu menarik nafasnya dalam.
“aku
hanya ingin kau baik-baik saja hyung,
jangan buat hidup mu menderita, Hae Na bukan satu-satunya wanita di dunia”.
Ucap kyu lalu berlalu keluar dari kamar hyungnya.
*************
“aku
terus memikirkan keadaanmu, apakau begitu merasakan sakit? Tapi aku sudah pergi
bukan tapi kenapa kau tetap seperti ini, ku mohon jangan buat aku terus merasa berdosa
seperti ini. Aku sangat mencintaimu Hee Chul-ssi”. Eun Hae Na
Hae Na mendongak melihat ke arah langit malam kota
tokyo, meski kota ini sangat indah tapi kenapa hatinya tetap merasakan
kegelisahan setelah jauh dari Hee Chul, kini Hae Na sangat merindukan pria itu,
pria yang menuduhnya berselingkih dengan siwon, dan tidak dipungkiri oleh Hae
Na siwon adalah sosok yang sangat dikagumi Hae Na, tapi tetap saja tidak ada
yang bisa menggantikan Hee Chul di hati Hae
Na, karena Hee Chul adalah segalanya bagi Hae Na.
FLASHBACK
“Hee
Chul-ssi, percayalah padaku aku tidak
punya hubungan apa-apa dengan siwon. Waktu itu aku hanya...”.
“hanya
apa? Hanya ingin mengingkari cintaku? Ayolah Hae Na, jangan berbohong padaku,
kau tau sakit melihat tubuh mu harus dipeluk oleh pria lain, meskipun Siwon
adalah dongsaeng ku tapi tetap saja kau adalah punya ku!”. Terika Hee Chul memotong kalimat Hae Na, gadis itu
hanya bisa menangis saat Hee Chul menghakiminya.
“Hee
Chul-ssi, aku tidak tau lagi harus
bagaimana. Yang jelas semua yang kau lihat tadi aku dan siwon-ssi bukan seperti
yang kau duga, sungguh aku hanya mencintaimu Hee Chul-ssi, jebbal percayalah padaku”. kali ini Hae Na memohon pada
kekasihnya, memohon agar pria itu mempercayainya, namun hati Hee Chul sedang tidak
ingin mempercayai siapapun, termasuk gadis yang di cintainya ini.
“Hae
Na, aku tidak bisa mempercayaimu. Mungkin hatiku terlalu sakit, sekarang kau
boleh pergi”. Hae Na tekejut mendengar ucapan kekasihnya itu, kali ini apakah
Hee Chul benar-benar tidak bisa menerima keadaan, memang Hae Na bersalah, namun
dugaan Hee Chul pada Hae Na tidak sepenuhnya benar.
“Hee
Chul-ssi mianheyo, jeongmal mianhe.
Naneun saranghaeyo”.
Gadis itu lalu pergi keluar dari kamar Hee Chul,
ia hanya menangis meninggalkan Hee Chul yang sama sekali tidak menatapnya, Hae
Na sangat merasa bersalah dia tidak tau lagi harus bagaimana pria itu
sepertinya tidak menginginkannya , akhirnya Hae Na sadar satu-satunya yang
membuat Hee Chul bahagia adalah dengan perginya Hae Na dari hidup Hee Chul dan
pada akhirnya gadis itu memilih jepang untuk menenangkan dirinya meski ia tidak
tau sampai kapan dia bersembunyi dari perasaannya yang sangat merindukan sosok
Hee Chul, dan begitu juga dengan pria itu sampai kapan ia terus menahan ego
nya, sedangkan ia begitu membutuhkan sosok Hae Na yang selalu menjaga dan
mencintainya selama ini meski pada akhirnya Hae Na menyakiti hatinya.
FLASBACK
AND
***********
Hae Na tersadar dari lamunannya setelah mendengar
ponselnya yang sudah berkali-kali berdering namun baru disadari beberapa detik
yang lalu, Hae Na langsung menjawab telefon itu,
“yeobseyo? “
“...................”
“jinjjaya? Bagaiaman keadaannya?
Haruskah aku kesana?”.
“...................”
“tapi aku tidak tau seberapa
penting kehadiranku disana, tapi....”.
“...................”
“arraseo, besok aku akan ke
seoul. Aku akan melihat keadaannya”.
Baru saja telefon dari sepupunya Hye Mi, gadis itu
sudah kembali ke seoul beberapa hari yang lalu karena harus bekerja seperti
biasa dan benar dugaan Hae Na, sakit Hee Chul semakin parah dan ia tidak ingin
dirawat dirumah sakit. “aish, pria itu! kenapa membuat ku sangat khawatir”.
Gumam Hae Na dalam hati.
************
Muka Hee Chul begitu pucat, sudah hampir empat
hari dia sakit tapi tetap saja pria berdarah AB itu tidak akan mau kerumah
sakit, dan selama ini yang berhasil membujuknya hanya Hae Na tapi gadis itu
tidak dengannya sekarang dan itu membuat Hee Chul semakin memelihara sakitnya.
“oppa, kenapa tidak kerumah sakit saja!
Sudah ku katakan jangan seperti ini”. Ucap Hye Mi yang baru datang dari jepang
langsung melihat keadaan Hee Chul yang lemah.
“hmm....
gweancanyo Hye Mi-ya. Bagaimana kabar
mu? Apakah liburan mu di jepang menyenangkan?”. Tanya Hee Chul dengan suara nya
yang lemah dan sedikit serak.
“aku
baik-baik saja, oppa. Tapi kau
bagaiaman bisa seperti ini. Ayolah aku akan mengantarmu kerumah sakit? Ne?”. Bujuk Hye Mi lagi, semua para
member membujuk Hye Mi agar mau merayu Hee Chul, agar Hee Chul mau dirawat
dirumah sakit tapi bagaimana bisa, Hye Mi hanya sepupu Hae Na, dan hanya Hae Na
lah yang bisa membujuk Hee Chul, bukan Hye Mi.
“jangan
membuat ku menelan bantak ini Hya Mi-ssi
aku sedang tidak ingin berdebat denganmu, arratjhi?”.
Kini Hee Chul memalingkan tubuhnya berlawanan dari Hye Mi, sepertinya Hye Mi
kehabisan akal kali ini ia harus memberi tahu Hae Na, hanya gadis itu senjata
ampuh dan hanya gadis itu yang dapat mengobati beban Hee Chul. Ia segera keluar
dari kamar Hee Chul dan langsung menelfon Hae Na.
***********
Gadis itu berjalan gugup menaiki tangga dan kini
tepat didepan pintu kamar kekasihnya, semua member sudah memberi semangat pada
Hae Na yang baru saja tiba di seoul siang ini karena mengambil jam penerbangan
pagi sekali, karena begitu mengkhawatirkan Hee Chul.
“Hae
Na-ssi, jika Hyung tidak percaya aku akan membantu mu”. Ucap siwon khawatir jika
Hee Chul tidak menerima kedatangan Hae Na. “lagi pula ini salahku”.
“anio, ini salahku seharusnya kemarin aku
tidak menangis dan memelukmu, aku hanya butuh tempat bercerita ketika aku
begitu merindukan eommaku setelah menelfonnya, dan waktu itu hanya ada kau saat
aku selesai menelfon. Seharusnya aku menahan diri siwon-ssi”. Ucap Hae Na menyesal karena hari itu ia memeluk siwon
setelah menelfon eommanya di Indonesia. Karena bagitu merindukan eommanya ia
menangis dan meminjam tubuh pria itu untuk melupakan kesedihannya, dan alasan
itu yang tidak pernah bisa diterima oleh Hee Chul.
“Hae
Na-ssi, percayalah padaku. aku yang selalu menjaga Hyung, dia sangat merindukanmu”. Ucap
Kyu Hyun memberi semangat pada Hae Na dan gadis itu hanya melempar senyum ke
arah Kyu Hyun.
************
“kenapa
aku begitu merindukanmu Hae Na, sehingga tubuhku begitu sakit menahannya.
Seharusnya kau tidak pergi begitu saja Hae Na karena ini hanya menambah luka
ku” Hee Chul
Ia membuka pelan pintu kamar Hee Chul, ia melihat
pria itu sudah terbaring lemas di ranjangnya. Matanya tertutup bibirnya begitu
pucat dan sepertinya Hee Chul sedang tertidur. Hae Na mendekat kearah
kekasihnya itu, pria yang sagat ia rindukan, pria yang membuat beberapa bulan
ini kehidupanyya dijepang terasa seperti sembilu, pria yang ia sakiti dan kini
pria itu tergolek lemah diranjangnya. Hae Na menangis, ia duduk disisi kanan
Hee Chul, mengenggam tangan pria itu, mengelus kepalanya lembut dan mengecup
tangan Hee Chul dengan air mata yang sudah memenuhi pipinya.
Mata Hee Chul mulai terbuka, ia menyadari ada
seseorang yang sedang berada didekatnya, Hee Chul melihat Hae Na samar-samar
dan pada akhirnya ia melihat jelas wajah gadis itu yang sedang mengenggam
tangannya menangis sendu.
“Hae
Na-ya........”.
Hae
Na langsung melihat ke arah Hee Chul setelah ia mendengar suara pria itu. “ne, Hee Chul-ssi, kau baik-baik saja? Bagaimana keadaanmu? Hee Chul-ssi, mianheyo aku..”.
“gweancana, jeongmal gweancana Hae Na-ya, na... bogoshiposso”. Ucap Hee Chul
memotong kalimat gadis itu, Hae Na kembali menangis, kali ini suara tangisnya
keluar begitu saja mendengar kalimat yang keluar dari mulut Hee Chul.
“Hee
Chul-ssi, Na deo. Aku tidak tahan
melihatmu seperti ini, kau sudah banyak terluka karena aku. Maafkan aku yang
selalu saja membuat mu menderita aku minta....”.
“tidak
ada yang perlu di beri maaf Hae Na, aku hanya ingin kau terus disisiku. Jangan
pergi lagi, kajjima Hae Na-ya”. Kini
Hee Chul yang menggenggam tangan Hae Na, ia berusah duduk namun tubuhnya tidak
begitu bertenaga. Hae Na yang menyadari langsung membantu Hee Chul untuk
mengganti posisi tidurnya menjadi dalam posisi duduk.
“hmm
begini saja”. Ucap Hee Chul tersenyum
pada Hae Na, kini ia begitu bahagia mendapatkan kekasih yang ia Cintai berada
didekatnya.
Hae
Na memeluk tubuh pria itu, kali ini ia benar-benar tidak tahan ia sangat
merindukan Hee Chul. “saranghae Hee Chul-ssi,
ku mohon jangan sakit seperti ini”. Rengek gadis itu dalam tangisnya.
“aku
tidak akan sakit jika kau menjaga ku , aku tidak akan sakit jika kau bersama
ku”. Ucap Hee Chul, kali ini ia melepas pelukan Hae Na, menyuruh gadis itu
menatap matanya, Hae Na mengikuti gerak Hee Chul ia menatap mata pria itu
keduanya sama-sama merindukan tatapan orang yang dicintai. “Hae Na-ya, jangan
pergi lagi karena yang membuatku bahagia adalah kau, bukan kepergianmu”. Hee
Chul mendekatkan wajahnya ke wajah Hae Na, kini hanya tinggal bebera Centi
jarak diantara keduanya, hembusan nafas Hae Na begitu terasa.
“aku
tidak akan pergi Hee Chul-ssi, aku
tidak akan meninggalkanmu jika akhirnya kau seperti ini”. Hee Chul mencium
lembut bibir gadis itu, menarik tubuh Hae Na kedalam pelukannya. Hae Na
mengikuti segala yang Hee Chul lakukan terhadapnya karena tanpa di pungkiri
keduanya sama-sama membutuhkan. “Hee Chul-ssi, jangan, nanti aku bisa
tertular”. Ucapan Hae Na membuat Hee Chul semakin liar menciumnya.
“YA
JANGAN KATAKAN ‘JANGAN’”. Teriak Hee Chul dalam hatinya.
**********
“seharusnya
kau tidak pergi dariku maka aku tidak akan merasakan sakitnya kehilanganmu,
tapi karena ini semua aku belajar satu hal ternyata tanpa mu itu tidak
menyenangkan Hae Na” Hee Chul
“aku
belajar satu hal ketika aku berada di jepang, meski kota itu begitu megah tapi
tetap saja ada yang membuatku tidak betah, karena seoul lebih megah apa lagi
ada dirimu tinggal didalamnya Hee Chul-ssi” Hae Na
Beberapa hari kemudian........
“ya!
Apa yang kau lakukan ketika di jepang? Apakah kau bersenang-senang di tokyo?”.
“tentu
saja, aku pergi berjalan-jalan mencari sesuatu”.
“nugu? Apa kau berencana mencari
penggantiku?”.
“hmm
anio...”.
“lalu?”.
“Aku
mencari obat penawar rindu”.
“hahahahaha
kau ini, pasti merindukanku bukan?”. Kini tawa Hee Chul terpecah, ditambah muka
Hae Na yang berubah merah menahan malu. “katakan saja , benar bukan?”. Hee Chul
terus mengolog-olog Hae Na, dan berhasil membuat gadis itu menyembunyikan
mukanya dengan syal yang melekat di leher.
“anio.....”. teriak Hae Na, Hee Chul
mendekap Hae Na kedalam pelukannya, kini posisi mereka sama-sama melihat kearah
langit, Hae Na menyandarkan kepalanya dipundak kiri Hee Chul, mereka sama-sama
mengamati langit malam itu.
“jangan
suka membuat ku tidak karuan nona Eun, karena kau pintar sekali membuatku
kalang kabut”. Ucap Hee Chul sambil melirik ke arah Hae Na.
“hm...”.
gumam gadis itu mengiyakan. Hee Chul mengajak Hae Na berdiri di balkon
apartemen, kali ini Hee Chul melingakari tangannya dipinggang Hae Na mereka
saling berhadapan, gadis itu tidak berani menatap Hee Chul, ia hanya menunduk,
dan membuat Hee Chul semakin geli melihat kelakuan kekasihnya itu.
“apa
kau malu?”. Tanya Hee Chul, dan Hae Na langsung melihat kearah Hee Chul sedikit
kaget dengan perkataan pria itu, tapi ternayata Hee Chul punya rencana lain
sebelum gadis itu menjawab pertanyaannya dengan jawaban aneh lebih dulu ia
menyekap bibir gadis itu dengan bibirnya, malam itu mereka saling melepaskan
kerinduan, Redup cahaya malam memantulkan bayangan mereka yang berpaut indah
mengahabiskan malam itu dengan kebahagiaan, karena nyatanya keduanya saling
membutuhkan.
#@%^%&@Q#%
TAMAT !#@^%*%$^@#^